Menu

Mode Gelap
Sidang Terbuka Senat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Samratulangi Acara Purnabakti Guru Besar Prof Bernhard Tewal Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang

Bitung · 9 Oct 2023 21:35 WIB ·

Rapat Koordinasi Meteorologi Maritim Tahun 2023 bertema “Terwujudnya Layanan Informasi Meteorologi Maritim yang inklusif, terstandarisasi dan berkelanjutan”


 Rapat Koordinasi Meteorologi Maritim Tahun 2023 bertema “Terwujudnya Layanan Informasi Meteorologi Maritim yang inklusif, terstandarisasi dan berkelanjutan” Perbesar

Bitung, Sulutnews.comSalah satu upaya peningkatan kapasitas layanan informasi meteorologi maritim yang dilakukan oleh Pusat Meteorologi Maritim dari Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG di tahun 2023 diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Meteorologi Maritim Tahun 2023.

Rapat koordinasi yang berlangsung 8-10 Oktober 2023 ini mengusung tema “Terwujudnya Layanan Informasi Meteorologi Maritim yang inklusif, terstandarisasi dan berkelanjutan” dan dihadiri oleh 56 tamu undangan yang meliputi Kepala UPT Maritim dan Mandatori serta seluruh Koordinator NDF (National Digital Forecast) Provinsi dari Seluruh Wilayah Indonesia.

Rapat Koordinasi ini dicanangkan seiring dengan proyek dari Maritime Meteorological System / MMS-1 yang sudah memasuki tahap akhir dan akan mulai diimplementasikan pada Tahun 2024.

Kegiatan ini dibuka oleh Dwi Budi Sutrisno selaku Sekretaris Utama BMKG serta didampingi oleh Eko Prasetyo selaku Kepala Pusat Meteorologi Maritim dan berlangsung selama 3 hari (8 – 10 Oktober 2023) di Hotel Novotel Samator Surabaya.

Dalam pembukaan kegiatan rapat tahunan ini, Dwi Budi Sutrisno menyampaikan bahwa melalui proyek MMS-1, BMKG telah berhasil memasang 40 unit AWS (Automatic Weather Station) yang tersebar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia, 40 unit VAWS (Vessel Automatic Weather Station) yang terpasang di Kapal Pelni maupun kapal-kapal swasta lainnya, serta melakukan deploy 48 Profiling Float dan 70 Ocean Drifter di seluruh perairan Indonesia.

Stasiun Meteorologi Maritim Bitung yang dipimpin oleh Andi Cahyadi menjadi salah satu UPT BMKG yang dipercayakan sehingga belum lama ini terpasang 2 (dua) Marine Automatic Weather Station (MAWS), masing-masing di Pelabuhan Manado dan Pelabuhan Penyeberangan Likupang.

Selain itu ada 3 (tiga) kapal yang rutin bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Bitung telah dipasang Vessel Automatic Weather Station (VAWS), yaitu di KMP Dalento Woba, KMP Labuhan Haji, dan KMP Madani.

Selain itu, Dwi Budi Sutrisno juga menaruh harapan tinggi kepada para Kepala UPT Maritim dan Mandatori serta seluruh Koordinator NDF agar dapat mengkonsolidasikan dan mengimplementasikan perubahan layanan transformasi cuaca maritim menjadi berbasis provinsi, untuk meningkatkan area cakupan layanan informasi meteorologi maritim yang dibutuhkan oleh seluruh Pelabuhan di Indonesia.

Arahan kepada para Kepala UPT dan Mandatori agar segera mengidentifikasi pembagian wilayah dari setiap provinsi, menginventarisir langkah nyata sebagai quickwin implementasi kegiatan FISP (Fully Integrated Single Platform) serta memberikan masukan terkait strategi layanan cuaca maritim ke depan.

Terkait dengan SLCN (Sekolah Lapang Cuaca Nelayan) yang telah menjadi kegiatan Prioritas Nasional juga disampaikan dalam pembukaan kegiatan ini. Diharapkan agar seluruh UPT dapat lebih aktif membuat video dokumentasi tentang hasil nyata kegiatan SLCN serta mengoptimalkan penyelenggaraan SLCN dan membuka peluang kerjasama dengan stakeholder dalam pengembangan kegiatan SLCN di daerah masing-masing.

Dengan adanya rapat tahunan ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan panduan Implementasi Layanan Informasi Meteorologi Maritim yang inklusif, terstandarisasi, dan berkelanjutan untuk mendukung keselamatan aktivitas kemaritiman yang selanjutnya dapat digunakan sebagai panduan dan acuan dari seluruh UPT Maritim daerah dalam pemenuhan kebutuhan layanan meteorologi maritim.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,105 kali

Baca Lainnya

Dengar Pendapat Publik Perubahan RUU Keimigrasian : Regulasi Baru untuk Menjawab Tantangan Masa Kini dan Masa Depan

19 July 2024 - 18:38 WIB

8 Kecamatan di Bitung Ambil Bagian Tarkam GOR Manembo nembo

19 July 2024 - 14:57 WIB

Operasi Gabungan Timpora Laut Bitung Amankan 5 Dugaan WNA Filipina Tak Miliki Dokumen Keimigrasian

18 July 2024 - 12:44 WIB

Bitung Kota Pertama di Asia Cover 100 Persen BPJS Kesehatan Untuk Masyarakat

17 July 2024 - 22:46 WIB

KPU Rakor Pembentukan TPS Khusus Lapas Kelas llB Bitung

17 July 2024 - 21:46 WIB

6 Perwakilan Bhabinkamtibmas Polres Bitung Terima Motorola Lex 11 

16 July 2024 - 20:15 WIB

Trending di Bitung