Manado, Sulutnews.com – Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE menjadi Inspektur Upacara Hardiknas tingkat Sulut di Halaman Kantor Gubernur Sabtu (2/5) pagi.
Dalam upacara Gubernur yang didampingi Ibu Ketua TP – PKK Ibu Anik Yulius Selvanus mengunakan pakaian adat budaya Minahasa
Dan juga sejumlah pejabat Eselon II , Staf Khusus Gubernur dan Kepsek SMA, SMK dan SLB mengunakan pakaian adat Minahasa dan Bolmong serta Sangihe.
Hadir Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M.Si serta Kepala BPMP Sulut Febry Dien ST dan ratusan undangan, puluhan Kepsek, guru guru dan ribuan siswa
Dalam upacara ditandai lounching pelaksanaan Sistim Penerimaan Siswa Baru ( SPMB) tahun 2026 di Sulut.

Foto – Salam Satu Kumando Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Ketua TP.-PKK Ibu Yulius Selvanus ( Tengah) dan Kepala BPMP Sulut Febry Dien ST ( ketiga dari kana dan Kadis Dikda Dr Femmy Suluh M.Si ( Kanan) Saat Hadir Upacara Hardiknas
Upacara yang berlangsung khidmat ditandai sejumlah tarian adat dari sejumlah sekolah termasuk Masamper dari SMA Negeri 1 Manado serta peragaan bagaimana cara siswa membatasi pengunaan hanphon saat belajar oleh siswa SMA Negeri 1. Usai upacara Gubernur dan undangan serta ribuan siswa langsung nonton Film di Aula Mapalus.
Revit 16.167 Sekolah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen) Prof Abdul Mu’ti M.Ed dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Sulut Yulius Selvanus mengatakan pendidikan hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia.
Hardiknas saat ini menurut Mendikdasmen menjadi momentum penting bagi kita untuk merefleksi dan meneguhkan kembali tujuan pendidikan nasional yakni membangun watak dan peradaban bangsa.

Foto – Gubernur Sulut dan Ibu Ketua TP.- PKK Anik Yulius Selvanus saat foto bersama siswa siswa selesai Hardilnas.
Abdul Mu’ti juga mengatakan pendidikan bertujuan menumbuhkan potensi manusia agar beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, dan bertanggung jawab.
Ditambahkan juga oleh Mendikdasmen ada lima kebijakan strategis pertama adalah program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran.
Dimana tahun 2025 lalu program revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan diseluruh Indonesia. Dan ada Interaktif Flet Panel ( IFP) juga telah didistribusikan ke lebih dari 288.000 satuan pendidikan disemua daerah.

Foto – Ribuan Siswa saat Nonton Filmm dan acara Syukuran di Aula Mapalus dihadiri Gubernur Sulut dan Ibu Anik Yulius Selvanus.
Kemudian kebijakan kedua adalah pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan guru. Pemerintah memberikan beasiswa Rp 3 juta per semester bagi guru yang belum berkualifikasi S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Dan menurut Mendikdasmen ada kebijakan ketiga mengintegrasikan pembelajaran mendalam dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Serta penerapan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat serta program makan bergizi gratis ( MBG) menjadi bagian dari upaya tersebut.
Untuk kebijakan keempat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi dan numerasi, serta pengembangan STEM. Lomba olahraga dan seni juga diselenggarakan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa.
Sementara kebijakan kelima memberikan kesempatan pendidikan yang merata melalui sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, dan layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Kepsek Banga Perhatian Pemerintah
Sejumlah Kepsek kepada Jurnalis Sumikolah Sulut menyatakan banga karena pemerintah serius memperhatikan sektor pendidikan.
” Kami banga karena ada proyek revitalisasi dan bantuan IFP Smardboard juga kesejahtraan guru” kata Kepsek SMA Negeri 1 Tompaso Minahasa Jendry Paendong S.Pd MAP serta Kepsek SMA Negeri 1 Tombariri Tanawangko Minahasa Alex Pungus S.Pd.
Menurut Paendong Hardiknas tahun ini kita berbanga dan bersyukur karena perhatian pemerintah dengan pendidikan nyata dan fakta realisasinya. Contoh revitalisasi disekolahnya untuk bangun ruang kelas dan UKS serta toilet dan lainnya. Ini benar benar terasa bantuan pemerintah. Begitu juga Smardboard satu buah dan akan ditambah. Sertifiksi guru juga cukup baik untuk kesejahtraan guru. Bahkan Alex Pungus mengatakan sangat membantu IFP Smardboard untuk proses belajar mengajar.
Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah di Kab Mitra dan Kab Minsel Arie Toluh S.Pd. M.Pd kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Sabtu (2/5) disela sela Hardiknas di Aula Kantor Gubernur mengatakan, luar biasa bantuan pemerintah yang ada puluhan sekolah SMK, SMA dan SLB yang ada di wilayah kerjanya di Kabupaten Mitra dan Minsel.” Bantuan revitalisasi, IFP Smardboard dan juga sertifikasi guru guru cukup banyak dan ini nyata ada realisasi” ujar Toluh. Menurutnya pemerintah Pusat dan daerah sangat banyak membantu bahkan rencana tahun ini akan ada lagi meski bertahap. (Fanny)







