Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Manado · 29 Mar 2024 22:55 WITA ·

Perayaan Jumat Agung 2024 di Manado Diwarnai Cuaca Dingin Dan Hujan


Foto : Perayaan Misa Jumat Agung di Gereja Katolik Pariki Bunda Hati Kudus, Kairagi Weru, Jumat, 29 Maret 2024 Perbesar

Foto : Perayaan Misa Jumat Agung di Gereja Katolik Pariki Bunda Hati Kudus, Kairagi Weru, Jumat, 29 Maret 2024

Manado,Sulutnews.com – Memperingati dan memaknai sengsara Yesus di kayu salib merupakan tujuan utama yang dihadirkan dalam Perayaan Hari Raya Jumat Agung.

Sengsara Yesus diartikan sebagai pengorbanan Yesus sejak kunjungan terakhir-Nya ke Yerusalem hingga proses penyaliban di atas Gunung Kalvari, yang didefinisikan hingga hari ini sebagai Sejarah Keselamatan Kristus bagi orang berdosa.

Misa Jumat Agung diperingati di gereja-gereja Katolik di Manado mulai pukul 15.00 WIB atau jam 3 petang, Jumat (29/3), diwarnai dengan guyuran hujan, maklum cuaca dingin hingga 24 derajat Celcius sering melanda Kota Manado.

Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus (BHK) Kairagi Weru Manado, menggelar Misa Suci berlangsung hikmah. Hujan turun saat sesudah pembacaan Kisah Sengsara Yesus. Bertepatan berakhirnya Upacara Pengecupan Salib Yesus yang dibawa para pembantu imam, maka hujanpun berangsur-angsur berhenti mengguyur Manado.

Misa Jumat Agung di Paroki Bunda Hati Kudus dipimpin Pastor Troyani Kalengkongan Pr. Misa Jumat Agung adalah bagian juga dari Perayaan Hari Tri Suci. Dalam kalender liturgi Gereja Katolik Roma, Misa Jumat Agung akan diakhiri dengan Paskah atau kebangkitan Kristus.

Dalam kotbahnya pastor Troyani Kalengkongan,Pr menekankan tentang perlunya gerakan satu rumah yaitu rumah besar bagi orang Kristen. Rumah besar diibaratkan dengan sebuah gerakan cinta Yesus terhadap mahluk hidup bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada tetanaman, pohon, rerumputan dan binatang.

Dengan gerakan rumah besar itu, maka kita harus menyadari diri untuk menjaga bumi dari ancaman sampah yang dapat mengakibatkan bencana alam. (Yayuk)

Artikel ini telah dibaca 1,192 kali

Baca Lainnya

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Akan Lantik Tahlis Gallang Sebagai Sekprov Devinitif Senin 4 Mei 2026 Jam 08.00 Pagi di Aula Mapalus

3 Mei 2026 - 23:35 WITA

Kreasi Hai Setala Karya Mira Sunarti, Sulam Benang yang Menjadi Peluang Usaha Kreatif

3 Mei 2026 - 23:18 WITA

Djarum Black Jawara di GBOT 6, Bekasi Ladies di Flight B

3 Mei 2026 - 18:45 WITA

GABMO Juara 1 di Flight A Setelah Gagal ke Babak Final

3 Mei 2026 - 18:00 WITA

Kadis Dikbud Manado Peter Assa: Hadiknas 2026 Dimeriahkan Berbagai Lomba Untuk Perkuat Literasi dan Pertajam Numerasi

2 Mei 2026 - 23:48 WITA

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Menjadi Inspektur Upacara Hardiknas, Sejumlah Kepsek Bangga Pemerintah Bantu Sektor Pendidikan

2 Mei 2026 - 23:29 WITA

Trending di Manado