Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Jakarta · 19 Jan 2026 18:20 WITA ·

Pianis dan Komponis Indonesia Dwiki Dharmawan Persembahkan Anagnorisis, Medium Dialog dan Diplomasi Budaya


Pianis dan Komponis Dwiki Dharmawan siap menggelar Diplomasi Budaya dengan mempersembahkan album musik transkultural di Jakarta pada 20 Januari 2026 (Foto: Istimewa) Perbesar

Pianis dan Komponis Dwiki Dharmawan siap menggelar Diplomasi Budaya dengan mempersembahkan album musik transkultural di Jakarta pada 20 Januari 2026 (Foto: Istimewa)

Jakarta,Sulutnews.com – Pianis dan komponis Indonesia Dwiki Dharmawan mempersembahkan Anagnorisis, sebuah album musik transkultural yang merefleksikan dialog lintas budaya, lintas bangsa, dan lintas tradisi melalui bahasa musik universal.

Siaran pers Anagnorisis Team, Minggu (8/1) menyebutkan, album tersebut direkam secara live pada akhir 2024 di Sierra Studios, Athena, dengan melibatkan para musisi dari berbagai latar belakang budaya dan kebangsaan.

Dirilis secara internasional oleh MoonJune Records, Anagnorisis merupakan salah satu karya penting dalam perjalanan artistik Dwiki Dharmawan yang secara konsisten menempatkan musik sebagai medium pertukaran budaya dan pemahaman antarbangsa.

Album ini juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Athena, sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran budaya Indonesia di ruang global.

Secara artistik, Anagnorisis berangkat dari kekayaan sensitivitas melodi dan ritme Asia Tenggara, yang kemudian berdialog dengan unsur improvisasi jazz, warna musikal Mediterania, serta pendekatan musik kontemporer internasional. Perpaduan ini tidak dimaksudkan sebagai representasi budaya tertentu secara eksklusif, melainkan sebagai ruang pertemuan yang setara, terbuka, dan saling menghargai.

Judul Anagnorisis, yang berarti “pengenalan” atau “kesadaran”, merefleksikan gagasan utama album ini: bahwa seni dan musik dapat menjadi sarana untuk saling mengenali, memahami, dan membangun empati lintas identitas. Dalam konteks global yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan kultural, karya ini menawarkan pendekatan dialogis melalui ekspresi seni.

Album ini diproduseri oleh Leonardo Pavkovics bersama Dwiki Dharmawan, sejalan dengan visi MoonJune Music dalam mendorong kolaborasi lintas budaya dan kebebasan berekspresi artistik. Keterlibatan musisi internasional dalam proyek ini mencerminkan semangat kerja sama, kepercayaan, dan dialog antarindividu dari latar budaya yang berbeda.

“Anagnorisis merupakan bagian dari perjalanan kreatif dan spiritual saya,” ujar Dwiki Dharmawan.“Melalui musik, saya berupaya menyampaikan pesan-pesan universal mengenai perdamaian, toleransi, dan saling menghormati sebagai nilai bersama umat manusia.”

Sementara itu Leonardo Pavkovic menyampaikan:

“Anagnorisis’ benar-benar album yang luar biasa, dengan atmosfer ala ECM. Saya sangat gembira bisa kembali ke Indonesia untuk merayakan musik ini bersama para musisi teman-teman saya yang luar biasa.”

Disebutkan, Anagnorisis telah dirilis secara global pada November 2025 oleh MoonJune Records, dan pada tahun 2026 resmi dirilis di Indonesia melalui Musikita Records (format digital) serta DeMajors (format fisik CD dan vinyl).

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan apresiasi dan diseminasi budaya, rilis album ini di Indonesia disertai dengan Anagnorisis Indonesia Tour 2026 yang menampilkan Dwiki Dharmawan Band feat, Gilad Atzmon. Rangkaian pertunjukan ini diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia yaitu, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali.

Tur ini didukung oleh para musisi pendamping: Dewa Bujana (gitar), Aditya Bayu (gitar), Rudy Zulkarnaen (upright bass), Cucu Kurnia (kendang), dan Kelvin Andreas (drum).

Melalui Anagnorisis, Dwiki Dharmawan menegaskan peran seni musik sebagai salah satu instrumen diplomasi budaya yang efektif yang mampu membangun pemahaman lintas bangsa, memperkuat dialog antarbudaya, serta menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal yang sejalan dengan semangat kebudayaan Indonesia di tingkat global.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 932 kali

Baca Lainnya

Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal Dudung Abdurachman Pastikan Hadiri Puncak TIFF 2026

22 Juli 2026 - 23:22 WITA

KADIN Pusat Jadikan Tomohon Mitra Strategis, TIFF 2026 Dibuka sebagai Pintu Masuk Investasi Beragam Sektor

16 Juli 2026 - 22:10 WITA

Kementerian Ekraf Siap Kembangkan TIFF Menjadi Ekosistem Industri Kreatif di Tomohon

15 Juli 2026 - 21:43 WITA

5 Produk Men’s Biore Wajib Punya untuk Perawatan Wajah Pria

14 Juli 2026 - 19:58 WITA

Menaker akan Hadiri Forum BRICS, Bahas Jaminan Sosial hingga Pengembangan Keterampilan Kerja

14 Juli 2026 - 17:40 WITA

Tuduhan Adanya Jalur Langit di MTSN 1 Pamulang Hanya Tuduhan Liar Tidak Berdasar

6 Juli 2026 - 07:52 WITA

Trending di Jakarta