Manado,Sulutnews.com – Medical Expo Healty Tourism resmi dibuka di Manado, Jumat (4/8). Berlangsung di Atrium Mantos 3 Jln Piere Tendean, Manado, Sulawesi Utara.
Di Medical Expo Healty Tourism ini menampilkan talens sejumlah rumah sakit daerah maupun swasta di Sulawesi Utara yang sudah difasilitasi alat kesehatan berteknologi cangih, dan berbagai produk alat pelacak kesehatan yang juga tak kalah canggih.
Talk Show cukup menarik pengunjung Mantos 3 menghadirkan Guru Besar Universitas Indonesia Letjen (Purn) Prof.Dr.dr Agus Putranto didampingi Dirjen Kementrian Kesehatan RI Dr.dr. Crist Rondonuwu, yang melibatkan nakes, sejumlah dokter lulusan Filipina dan Australia, ASN pejabat eselon, dan pengunjung Mantos 3.
Prof.Dr.dr. Agus Putranto berkenan menyampaikan berbagai hal tentang ilmu neurologi dan kesediaannya untuk membantu pengobatan pasien di semua rumahsakit di Sulut yang menggunakan alat teknologi canggih dalam upaya pengobatan kepada pasien dari luar daerah bahkan luar negeri.
Mantan Menteri Kesehatan itu pun berkesempatan menjawab pertanyaan para peserra talk show, selanjutnya mengunjungi stand pameran rumah sakit dan produk alat kesehatan sembari berdialog hangat dengan nakes dan dokter.
Dirjen Kemenkes RI Dr.dr.Chish Rondonuwu mengatakan sangat terinspirasi karena Manado menjadi tuan rumah Medical Expo End Healty. Ia menegaskan mendukung Profinsi Sulut sebagai tujuan pengobatan pasien turis. “Di Kementrian kami ada bagian yang bertugas mendukung Healty Tourism ini, kami bekerja mendata dan menyediakan anggaran dalam menurunkan jumlah penderita pada Endemi Malaria dan Demam Berdarah (DBD). Karena jika tidak dapat dilakukan maka Indonesia tidak akan dikunjungi turis asing mancanegara apalagi untuk berobat,” tuturnya panjang lebar.
Medical Expo dan Healty Turism dibuka Wakil Gubernur Steven Kandouw akan berlangsung selama tiga hari 4-6 Agustus, politisi PDI ini datang di lokasi acara dengan mengendarai mobil warna hitam dan tampil memakai kemeja bantik dan celana hitam.
Hadir Kepala Dinas Kesehatan Profinsi Sulut, Kepala Bapenda Sulut, Direktur RS ODSk, Direktur RS Mata, Direktur RS Ratubuisang Malalayang, Direktur RS Noongan, Dirut RS Maria Walanda Maramis Minut, sejumlah nakes, dokter, politisi, pers dan ormas adat. (Yayuk)






