KENDARI, SULUTNEWS.COM – Keluarga besar Komando Distrik Militer (Kodim) 1417/Kendari menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Aula Kodim 1417/Kendari, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Jum’at (28/8/2026).
Sekitar 160 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas perwira staf, para Danramil jajaran, 80 prajurit, serta 80 anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 1417/Kendari.
Dalam kegiatan itu, Kodim 1417/Kendari mengangkat tema “Melalui Peringatan Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H/2026 Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat TNI Prima dan Kuat Siap Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat.”
Pada kesempatan tersebut, Pabung Konawe Letkol Inf Aswar Dinata mewakili Dandim 1417/Kendari.
Dalam sambutannya, Aswar mengajak seluruh prajurit menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperbaiki akhlak dan memperkuat semangat pengabdian.
Menurutnya, prajurit tidak cukup hanya mengikuti peringatan secara seremonial. Sebaliknya, prajurit harus menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas.
“Peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Kita harus mengambil nilai keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan serta pelaksanaan tugas,” ujar Aswar.
Selanjutnya, ia mengingatkan empat sifat utama Rasulullah SAW, yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah.
Melalui keempat sifat tersebut, prajurit dapat membangun kejujuran, meningkatkan tanggung jawab, menyampaikan informasi dengan benar, serta mengambil keputusan secara bijaksana.
Selain menekankan pembinaan akhlak, Aswar mengajak prajurit meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW mengutamakan kepentingan umat. Selain itu, beliau mengajarkan kasih sayang, persaudaraan, toleransi, dan sikap saling menghormati.
Karena itu, prajurit dapat menerapkan nilai tersebut ketika menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Prajurit TNI tidak hanya menjaga kedaulatan NKRI. Mereka juga membantu pemerintah daerah dan hadir bersama masyarakat ketika menghadapi berbagai persoalan.
Dengan demikian, prajurit perlu mengedepankan sikap humanis, santun, dan bertanggung jawab saat berinteraksi dengan masyarakat.
Selanjutnya, Kodim 1417/Kendari mendorong prajurit memperkuat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat.
Aswar mengajak prajurit membangun komunikasi dan kerja sama dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai kelompok masyarakat.
“Kita harus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat. Kita membutuhkan kerja sama tersebut untuk menciptakan wilayah yang aman, damai, dan sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Aswar menilai sinergi yang kuat dapat membantu prajurit menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah binaan.
Selain itu, prajurit dapat memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui komunikasi, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Lebih lanjut, peringatan Maulid Nabi 1448 H mendorong keluarga besar Kodim 1417/Kendari memperkuat semangat pengabdian.
Prajurit harus membawa nilai Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah dalam setiap pelaksanaan tugas.
Nilai tersebut dapat membantu prajurit menjaga integritas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Di sisi lain, prajurit juga harus menjaga persatuan dan menghindari tindakan yang dapat merusak hubungan TNI dengan rakyat.
Karena itu, Kodim 1417/Kendari terus mengajak keluarga besar TNI memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi Kodim 1417/Kendari untuk memperkuat karakter prajurit dan meningkatkan kualitas pengabdian.
Prajurit yang memegang teguh akhlak Rasulullah dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Sementara itu, sinergi bersama masyarakat dapat memperkuat keamanan dan stabilitas wilayah.
Dengan akhlak yang kuat, komunikasi yang baik, dan sinergi yang solid, Kodim 1417/Kendari terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan demikian, semangat Maulid Nabi 1448 H tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mendorong prajurit memberikan pengabdian nyata untuk mendukung Indonesia yang maju dan berdaulat.
Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)





