Rote Ndao,Sulutnews.com – Diduga terjadi Pencurian penimbunan BBM di salah satu Pertamina di Rote Ndao berhasil di cegah oleh salah satu anggota Polisi pencegahan pencurian penimbunan bahan bakar minyak (BBM) oleh anggota Polsek yang terjadi di Pertamina Sanggoen pada tanggal 13 Februari 2024.
Peristiwa tersebut terjadi pada jam 9 malam ketika petugas Pertamina BD bersama temannya S melakukan Penimbunan pencurian minyak. Ketika itu, hadir pula salah satu anggota Kepolisian dari Polsek langsung mencegah kejadian tersebut.
Pencegahan yang di lakukan oleh anggota Polisi yang berhasil mendapatkan minyak sebanyak 1 tangki di tangan pelaku bernama BD bersama dengan satu temannya, S Namun, hingga saat ini, belum ada perkembangan lebih lanjut mengenai kasus tersebut.
Menurut saksi mata dengan inisial CS, dalam penangkapan pencegahan tersebut, polisi dari Polsek sempat mengambil video atau shooting. Namun, hingga saat ini, video tersebut tidak dapat ditemukan dan telah terhapus.”Jelas CS
Anggota kepolisian, Polsek di Rote Ndao yang dikonfirmasi media ini melalui aplikasi Whatsapp pada tanggal 29 Februari 2024, mengaku bahwa dirinya berada di lokasi kejadian dan mengetahui secara jelas tentang peristiwa pencurian penimbunan BBM tersebut.
Waktu itu, anggota Polisi sedang berjaga di salah satu TPS, tetapi setelah pulang mandi, ia menerima telepon dari AM yang menginformasikan bahwa ada transaksi yang mencurigakan di Pertamina. Sanggaoen.langsung memasuki lokasi dan mengkonfirmasi hal tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab di Pertamina. Namun, setelah itu, anggota Polisi tersebut kembali buru-buru ke TPS karena bertugas hingga tanggal 14 Februari 2024.
Anggota polisi juga mengakui bahwa pada malam itu, dirinya bersama AM, AM dan RN melakukan konfirmasi terkait kesalahan pengisian BBM yang dilakukan oleh pelaku. Menurut anggota polisi, mereka hanya mengira BBM tersebut salah isi, dan bukan hasil pencurian.
Anggota polisi juga menjelaskan bahwa setelah ada penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab di Pertamina, dirinya pulang untuk menjaga TPS. Namun, karena dirinya tidak ada di lokasi pada tanggal 14 hingga 15 Februari 2024 malam, ia belum sempat melakukan konfirmasi lebih lanjut.
Anggota polisi juga menegaskan bahwa dirinya datang ke lokasi setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat. Ketika ia tiba di Pertamina, ia langsung memerintahkan para pelaku untuk menghentikan aksinya, dan meminta kepada semua pihak yang ada di lokasi untuk tidak membiarkan para pelaku membawa keluar hasil curian tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan Pertamina Sanggoen masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Reporter : Dance Henukh







