Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Internasional · 13 Feb 2026 22:12 WITA ·

PERTEMUAN KUNJUNGAN KERJA USMAN HUSIN DENGAN 258 PENYULUH PERTANIAN DI NTT


PERTEMUAN KUNJUNGAN KERJA USMAN HUSIN DENGAN 258 PENYULUH PERTANIAN DI NTT Perbesar

 

Reporter : Dance Henukh

 

 

Kupang NTT.sulutnews.com – Sebanyak 258 tenaga penyuluh pertanian telah menghadiri pertemuan Kunjungan Kerja Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Usman Husin, yang diselenggarakan bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan). Para perwakilan ini berasal dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah Pulau Timor, serta penyuluh pertanian yang bertugas di Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa ini menjadi tonggak penting karena merupakan kali pertama Anggota Komisi IV DPR RI bertemu secara langsung dan memberikan arahan kepada para penyuluh pertanian di Provinsi NTT. Kejadian ini juga memiliki makna khusus setelah status penyuluh pertanian mengalami perubahan dari pegawai daerah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah pusat yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Komisi IV Usman Husin menyampaikan bahwa perkembangan pertanian di NTT sangat bergantung pada peran para penyuluh. Menurutnya, penyuluh merupakan ujung tombak yang menentukan keberhasilan sektor pertanian di wilayah Nusa Tenggara Timur. Usman juga mengingatkan agar Provinsi NTT tidak lagi dikenal dengan julukan “Nanti Tuhan Tolong”.

Data menunjukkan bahwa hampir 90 persen masyarakat NTT bekerja sebagai petani. Namun demikian, program swasembada pangan di provinsi ini hingga saat ini masih belum dapat terwujud. Usman Husin menyatakan bahwa kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi, karena dengan proporsi masyarakat yang besar yang berprofesi sebagai petani, pencapaian swasembada pangan seharusnya dapat dicapai dengan lebih cepat.”Jelas Husin

Artikel ini telah dibaca 1,081 kali

Baca Lainnya

DPRD Rote Ndao Komisi II Respon Cepat: Panggil Pimpinan RSUD Ba’a ke RDP Besok, Usut Tuntas Kematian Agustinus Mau

13 Juli 2026 - 12:16 WITA

Nyawa Dihargai Lebih Murah dari Biaya Ambulans: RSUD Ba’a Halangi Rujukan, Agustinus Mau Mati Sia‑sia

13 Juli 2026 - 08:33 WITA

Forum Tanah Air Menyikapi Perseteruan Institusi Kejaksaan Dan Kepolisian

11 Juli 2026 - 21:13 WITA

KEPASTIAN HUKUM ATAS TANAH 170,55 HEKTAR DENGAN SURAT PERNYATAAN BERSAMA UNTUK TUTUP SENGKETA PULUHAN TAHUN

9 Juli 2026 - 21:40 WITA

ATURAN BARU 2026 TEGAS SEKALI!PENGENALAN SISWA BARU OSPEK ANEH‑ANEH DILARANG TOTAL, SANKSI BERAT SAMPAI DICOPOT JABATAN

8 Juli 2026 - 08:31 WITA

MPLS TAHUN AJARAN 2026/2027 DIBUKA: BUPATI & WAKIL BUPATI ROTE NDAO KUKUHKAN “MPLS RAMAH”, TANPA OSPEK ANEH‑ANEH DAN TANPA KEKERASAN

8 Juli 2026 - 08:24 WITA

Trending di News