Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Jakarta · 13 Agu 2025 23:16 WITA ·

Wakil Walikota Tomohon Sendy Rumajar Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi Wilayah Sulawesi Utara Tahun 2025


Wakil Walikota Tomohon Sendy Rumajar Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi Wilayah Sulawesi Utara Tahun 2025 Perbesar

Jakarta,Sulutnews.com – Wakil Walikota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom, menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Wilayah Sulawesi Utara Tahun 2025 yang digelar di Aula Bhineka Tunggal Ika Lantai 6, Gedung Merah Putih KPK-RI, Jakarta. Rabu, 13 Agustus 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota menyampaikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia yang telah menggagas pertemuan ini sebagai langkah strategis memperkuat koordinasi pemberantasan korupsi di daerah, khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.

“Puji dan syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-Nya kita dapat hadir di tempat ini. Pemerintah Kota Tomohon mengapresiasi KPK yang telah menginisiasi pertemuan ini” ungkap Rumajar.

Sendy Rumajar memaparkan sejumlah permasalahan terkait risiko korupsi di daerah, kendala yang dihadapi Pemerintah Kota Tomohon, serta harapan dukungan pendampingan dari KPK. Permasalahan yang diidentifikasi antara lain:

  1. Lemahnya sistem pengawasan internal akibat keterbatasan kapasitas dan independensi inspektorat.
  2. Tingginya penggunaan diskresi tanpa akuntabilitas, minimnya kontrol publik, dan potensi korupsi dalam pengadaan barang/jasa.
  3. Kendala pengawasan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) karena keterbatasan SDM dan kompetensi.
  4. Rendahnya pemahaman ASN mengenai antikorupsi, minimnya partisipasi masyarakat, dan media lokal yang tidak selalu independen.

Wakil Walikota juga mengemukakan harapan agar KPK dapat:

  1. Membantu Pemda menerapkan sistem perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program yang lebih baik.
  2. Mengidentifikasi serta mengatasi potensi masalah korupsi, sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal.
  3. Memperkuat upaya pencegahan korupsi dan membangun transparansi serta akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.
  4. Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah agar lebih profesional, berintegritas, dan kompeten.

“Kami berharap kegiatan rapat koordinasi ini semakin meningkatkan kebersamaan dan kerja sama antara pemerintah daerah dan KPK dalam membangun bangsa dan negara yang kita cintai” tutup Rumajar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Plt. Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Agung Yudha Wibowo, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV Edi Suryanto, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, para bupati/wali kota se-Provinsi Sulawesi Utara, ketua DPRD, sekretaris daerah, inspektur daerah, serta kepala BPKPD/BPKAD se-Provinsi Sulawesi Utara.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,018 kali

Baca Lainnya

Ketum AMKI, Tundra Meliala : Ketika ‘Pesta Babi’ Menjadi Metafora Papua

14 Mei 2026 - 23:44 WITA

Media Benteng Utama Lawan Hoaks di Era Digital

14 Mei 2026 - 12:00 WITA

Walikota Tomohon dan Wakil Walikota Terima Kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sulawesi Utara

13 Mei 2026 - 22:04 WITA

Polri Dorong Kolaborasi Nasional Lindungi Karya Anak Bangsa Dari Pembajakan di Era Digital

12 Mei 2026 - 23:30 WITA

Walikota Tomohon Caroll Senduk Hadiri Rakor Optimalisasi Kerjasama KPK-RI dengan Pemda Sulut

12 Mei 2026 - 23:28 WITA

Crist Meity Ponto Sambangi Kementerian dan DPR RI, Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Sangihe

12 Mei 2026 - 18:59 WITA

Trending di Jakarta