Manado, Sulutnews.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS) Ramah di SMA , SMK Negeri dan Swasta di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa berjalan lancar hinga hari kedua Selasa (14/7/26). Antusias murid baru untuk ikut MPLS Ramah cukup tingi dan penuh semangat sejak hari pertama Senin 13Juli hinga hari kedua Selasa 14 Juli 2026.
Hal tersebut dikatakan Kepsek SMA Swasta Kristen 1 Tomohon Ferly J.W.Rauh S.Pd, lewat Humas Meiske Mamangkey S.Pd, Kepsek SMK Swasta Kristen II Tomohon Novry Sumampouw S.Pd dan Kepsek SMA Negeri 1 Tondano Amelda Sakul S.Pd.M.Pd kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Selasa (14/7/26) secara terpisah di Tomohon dan Tondano Kabupaten Minahasa.

Foto – Suasana MPLS di SMA Swasta Kristen II Tomohon
Menurut Meiske Mamangkey murid baru sekitar 223 yang diterima ikut semua dalam MPLS Ramah. Murid baru sangat antusias dan bersemangat ikut MPLS. Dalam MPLS kita ikut aturan yang ada yakni MPLS Ramah lingkungan, murid dan biaya. Dalam MPLS tidak ada kekerasan dan perpeloncoan serta bullyng. Selama MPLS juga ada materi dari internal sekolah dan juga eksternal seperti Badan Narkotika Nasional ( BNN) di Tomohon , Kepolisian dan lembaga lainnya. Dihari kedua dari BNN Kota Tomohon memberikan materi terkait bahaya narkotika dan obat obat terlarang.
Menjawab yang lain menurut Meiske, SMA Swasta Kristen I Tomohon sebagai sekolah Akreditasi ” A ” Unggul dengan 800 murid saat ini terus tingkatkan kualitas” ujar Mamangkey.
Hal yang lain dikatakan Kepsek SMK Swasta Kristen II Tomohon Novry Sumampouw. Ada ratusan murid ikut MPLS sejak hari pertama hinga hari kedua Selasa 14 Juli 2026.

Menurut Kepsek MPLS kita laksanakan sesuai juknis dan aturan yang ada yakni tidak ada kekerasan dan perpeloncoan dan bullyng.
Selama MPLS kita berikan materi dari guru guru terkait situsi sekolah dan juga soal karakter dan pergaulan murid murid diusia muda dan ada dari pihak eksternal sekolah.
Kepsek optimis SMK Kristen II Tomohon bisa melaksanakan MPLS dengan baik hinga hari terakhir Jumat 17 Juli 2026.

Foto – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Tondano Ikut MPLS
Tidak Ada Kekerasan
Sementara itu Kepsek SMA Negeri 1 Tondano Amelda Sakul mengatakan, dalam MPLS ada sekitar 110 murid baru yang ikut hinga hari kedua. Tidak ada kekerasan dalam MPLS semua berjalan lancar dan sesuai aturan Permendikdasmen no 12 Tahun 2026. MPLS Ramah kita lakukan ramah lingkungan, murid dan biaya. Materi MPLS dari guru guru dan juga dari eksternal baik BNN dan Polisi.” Saya optimis lancar MPLS hinga hari terakhir Jumat 17 Juli 2026″ ujar Kepsek Amelda.
Sebelumnya Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPMP) Sulut Febry Dien ST.M.Inf.Tech ( MAN) minta MPLS Ramah harus dilakukan dengan baik yakni ramah lingkungan, murid dan biaya . Kemudian tidak lakukan kekerasan dan Perpeloncoan dan bullyng.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Tondano Amelda Sakul S.Pd.M Pd
Begitu juga dikatakan Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh yakni meminta semua satuan pendidikan SMA dan SMK negeri dan swasta untuk ikut aturan dalam melaksanakan MPLS sesuai Permendikdasmen No 12 Tahun 2026.” Semua harus ikut aturan dan petunjuk teknis ” kata Kadis Dikda Sulut Femmy Suluh. Data yang ada jumlah SMA dan SMK Negeri dan Swasta di Sulut sekitar 462 sekolah. (Fanny)





