Sitaro.sulutnews.com – Warga Lingkungan IV, Kelurahan Bebali, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), digegerkan dengan peristiwa seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkih, Sabtu, 20/6/2026, siang.
Korban diketahui bernama Alfareldo (20), warga Lingkungan IV Kelurahan Bebali. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 12.05 WITA oleh adik korban, Carlita (11), yang saat itu sedang bermain di halaman rumah.

Pohon cengki dan tali yang digunakan korban
Menurut keterangan saksi, Carlita melihat kakaknya sudah dalam posisi tergantung di sebuah pohon cengkih yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah mereka. Menyadari kondisi tersebut, ia langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Teriakan tersebut mengundang perhatian warga, termasuk tetangga korban, Salim, yang segera mendatangi lokasi kejadian. Bersama sejumlah warga lainnya, Salim kemudian menurunkan korban dengan harapan masih dapat diselamatkan. Namun saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak Polsek Siau Timur yang langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan awal dan mengamankan lokasi.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban diduga menggunakan tali plastik jenis nilon berwarna hijau yang diikat pada cabang pohon cengkih dengan ketinggian sekitar tiga meter dari permukaan tanah. Petugas juga menemukan sebuah botol air mineral berisi minuman beralkohol yang diduga milik korban.
Sementara itu, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Ulu, dr. Angelo P. Pangulimang, menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tim medis menemukan bekas lilitan tali pada leher korban, noda air kencing pada celana, serta luka pada bagian dagu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar tersebut, dokter menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri.
Keterangan lain yang diperoleh dari saksi menyebutkan bahwa sehari sebelum kejadian, yakni pada Jumat, 19/6/2026, korban diduga telah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri namun berhasil dicegah oleh ayahnya.
Hingga saat ini, motif yang melatarbelakangi tindakan korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Kapolsek Siau Timur, IPDA Rekky H. Madoa, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah awal di lokasi kejadian dengan melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Dari hasil pemeriksaan di TKP serta keterangan medis luar yang dilakukan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” ujarnya.
Ditambahkan Kapolsek, kepolisian tetap akan melanjutkan proses penyelidikan untuk melengkapi administrasi dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat dipastikan secara jelas sesuai prosedur yang berlaku.






