Menu

Mode Gelap
Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin Penjabat Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu Bagikan Telur Susu Bicuit Di Desa Kolobolon Presiden Jokowi Didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey Resmikan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolmong Puncak Peringatan HPN 2024 Gubernur Sulut Olly Dondokambey Terima Penghargaan Pena Emas, Disaksikan Presiden Jokowi

Mitra · 14 Sep 2023 19:05 WIB ·

Peti Merajalela di Kabupaten Mitra, Soriton Sindir Kepemimpinan Kapolda Sulut


 Peti Merajalela di Kabupaten Mitra, Soriton Sindir Kepemimpinan Kapolda Sulut Perbesar

Mitra, Sulutnews.com – Christian Soriton salah satu aktivis Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Minahasa Tenggara (Mitra) Angkat bicara bahkan menyindiri kepemimpinan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Setyo Budiyanto SH.MH terkait pertambangan Ilegal (PETI) di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Mitra.

“ saya Minta pak Kapolda untuk menindak tegas para bos Tambang illegal di ratatotok karena selainm merusak hutan tapi juga tidak membayar pajak dan dampaknya tentu merugikan negara dan bisa berdampak bencana kedepannya jika terus dibiarkan peti merajalela,” ungkap Soriton yang juga aktivis KNPI Mitra.

Soriton pun membandingkan saat kepemimpinan mantan Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa dan Kapolda setelahnya.

Pasalnya dijaman Kapolda Royke Lumowa, seluruh tambang ilegal (PETI) disikat habis sampai ditutup. Bahkan ada beberapa dijadikan tersangka. Namun, saat sepeninggal Lumowa dari jabatan Kapolda, PETI kembali beroperasi. Bahkan tidak tersentuh aparat Polda Sulut.

“Setahu saya PETI di beberapa titik di Sulut, sempat dihentikan pada saat kepemimpinan Kapolda Royke Lumowa. Namun selepas Kapolda Irjen Royke Lumowa, PETI kembali beroperasi dan bahkan telah menjamur. Yang jadi pertanyaan, apakah setiap Kapolda punya aturan sendiri soal PETI,” ungkap Soriton.

Meski demikian, Soriton berpesan kepada pihak Polda Sulut kiranya jangan tebang pilih dalam penindakan dan penanganan kasus PETI, agar tidak mencoreng citra Polri di mata Masyarakat Sulut.

“Harusnya Polda Sulut harus tegas soal PETI. Karena kasus ini memang sangat nyata hadir di masyarakat. Untuk itu penanganannya juga harus serius agar citra Polda Sulut di mata masyarakat tidak tercoreng. Cukuplah dengan kasus Irjen FS, yang telah mencoreng nama baik POLRI. Jangan sampai lemahnya penanganan PETI oleh Polda Sulut, akan viral dan jangan sampai muncul nama-nama Pejabat Polisi di Polda Sulut, yang dinon-aktifkan akibat PETI,” tegas Soriton.

Diketahui, tahun 2020 tambang ilegal di Ratatotok sempat diberhentikan mantan Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa namun sekarang tambang ilegal tersebut kembali beroperasi.

Artikel ini telah dibaca 709 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peringati HUT Ke-17 Minahasa Tenggara : Membangun Masa Depan Melalui Pariwisata Budaya dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

27 May 2024 - 20:32 WIB

Warga Berharap Bukan Hanya Festival Benlak Tapi Festival Lainnya Hadir di Mitra

22 May 2024 - 22:42 WIB

Mirip Mall, PD Pasar Mitra Sediakan Fasilitas Permainan Anak di Plaza Ratahan

20 May 2024 - 14:15 WIB

“Songsong Indonesia Emas” Pemkab Mitra Gelar Upacara Harkitnas ke 116 di Pantai Lakban

20 May 2024 - 11:44 WIB

Poling Terbanyak Tentukan Gelar Favorit Pemilihan PPM 2024

18 May 2024 - 12:00 WIB

Ellen Cumentas Beserta Pengurus Dekranasda Mitra Hadiri Puncak HUT Dekranas

17 May 2024 - 09:17 WIB

Trending di Mitra