Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bitung · 16 Okt 2026 19:55 WITA ·

Pertamina Inisiasi Rumah Anak Pesisir Melalui IT Bitung: Tempat Belajar, Bermimpi, dan Mencintai Lingkungan


Pertamina Inisiasi Rumah Anak Pesisir Melalui IT Bitung: Tempat Belajar, Bermimpi, dan Mencintai Lingkungan Perbesar

Bitung, Sulawesi Utara, Sulutnews. – Di sebuah kawasan permukiman pesisir di Kota Bitung, anak-anak memiliki ruang yang lebih dari sekadar tempat belajar. Di sana mereka bermain, membuat prakarya, mengeksplorasi lingkungan, belajar bersama, sekaligus membangun keberanian untuk bermimpi.

Rumah Anak Pesisir (RASI) merupakan program Tanggung Jawab Lingkungan Sosial (TJSL) yang diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung bersama kelompok masyarakat binaan, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan lokal. RASI hadir sebagai ruang pendidikan nonformal bagi anak-anak pesisir.

Sejak hadir pada 2023, RASI telah menjadi ruang belajar dan bertumbuh bagi lebih dari 145 anak di kawasan Pemukiman Candi, Lingkungan III, Kelurahan Bitung Barat 1, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Bukan hanya mengajarkan anak-anak tentang lingkungan, RASI ingin mengubah cara mereka memandang tempat tinggalnya. Pesisir bukan sekadar tempat mereka tinggal, melainkan bagian dari identitas, sumber kehidupan, sekaligus warisan yang perlu dijaga.

RASI menerapkan pendekatan experiential learning, yaitu pembelajaran berbasis pengalaman. Anak-anak tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi diajak belajar melalui apa yang mereka lihat, lakukan, dan rasakan secara langsung. Eksplorasi lingkungan, permainan edukatif, prakarya, praktik, hingga berbagai aktivitas kreatif menjadi bagian dari proses pembelajaran. Dengan cara tersebut, edukasi lingkungan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diharapkan tumbuh menjadi karakter dan kebiasaan.

“Kami percaya bahwa semua orang, termasuk anak-anak, berhak mendapatkan pendidikan yang sama, cinta yang sama, dan kasih yang sama. Oleh karena itu, kami berharap mereka yang merasa tidak mendapatkan itu semua dapat menemukannya di rumah ini. Saya percaya bahwa perubahan tidak melulu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari hal-hal kecil yang kita mulai dengan niat baik dan cinta yang besar, yang dapat membawa energi kebaikan lebih banyak lagi,” ujar Jesiska Christi Sarempa, Founder Rumah Cinta Kasih.

Selama berjalan, RASI telah menghadirkan lebih dari 20 rangkaian aktivitas yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Kegiatan tersebut antara lain Festival Anak Pesisir, Misi Pelestarian Pesisir, pengembangan metode pembelajaran bagi pengajar atau tutor, prakarya anak pesisir, hingga berbagai lomba dan peringatan hari besar.

Setiap kegiatan dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Di balik aktivitas tersebut, terdapat para relawan, pengajar, kelompok masyarakat, dan warga lokal yang ikut memastikan RASI terus menjadi ruang yang hidup bagi anak-anak.

Bagi Pertamina, keberlanjutan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari bagaimana program mampu menciptakan perubahan di tengah masyarakat. RASI dibangun melalui kolaborasi antara Integrated Terminal (IT) Bitung, kelompok masyarakat binaan, relawan, serta pemangku kepentingan lokal. Kolaborasi tersebut menghadirkan ekosistem belajar yang hangat, inklusif, dan inspiratif bagi anak-anak pesisir.

Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication Relations and CSR Regional Sulawesi, menegaskan bahwa anak-anak perlu diperkenalkan pada nilai dan masa depan lingkungan tempat mereka tumbuh. Ketika anak-anak mencintai pesisirnya, mereka sedang belajar mencintai masa depan mereka sendiri.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa pesisir bukan sekadar tempat tinggal, tetapi bagian dari kehidupan dan masa depan mereka. Dari rasa cinta terhadap lingkungan inilah kami berharap tumbuh generasi yang peduli, berani menjaga, dan mampu membawa perubahan bagi lingkungannya,” tutup Lilik.

Lilik menambahkan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Melalui Rumah Anak Pesisir (RASI), diharapkan tumbuh perubahan yang lebih besar, yaitu lahirnya generasi pesisir yang tidak hanya memiliki mimpi, tetapi juga kepedulian dan kemampuan untuk menjaga lingkungan tempat mimpi itu tumbuh.

Program ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara Pertamina dan masyarakat sekitar.

Dari tepian pantai Kota Bitung, mimpi-mimpi kecil itu terus tumbuh. Dan dari sebuah rumah bernama RASI, perubahan besar dimulai.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,080 kali

Baca Lainnya

Lindungi Nuri Talaud, Pertamina Patra Niaga IT Bitung Jalankan Konservasi Ganda – Edukasi dan Pengembangbiakan

17 Oktober 2026 - 19:30 WITA

PADU Pertamina IT Bitung: Limbah Kelapa Dijadikan Kerajinan, Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas

15 Oktober 2026 - 22:05 WITA

2 Personel Polres Bitung PTDH, Kapolres Ingatkan Disiplin Jadi Harga Mati 

14 Oktober 2026 - 22:41 WITA

Polres Bitung Bekali Guru Cegah Perundungan di Sekolah 

13 Oktober 2026 - 22:46 WITA

Asap Karhutla Selimuti Bitung BMKG dan DLH  Imbau Gunakan Masker

13 Oktober 2026 - 18:19 WITA

Open House Pengucapan Syukur HUT Ke-36 Kota Bitung, Peserta Marpolex 2026 dari Jepang Jadi Tamu Wali Kota Hengky Honandar

11 Oktober 2026 - 23:28 WITA

Trending di Bitung