Manado, Sulutnews.com – Pembangunan proyek fisik berupa ruang belajar dan praktek serta pengadaan peralatan untuk 7 SMK Negeri dan Swasta di Sulut saat ini progresnya cukup baik. Dan diperkirakan hinga akhir tahun sudah bisa direalisasikan semua sesuai waktu yang ditetapkan.
“Jadi saya optimis bisa terealisasi semua .Karena saat ini saja sudah ada yang progresnya hampir 70 persen” kata Kepala Bidang ( Kabid) SMK Dinas Pendidikan Daerah ( Dikda) Sulut Vecky Pangkerego S.Pd.M.Pd kepada Sulutnews.com usai membuka acara Workshop Literasi Untuk Penguatan Literasi Untuk SMK Berbasis Industri 4.0 di SMK Negeri 1 Tombariri Kabupaten Minahasa Jumat (18/10).
Dalam acara Workshop Literasi hadir Kepsek SMK Negei 1 Tombariri Ir Ivon Memah M.Pd, dan pembicara Puji Winarno Fasilitator dari Direktorat SMK dan Pembangunan Fisik Kemendikbudristek serta Vitriana Koordinator Nasional Kominitas Kami Pelajar. Peserta semua guru guru dan opreter staf SMK Negeri 1 Rombariri.

Foto – Kepsek SMK Negeri 1 Tombariri Ir Ivon Memah M.Pd
Menurut Kabid SMK Dikda Sulut Vecky Pangkerego, kita bersyukur karena Pemerintah.pusat lewat Kemendikbudristek 7 sekolah SMK Negeri dan Swasta serta satu bantuan lanjutan di SMK Muhamadiah dapar bantuan Ini semua koordinasi antara daerah lewat Pemda Sulut dan pusat sehinga dapat bantuan.
Dan bantuan ini besar sekitar Rp 1, 9 miliar setiap sekolah dan saat ini 7 SMK dan satu SMK Muhamadiah di Kotamobagu tingal lanjutan ” Ini harus dimanfaatkab dengan baik” kata Kabid. Dia bersukur sudah ada.empat progresnya baik seperti SMK 1 Tombariri, SMK Negeri 1 Ratahan , SMK Negeri 6 Manado dan SMK Negeri 6 Kota Bitung . Dan tiga lainnya sudah baik karena hinga akhir tahun semua terealiassi .” Jadi bantuan ini harus digunakan dengan baik” kata Pangkerego.
Dikatakan juga bantuan ini tujuanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kompetensi kejuruan yang ada di SMK.” Kita optimis lulusan SMK semakin memiliki kompetensi keahlihan dan skil yang siap pakai” katanya.
Terkait workhop Literasi sangat pentint bagi guru guru
Diharapkan materi dalam workshop itu diteruskan kepada siswa jangan hanya guru guru saja. Workshop untuk menambah wawasan bagi guru guru agar tau perkembangan teknologi dan juga bidang lainnya.
Worshop Literasi
Sementara itu Puji Winarno Fasilitator dari Direktorat SMK Pembangunan Fisik Kemendikbudristek mengatakan, Workshop Literasi penting bagi guru guru karenan untuk menambah pengetahuan. Karena itu dharapkan bisa ikut hinga selesai. Menurutnya SMK Berbasis Industri itu mendapat bantuan agarl kuwlitas siswa berkualitas sesuai kompetensi keahlihan. Ini penting agar siswa tidak kalah bersaing ketika akan masuk kerja. Ini pentint dengan dana pengembangan induatri 4.0. ” Saya optimis bisa sukses SMK Negeri 1 Tombariri dengan acara Workshop Literasi” kata Winarno.

Foto – Peserta Workshop Literasi
Sedangkan Kepsek SMK Negeri 1 Tombariru Ir Ivon Memah mengatakan, sekolahnya mendapat dana pengembangan Industri 4.0 karena untuk tingkatkan kualitas siswa sesuai jurusan yang ada. Untuk bangunan fisik yang sudah sementara dibantun iru akan tuntss akhir tahun saat ini progres sudah 70 persen.” Tidak ada masalah” kata Kepsek.
Ia mengatakan Workshop Literasi yang dilaksanakan disekolahnya cukup baik karena membantu guru guru.
SMKN 6 Akhir Tahun
Sementara Kepsek SMK Negeri 6 Manado secara terpisah Altje Salele S.Pd mengatakan untuk sekolahnya sudah cukup baik karena hinga akhir tahun akan tuntas proyek gedung.untuk ruang prakteknya dua lantai
” Kami optimis bisa tuntas hinga akhir tahun nanti” kata Salele. Pantauan Sulutnews.com di SMK Negeri 6 Manado, SMK Negeri 1 Tombariri, SMK Negeri 6 Kota Bitung dan SMK Negeri 1 Ratahan Minahasa Tengara cukup baik pembangunan rata rata progres pekerjaan untuk hedung demgan dana pengembangan industri 4.0 sudah diatas 60 hinga 70 persen. (Fanny)







