Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Manado · 21 Mar 2025 16:43 WITA ·

Sekprov Sulut Steve Kepel : Transformasi Digital Harus Dilakukan Untuk Tingkatkan Daya Saing


Foto - Kadis Infokom Persandian dan Statistik Steven Liouw saat baca laporan Rapat Koordinasi Perbesar

Foto - Kadis Infokom Persandian dan Statistik Steven Liouw saat baca laporan Rapat Koordinasi

Manado,Sulutnews.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara lewat Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Daerah berinisyatif laksanakan Rapat Koordinasi bertajuk Ekosistem Provinsi Cerdas (Smart Province) di Pemerintah Provinsi Sulut, di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Jumat (21/3/2025).

Hadir Sekda Provinsi Sulut Steve Kepel ST M.Si , Kadis Infokom Persandian Statistik Steven Liouw dan ratusan peserta dari instansi terkait dari Kabupaten dan Kota termasuk Guru guru SMK dan SMA Negeri dan Swasta. Pembicara dari Bapenas, Kemeninfo Digital dan Dinas Infokom Sulut.

Sekda Sulut Steve Kepel saat membuka acara tersebut mengatakan , kegiatan ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital di Sulut dalam rangka mewujudkan konsep Smart Province tahun 2025.

Acara ini penting karena menurut Kepel Program ini merupakan bagian dari visi Smart Indonesia yang mengoptimalkan teknologi digital dalam pemerintahan daerah guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.” Kita memang harus mendorong digitalisasi disemua wilayah Sulut” kata Kepel.

Steve Kepel, yang mewakili Gubernur Yulius Selvanus, menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan dalam meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarak kedepan.

Kita Sulut menurut Kepel harus bergerak cepat menuju provinsi cerdas yang berbasis teknologi digital agar tidak tertingal kedepan.
Dalam bagian lain Kepel juga menyoroti pentingnya efisiensi layanan publik serta kesiapan masyarakat menghadapi era digital melalui peningkatan literasi digital. Kita harus memastikan masyarakat kita siap menghadapi era digital melalui pengembangan literasi digital dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan kedepan.

Kepel yang iuga birokrat handal Sulut mengakui, bahwa transformasi digital memiliki tantangan tersendiri. Namun kita harus optimistis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat, target Smart Province 2025 dapat tercapai secepatnya
Bukan hanya perluasan infrastruktur dan konektivitas internal, tetapi juga literasi digital serta kolaborasi yang lebih intens antara berbagai pihak disemua daerah termasuk Kabupaten dan Kota .” Jadi kita harus optimis agar bisa terealisasi cepat” kata Kepel

Implementasi SPBE

Sedangkan Kadis Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Daerah Provinsi Sulut, Steven Liouw, menambahkan Smart Province merupakan bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.

Menurut Kadis pencanangan Sulut sebagai Smart Province 2025 harus dimulai dari level kabupaten/kota hingga ke kecamatan, kelurahan, dan desa.

Dijelaskan bahwa implementasi Smart Province di Sulut mencakup berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, hingga dukungan terhadap UMKM dan swasembada pangan.
Kita tekankan SPBE yang efisien dan aman sesuai peraturan perundang-undangan untuk mewujudkan Smart Province di Sulut berbasis elektronik pada 2025 hingga 2029, Kita berharap cepat.

Foto – Sekptof Sulut Steve Kepel ST M.Si ( tengah) saat membuka acara Rakor DIgitalisasi di Aula Mapalus Jumat 21 Maret

Karena, Transformasi digital di Sulut mengarah pada pengembangan ekosistem inovasi digital yang mencakup Good and Clean Government, Smart Governance, Smart Economy, Smart Infrastructure, dan Smart Society. Dampaknya diharapkan menciptakan birokrasi yang efisien, layanan publik yang lebih mudah diakses, serta pembangunan yang adaptif dan tepat sasaran.
Serta mempercepat langkah Provinsi Sulut bertransformasi digital.

Kepada Sulutnews.com Kadis Steven Liouw mengatakan baru Sulut yang kemungkitan terealisasi.. Ini perlu dukunhan semua pihak rermasuk Pers. Kepada peserta yang hadir Kadis sampaikan terima kasih.

Sejumlah Guru guru yang hadir kepada Sulutnews.com menyatakan banga dengan program ini karena akan terbantu juga sekolah sekolah.” Kami sambut baik dan berterimah kadis diundang hadir” kata Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd dan Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dr Willem Rawung SS.(Fanny)

Artikel ini telah dibaca 1,293 kali

Baca Lainnya

Pembukaan Sidang II DPRD Rote Ndao Tahun 2026 Mesak Bailao Himbau Teman Teman Hadir Tepat Waktu

23 Juni 2026 - 21:59 WITA

Daya Tampung SMA dan SMK di Sulut 46.107 Siswa, Yang Mendaftar SPMB 2026 Baru 28.231 Hinga Senin 22 Juni

23 Juni 2026 - 14:53 WITA

Roger Mamesa : Pihut di Minahasa Gambaran Kecil Ketaatan Masyarakat Dalam Berdemokersi

23 Juni 2026 - 10:00 WITA

Kuota SPMB di Sulut Terjadi Ketimpangan DPRD Sulut Panggil Hearing Dinas Pendidikan Daerah

22 Juni 2026 - 22:10 WITA

Felly Estelita Runtuwene Sosialisasi BPJS Ketenaga Kerjaan kepada Masyarakat Kota Manado

22 Juni 2026 - 21:48 WITA

Dosen Unipar Stephen Simbolon Resmi Berstatus Advokat Usai Diambil Sumpah di Pengadilan Tinggi Manado

22 Juni 2026 - 17:53 WITA

Trending di Manado