Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Ekonomi · 25 Sep 2023 20:34 WITA ·

Realisasi Kinerja APBD Sulut Tetap Terjaga Dalam Mendukung Momentum Pemulihan Ekonomi dan Melindungi Masyarakat


Realisasi Kinerja APBD Sulut Tetap Terjaga Dalam Mendukung Momentum Pemulihan Ekonomi dan Melindungi Masyarakat Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Bacarita Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Ratih Hapsari Kusumawardani, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan capaian-capaian lebih khusus APBD Provinsi Sulawesi Utara, bertempat di Gedung Keuangan Negara (GKN) Manado, Senin, 25 September 2023.

Ratih Hapsari menyampaikan persoalan penyerapan anggaran di Provinsi Sulewesi Utara masih lambat.

Hingga 31 Agustus 2023, dari sisi pelaksanaan APBD, Pendapatan daerah telah terealisasi senilai Rp7,77 triliun atau 47,33% dari pagu, dengan komponen Pendapatan dari Dana Transfer menempati proporsi yang signifikan relatif terhadap Pendapatan Daerah. Dari sisi Belanja APBD, telah terealisasi sebesar Rp7,98 triliun atau 48,03% dari pagu. Belanja pegawai masih mendominasi komponen belanja, dari realisasi sebesar Rp7,98 triliun, Belanja Pegawai menempati posisi terbesar senilai Rp4,02 triliun diikuti Belanja Barang Rp2,1 triliun.

“Secara umum, realisasi belanja paling tinggi pada pos belanja subsidi dengan realisasi 102,16 persen,” kata Ratih dalam ALCO Regional Sulawesi Utara, berada di urutan kedua ada pada pos belanja pegawai dengan realisasi 62,23 persen.

“Termasuk dalam belanja pegawai ini untuk guru dan belanja rutin pemerintah seperti belanja barang dan modal,” ujar Ratih.

Ia mengatakan, perlu perhatian khusus dari Pemda untuk mendorong reaksasi belanja pada APBD Sulawesi Utara.

Ratih Hapsari memaparkan dari Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan akhir Agustus telah disalurkan mencapai Rp8,29 triliun atau 64,31% dari pagu. Dari angka tersebut, DAU menempati porsi terbesar realisasi TKD di wilayah Sulawesi Utara dengan realisasi Rp5,72 triliun dan disusul DAK Non Fisik Rp1,18 triliun.

“Penyerapan realisasi anggaran sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi dan daya beli masyarakat,” ujar Ratih.(Patrick)

Artikel ini telah dibaca 1,012 kali

Baca Lainnya

PTN Harus Umumkan Ke Publik Jumlah UKT di Setiap Fakultas Menjelang Penerimaan Mahasiswa Baru

21 April 2026 - 20:41 WITA

Sejumlah Kepsek SMK Optimis Siswa Yang Ikut UKK Tahun 2026 Berkompeten

20 April 2026 - 23:25 WITA

Kadis Dikbud Manado Peter Assa : TKA Tingkat SD/MI Sederajat Penting Meningkatkan Mutu Pendidikan & Memotret Capaian Akademik Peserta Didik

20 April 2026 - 23:23 WITA

Langgar Keputusan Kongres, 3 Calon Ketua PWI Sulut Minta Ketum PWI Batalkan Hasil Konferensi Provinsi

20 April 2026 - 23:06 WITA

Jelang Musda Partai Golkar Sulut, Nama Adolfien Wagani Mencuat Sebagai Calon Ketua Golkar Manado

20 April 2026 - 20:57 WITA

Sukses Pimpin Rapat Pansus LKPJ Cap.Ramly Kandoli Apresiasi SKPD Provinsi Sulut

20 April 2026 - 14:35 WITA

Trending di Manado