KONSEL, SULUTNEWS.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Tinanggea bersama Manggala Agni dan masyarakat bergerak cepat memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda dua lokasi di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, Jum’at (21/8/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 4,5 hektare lahan. Api melanda perkebunan sawit, kebun jati, serta lahan kosong yang sebelumnya dibersihkan menggunakan alat berat.
Personel gabungan langsung melakukan pemadaman setelah menerima laporan dari masyarakat. Upaya tersebut berhasil mencegah api meluas ke area lainnya.
Titik kebakaran pertama berada di Link IV, Kelurahan Tinanggea. Api menghanguskan sekitar 3 hektare lahan perkebunan.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 13.30 WITA. Pemilik kebun sawit, Pallawa, melihat kepulan asap dari arah lahannya dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tinanggea.
Api kemudian membakar kebun sawit milik Pallawa dan menjalar ke kebun jati milik Badrin.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Tinanggea IPTU Sucipto, S.H., M.H., C.P.M. bersama personel langsung mendatangi lokasi. Polisi kemudian bergabung dengan petugas Manggala Agni dan masyarakat untuk mengendalikan kobaran api.
Tim gabungan menggunakan peralatan sederhana dan alat semprot air untuk memadamkan api.
Polisi, petugas Manggala Agni, dan warga terus melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke lahan perkebunan di sekitarnya.
Setelah melakukan upaya pemadaman selama lebih dari dua jam, tim berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 15.50 WITA.
Selanjutnya, personel gabungan bergerak ke lokasi kebakaran kedua di Link IV, Kelurahan Ngapaaha, Kecamatan Tinanggea.
Kebakaran di lokasi kedua melanda lahan kosong seluas sekitar 1,5 hektare milik Bois. Sebelumnya, pemilik lahan baru membersihkan area tersebut menggunakan alat berat.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan sejumlah bara kayu yang masih mengeluarkan asap. Tim kemudian melakukan penyiraman dan pendinginan untuk mencegah bara api kembali menyala.
Sebanyak 17 personel gabungan terlibat langsung dalam penanganan karhutla tersebut. Mereka terdiri dari 4 personel Polri, 8 personel Manggala Agni, dan 5 warga.
Hingga pukul 16.30 WITA, petugas masih menemukan sedikit asap yang berasal dari bara kayu. Karena itu, tim Manggala Agni melanjutkan penyiraman dan pendinginan hingga memastikan tidak ada lagi potensi api menyala.
Petugas memperkirakan seluruh proses penanganan selesai sekitar pukul 17.00 WITA.
Gerak cepat Polsek Tinanggea bersama Manggala Agni dan masyarakat berhasil mencegah api meluas ke kawasan lain.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla di wilayah Konawe Selatan, terutama di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Petugas juga terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah munculnya titik api baru serta mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Sumber : Facebook Polsek Tinanggea
Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)





