Manado, Sulutnews.com – Sejumlah Kepsek SMK optimis proses belajar mengajar akan lebih baik dan berkualitas dengan mulai direalisasikan program revitalisasi sekolah 2026 dari Pemerintah pusat lewat Kemendikdasmen.
Karena dengan adanya revitalisasi kondisi sekolah semakin baik dan lebih lengkap sarana dan prasarana seperti ruang kelas baru dan juga ruang praktek siswa, laboratorium dan juga perbaikan toilet dan perpustakaan serta prasarana lainya.
Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepsek SMK yang sudah mulai kerjakan program revitalisasi tahap pertama kepada Wartawan Sulutnews.com secara terpisah baru baru ini. Proyek revitalisasi dikerjakan secara swakelolah artinya pekerja dicari oleh Kepsek.
Kepsek SMK yang dikonfirmasi yakni Kepsek SMK – YAPIM ( Yayasan Pendidikan Islam Manado) Bakri S.PdI. M.PdI ,Kepsek SMK Negeri 1 Langowan di Kabupaten Minahasa Hartini Ngadirejo S.Pd.M.Pd, dan Kepsek SMK Negeri 1 Pinogaluman di Kabupaten Bolmong Utara Selvie Kohongia S.Pd
Menurut tiga Kepsek SMK tersebut mereka merasa banga dan berterimah kasih kepada Presiden Prabowo Subiyanto lewat Kemendikdasmen serta Gubernur Sulut Yulius Selvanus serta Dikda Sulut karena sekolah mendapat program revitalisasi tahun ini. Dengan program revitalisasi tahun ini dipastikan akan lebih baik proses belajar mengajar dan kualitas atsu mutu pendidikan akan meningkat terutama lulusan semakin baik.
” Sekolah kita yang berdiri sejak 1991 memang sudah tidak memadai lagi karena itu ketika ada program revitalisasi kita buat proposal permohonan dan berhasil mendapat revitalisasi” kata Kepsek SMK – YAPIM di Kelurahan Istiqal Kecamatan Wenang Kota Manado Bakri S.PdI . M PdI kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Kamis (9/7/26) disekolanya.
Dikatakan, sekolahnya mendapat program revitalisasi senilai Rp 1,343 miliar lebih Dan sudah delapan Minggu pekerjaan berjalan hampir 40 persen sudah realisasi hinga Kamis (9/7/26) dan hinga lima bulan waktu pekerjaan kedepan akan rampung semua sesuai rencana.
Revitalisasi disekolahnya yakni mendapat delapan menu pekerjaan terdiri perbaikan empat ruang praktek siswa ( RPS) untuk beberapa program keahlian antara lain Usaha L ayanan Pariwisata ( ULP), Perhotelan, Teknik Komputer Jaringan ( TKJ) dan RPS Akuntansi Keuangan dan Lembaga. Serta tiga ruang kelas baru ( RKB) dan satu gudang semua dilantai tiga. Dan pengecetan dari lantai satu dan dua termasuk bagian luar yang awalnya tidak ada namun kami terus berjuang bisa disetujui dari Kementrian.
Menurut Kepsek emua 17 pekerja itu warga sekitar sekolah SMK Islam YAPIM tidak ada dari luar atau jauh dari sekolah.
” Dengan ada revitalisasi ini proses belajar mengajar akan berjalan lebih baik kualitas pendidikan akan meningkat terutama menuju Indonesia emas 2045 kedepan ” kata Kepsek Bakri.
Terkait pengawasan dari konsultan terus berjalan baik.Dan terus melaporkan progres pekerjaan setiap minggu kepada Kemendikdasmen dan lembaga terkait.
SMK Negeri 1 Langowan.
Sementara itu Kepsek SMK Negeri 1 Langowan di Kabupaten Minahada Hartini Ngadirejo S.Pd.M.Pd kepada wartawan Sulutnews.com baru baru ini lewat telepon mengatakan, program revit untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolahnya. Kepsek berterima kasih kepada pemerintah pusat Presiden Probowo lewat Kemendikdasmen yang sudah merealisasikan revitalisasi.

Foto – Kepsek SMK Negeri 1 Langowan Minahasa Hartini Ngadirejo S.Pd.M Pd ( paling kanan) saat Peletakan Batu Pertama Baru Baru ini.
Progres pekerjaan sudah berjalan sesuai Perjanjian Kerja Sama ( PKS) dari Kemendikdasmen dengan nilai program revitalisasi Rp 1,8 miliar lebih. Untuk sekolahnya yang direvitalisasi dua ruang praktek siswa ( RPS) , rehabilitasi laboratorium Komputer, Kantin dan Toilet dan sarana prasarana lainnya.
Terkait pengawasan dan pelaporan sesuai petunjuk dari Kementrian laporan progres pekerjaan dilakukan melalui aplikasi Kementrian” Jadi pengawasan ketat dari konsultan dan Kementrian Dikdasmen” ujar Kepsek.
SMK Negeri 1 Pinogaluman Bolmut
Untuk SMK Negeri 1 Pinogalumen di Kabupaten Bolmong Utara menurut Kepsek Selfi Kohongia S.Pd kepada Wartawan Sulutnews.com baru baru ini lewat telepon mengatakan, revitalisasi sekolah dengan anggaran sebesar Rp 1,8 Milliar di kerjakan sesuai petunjuk teknis yang ada.

Foto : Kepsek SMA Negeri 1 Pinogaluman Selfi Kohongia SPd
Menurut Kepsek pekerjaan revitalisasi yang sementara berjalan saat ini progesnya baru tujuh persen dengan masa kerja 180 hari yang di tetapkan. Pekerjaan mengunakan tenaga lokal sekitar sekolah agar perputaran uang hanyak dimasyarakat lokal sekitar Sekolah di Desa Pinogaluman.Dan ini akan berdampak bagi kesejahtraan masyarakat sekitar. Termasuk bahan bahan kebutuhan revit dibelanja disekitar Desa dan sekolah.
Dijelaskan jenis pekerjaan revitalisasi disekolahnya yakni masing-masing rehab empat ruang kelas, kemudian bangun baru satu ruang Laboratorium Teknologi Informasi dan Komputer ( TIK).
Dan bangun baru untuk ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS ) dan satu unit ruang baru Bimbingan Konsuling ( BK)
Semua pekerjaan sesuai juknis dan di peruntukan sesuai dengan kebutuhan . Dengan kehadiran proyek revitalisasi di SMA Negeri 1 Pinogaluman nantinya menambah aman dan nyaman bagi para siswa dalam melakukan kegiatan belajar di ruangan kelas.” Saya optimis akan lebih baik SMK Negeri 1 Pinogaluman kedepan terutama lulusannya” ujar Kepsek
Sementara data yang ada untuk SMK di Sulut yang telah mengusulkan untuk program Revitalisasi ke- Kemendikdasmen sekitar 46 SMK Negeri dan Swasta namun yang sudah lakukan Perjanjian Kerjasama ( PKS) baru 15 SMK dan yang sudah mulai kerja atau realisasi baru empat SMK antara lain SMK Kristen Kawangkoan Minahasa, SMK YAPIM, SMK Negeri 1 Langowan Minahasa dan SMK Negeri 1 Pinogaluman Bolmut. Sementara SMA sekitar 51 sekolah yang diusulkan untuk mendapat revit namun baru 15 yang ada PKS.
Harus Pekerja Berkualitas
Ketua LSM Pilar Bangsa Robby Wangko yang juga sering memantau bidang pendidikan kepada Sulutnews.com secara terpisah Di Manado baru baru ini minta pihak Kepsek harus mencari pekerja proyek revit yang berkualitas dan profesional. ” Ini proyek swakelolah dimana Kepsek yang mencari pekerja proyek” kata Wangko.

Foto – Ketus LSM Pilar Bangsa Robby Wangko
Wangko bahkan minta diumumkan kepublik siapa pekerja atau tukang dan mungkin kontraktor yang dipekerjakan dalam proyek.” Ini publik perlu mengetahui” katanya.
Menurut Wangko kalau pekerja berkualitas dan profesional pasti kualitas kerja baik dan cepat dan tepat waktu. Kepsek harus hindari dan tolak intervensi dari luar untuk memasukan orang orang atau pekerja dan kontraktor dari luar Desa dimana sekolah berada. ” Kami LSM Pilar Bangsa juga akan memantau terus program revit di Sulut” tegas Wangko. (Fanny)





