Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 29 Mar 2024 22:55 WITA ·

Perayaan Jumat Agung 2024 di Manado Diwarnai Cuaca Dingin Dan Hujan


Foto : Perayaan Misa Jumat Agung di Gereja Katolik Pariki Bunda Hati Kudus, Kairagi Weru, Jumat, 29 Maret 2024 Perbesar

Foto : Perayaan Misa Jumat Agung di Gereja Katolik Pariki Bunda Hati Kudus, Kairagi Weru, Jumat, 29 Maret 2024

Manado,Sulutnews.com – Memperingati dan memaknai sengsara Yesus di kayu salib merupakan tujuan utama yang dihadirkan dalam Perayaan Hari Raya Jumat Agung.

Sengsara Yesus diartikan sebagai pengorbanan Yesus sejak kunjungan terakhir-Nya ke Yerusalem hingga proses penyaliban di atas Gunung Kalvari, yang didefinisikan hingga hari ini sebagai Sejarah Keselamatan Kristus bagi orang berdosa.

Misa Jumat Agung diperingati di gereja-gereja Katolik di Manado mulai pukul 15.00 WIB atau jam 3 petang, Jumat (29/3), diwarnai dengan guyuran hujan, maklum cuaca dingin hingga 24 derajat Celcius sering melanda Kota Manado.

Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus (BHK) Kairagi Weru Manado, menggelar Misa Suci berlangsung hikmah. Hujan turun saat sesudah pembacaan Kisah Sengsara Yesus. Bertepatan berakhirnya Upacara Pengecupan Salib Yesus yang dibawa para pembantu imam, maka hujanpun berangsur-angsur berhenti mengguyur Manado.

Misa Jumat Agung di Paroki Bunda Hati Kudus dipimpin Pastor Troyani Kalengkongan Pr. Misa Jumat Agung adalah bagian juga dari Perayaan Hari Tri Suci. Dalam kalender liturgi Gereja Katolik Roma, Misa Jumat Agung akan diakhiri dengan Paskah atau kebangkitan Kristus.

Dalam kotbahnya pastor Troyani Kalengkongan,Pr menekankan tentang perlunya gerakan satu rumah yaitu rumah besar bagi orang Kristen. Rumah besar diibaratkan dengan sebuah gerakan cinta Yesus terhadap mahluk hidup bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada tetanaman, pohon, rerumputan dan binatang.

Dengan gerakan rumah besar itu, maka kita harus menyadari diri untuk menjaga bumi dari ancaman sampah yang dapat mengakibatkan bencana alam. (Yayuk)

Artikel ini telah dibaca 1,192 kali

Baca Lainnya

DPRD Papua Barat Menggelar Kunjungan Kerja ke DPRD Sulawesi Utara

11 Agustus 2026 - 16:29 WITA

Unsrat Manado Akan Laksanakan PKKMB 13-14 Agustus 2026, Tanpa Perpeloncoan dan Kekerasan

11 Agustus 2026 - 14:37 WITA

Tingkatkan Disiplin dan Kepatuhan, Pomdam XIII/Merdeka Gelar Operasi Gaktib Razia Kendaraan Prajurit

11 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Prajurit Berprestasi, Pangdam XIII/Merdeka: Juara II Hari Ini, Juara I Berikutnya!

10 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Meriahkan HUT Partai ke 25 Tahun dan Rangkaian HUT RI ke 81, DPD Partai Demokrat Sulut Gelar Lomba Rakyat

10 Agustus 2026 - 20:23 WITA

Kapolda Sulut Rotasi Besar di Jajaran Narkoba dan TIK: Siap Wujudkan “Zero Narkoba” di Bumi Nyiur Melambai

10 Agustus 2026 - 19:29 WITA

Trending di Kepolisian