KOLUT, SULUTNEWS.COM – Kebakaran melanda kebun cengkeh milik warga di Dusun I, Desa Lelewawo, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (20/8/2026) siang.
Api membakar sekitar satu hektare kebun cengkeh milik warga. Kondisi rumput kering dan hembusan angin kencang membuat api cepat membesar dan merambat ke area perkebunan.
Aparat menduga puntung rokok yang dibuang sembarangan ke tumpukan rumput kering menjadi pemicu kebakaran. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dinyatakan sebagai hasil penyelidikan resmi.
Api Membesar di Tengah Lahan Kering
Kebakaran bermula ketika api menyambar tumpukan rumput kering di sekitar kebun.
Material yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar. Angin kencang kemudian mendorong kobaran api menuju area kebun cengkeh milik warga.
Warga yang melihat api segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat.
Babinsa Langsung Datangi Lokasi
Babinsa Koramil 1412-05/Pakue langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.
Setibanya di kebun, Babinsa bersama warga berusaha menghentikan rambatan api. Mereka melakukan pemadaman dengan peralatan yang tersedia sambil menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran.
Langkah cepat tersebut membantu mencegah api menjalar lebih jauh ke area perkebunan.
Damkar Batuputih Tiba Bawa Mobil Pemadam
Sekitar pukul 14.50 Wita, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Petugas Damkar Batuputih langsung bergabung dengan Babinsa dan warga. Mereka menyemprotkan air ke titik api dan membasahi area di sekitar kebun untuk menghentikan rambatan api.
Tim gabungan kemudian menyisir bagian lahan yang masih mengeluarkan asap.
Api Padam dalam Waktu 45 Menit
Babinsa, Damkar Batuputih, dan warga terus bekerja memadamkan kobaran api.
Sekitar pukul 15.35 Wita, tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api.
Dengan demikian, proses pemadaman utama berlangsung sekitar 45 menit sejak mobil Damkar tiba di lokasi.
Setelah api padam, petugas tetap berjaga dan melakukan pengecekan di sekitar lahan. Mereka mengantisipasi kemungkinan munculnya bara atau titik api baru.
Satu Hektare Kebun Cengkeh Terbakar
Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare kebun cengkeh milik warga.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan area perkebunan warga terdampak dan berpotensi menimbulkan kerugian materi.
Petugas tidak langsung meninggalkan lokasi setelah api padam. Mereka memastikan kondisi lahan benar-benar aman sebelum mengakhiri penanganan.
Danramil Ingatkan Bahaya Puntung Rokok
Danramil 1412-05/Pakue Kapten Inf Sudarto meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
Ia mengingatkan warga agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar lahan yang dipenuhi rumput kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat kondisi lahan kering. Jangan membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi pemicu kebakaran,” ujar Sudarto.
Menurutnya, puntung rokok yang masih menyimpan bara dapat menyulut material kering. Angin kencang juga dapat mempercepat penyebaran api ke area perkebunan.
Warga Diminta Tidak Buang Puntung Rokok Sembarangan
Sudarto meminta masyarakat tidak menganggap remeh puntung rokok ketika berada di kawasan perkebunan atau lahan terbuka.
Ia juga mengajak warga segera melapor kepada Babinsa, Damkar, atau aparat terdekat apabila menemukan titik api.
Pelaporan sejak awal, kata dia, dapat membantu petugas menangani kebakaran sebelum api meluas.
Kebakaran kebun cengkeh di Desa Lelewawo menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat kondisi lahan mengering. Masyarakat perlu menghindari aktivitas yang dapat memicu api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)





