Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Jatim · 25 Jan 2023 14:51 WITA ·

So Sweet! Pengusaha Truk Ini Sabet Gelar Doktor dari ITS bersama Istri


So Sweet! Pengusaha Truk Ini Sabet Gelar Doktor dari ITS bersama Istri Perbesar

Surabaya,Sulutnews.com – Tak sedikit mahasiswa yang bertemu jodohnya saat berkuliah. Namun, Kyatmaja Lookman berbeda. CEO Pengusaha Truk “Lookman Djaja” ini kuliah bareng istri di S3 Doktor Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Tak tanggung-tanggung, keduanya juga menulis jurnal dan menjalani sidang kelulusan bersama. Pada Rabu (25/01), Kyatmaja Lookman dan Ira Margaritha menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor dan resmi dinyatakan lulus menjadi doktor angkatan pertama dari DMT ITS.

“Mudah-mudahan kita dapat menyelesaikan semua (rangkaian program doktor) hingga nanti diwisuda. Saya mendorong teman-teman untuk coba mengikuti, kuliah sampai S3. Apalagi kalau kuliahnya bareng jodoh dan istri, bisa saling menyemangati,” ungkap Kyatmaja dalam Webinar Komunitas SEVIMA di Momen Sidang Terbuka Promosi Doktor DMT ITS, Rabu (25/01) pagi.

Dilakukan di Tengah-Tengah Kesibukan

Perusahaan Angkutan Barang Lookman Djaja telah berdiri sejak Tahun 1985. Sebagai generasi kedua, Kyatmaja Lookman sejak lulus kuliah S2 juga telah sibuk mengelola ratusan truk dan supir yang ada di perusahaannya. Begitupula dengan Ira Margaritha, istri sekaligus Wakil Direktur Perusahaan.

Semuanya berubah di Tahun 2020 saat Pandemi COVID. Pandemi memang membuat bisnis makin sibuk karena pengusaha perlu memikirkan bagaimana agar usahanya tetap bertahan di masa sulit. Terlebih permintaan pengantaran barang menurun secara signifikan.

Namun, pandemi juga membuka peluang baru berupa kuliah online. “Saya sampaikan ke Bu Ira (istri), kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Karena kuliahnya bisa bareng, plus kita perlu mengupgrade skill yang kita miliki agar bisnis kita bisa bertahan menghadapi pandemi maupun pasca pandemi,” ungkap Kyatmaja.

Proses perkuliahan akhirnya diikuti Kyatmaja bersama istri selama tiga tahun. Berbagai aplikasi pembelajaran online seperti Zoom, Google Classroom, Edlink, keduanya pelajari dan langsung gunakan. “Tentu memang agak sulit, kadang terkendala jaringan, dan seperti kata Pak Kristianto (dosen ITS): kuliah S3 itu membutuhkan soliter. Berani belajar mandiri dengan produktivitas tinggi!,” ungkap Kyatmaja.

Mencari Solusi atas Tantangan Bisnis Truk

Untuk menuntaskan studinya, Kyatmaja meneliti tentang “Kemampuan Berinovasi Perusahaan Truk”. Sedangkan Ira Margaritha mengkaji “Manajemen Bisnis untuk Bertahan Menghadapi Pandemi”.

Sepanjang penelitian, Kyatmaja dan Ira mewawancarai teman-temannya yang ada di Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia maupun Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia. Banyak temuan ia dapati, seperti: strategi resiliensi (ketahanan) untuk keberlanjutan usaha, hingga aksi konkrit yang bisa dilakukan pengusaha truk untuk menghadapi pandemi.

Passion sekaligus pengalaman Kyatmaja dan Ira yang telah puluhan tahun bergelut di industri truk, ditambah dengan dukungan teman yang sangat antusias mendukung penelitian terkait truk, diklaim Ira membuat perjalanan dalam meneliti menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

“Yang kita wawancara (untuk bahan penelitian) adalah teman-teman sendiri. Teman-teman juga antusias dan mendukung bagaimana kita memecahkan masalah di usaha truk, apalagi di Pandemi seperti ini. Sampai kadang anak saya berkomentar, Ibunya kalau dulu malam dan Weekend (akhir pekan) baking (membuat kue), sekarang di depan komputer. Tenggelam di lautan jurnal-jurnal, mencari jawaban, dan meneliti,” ungkap Ira.

Penelitian Kyatmaja dan Ira juga telah dipublikasikan pada jurnal dan prosiding bergengsi di tingkat internasional. Keduanya mempresentasikan penelitiannya di International Conference on Industrial Enginering and Industrial Management. Acara Tahun 2022 ini seharusnya di adakan di Barcelona Spanyol. “Namun karena Pandemi, jadi online, dan kami harus sampai tengah malam begadang untuk presentasi, menyesuaikan jam Eropa,” kenang Ira.

Atas diraihnya gelar Doktor, Kyatmaja dan Ira berharap bahwa gelar ini bukanlah akhir dari kiprah penelitian keduanya. Penelitian menurutnya sangat dibutuhkan untuk mencari jawaban-jawaban di dunia bisnis.

“Kami memang sedang semangat-semangatnya belajar, apalagi bisnis truk ini makin sulit, kompetisi juga semakin tinggi, dan ditambah dengan cobaan berupa Pandemi COVID-19. Jangan sampai kita tidur dan di zona nyaman, sangat berbahaya untuk kelangsungan bisnis!,” ungkap Kyatmaja yang juga aktif mengikuti berbagai pelatihan, sertifikasi, dan terakhir baru saja lulus dari Pendidikan di LEMHANNAS.

Kyatmaja juga mengajak generasi muda maupun pebisnis untuk ramai-ramai belajar setinggi mungkin. “Bisnis dan pendidikan tidak seharusnya dipisahkan dan bukan pilihan. Keduanya bisa berjalan beriringan, apalagi kalau belajar rame-rame itu semakin menarik. Di Eropa, sudah biasa lho CEO bisnis itu syaratnya minimal S3!,” pungkas Kyatmaja.(*/Patrick)

Artikel ini telah dibaca 1,616 kali

Baca Lainnya

Kepsek SMAN 9 Manado Hendra Masie Apresiasi Siswanya Meraih Juara Umum dan Juara Pertama Dalam FLS3N Tingkat Kota Manado

23 Mei 2026 - 18:33 WITA

Penerimaan Siswa Baru Disejumlah SMA Favorit Akan Ikut Aturan SPMB 2026 Ditolak Meski Siswa Anak Orang Penting dan Kenalan Kepsek

22 Mei 2026 - 23:46 WITA

Pemkot Manado Terancam Tidak Mengirimkan Atlet O2SN Tingkat SD dan SMP, Orang Tua Siap Patungan

22 Mei 2026 - 17:04 WITA

Penamatan 305 Siswa SMK Negeri 1 Kota Bitung Dilakukan Sederhana, Kepsek Christo Lewan Optimis Lulusannya Berkompeten Siap Bersaing

19 Mei 2026 - 23:49 WITA

Kompetisi Edukatif DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 Sukses Digelar di Manado Sebagai Kota Juara

16 Mei 2026 - 23:03 WITA

Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias Bersyukur 644 Siswa Lulus Dengan Kualitas Baik, 87 Diantaranya Lulus SNBP Tanpa Tes Masuk 13 PTN

15 Mei 2026 - 23:54 WITA

Trending di Manado