Jakarta, 28 September 2026 – OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmikan kantor barunya. Tandakan komitmen jangka panjang pada pertumbuhan dan pemberdayaan industri aset keuangan digital di Indonesia berbasis standar kepatuhan global.
Kehadiran kantor fisik ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan dengan nasabah, mitra, komunitas, KOL, dan pemangku kepentingan, sekaligus membuka ruang dialog dan kolaborasi yang lebih dekat dengan ekosistem. Dengan prinsip “Built on Your Feedback, Empowered by Global Compliance”, OSL berkomitmen membangun platform dan layanan berdasarkan kebutuhan pengguna.
Source: dokumentasi OSL Indonesia – Ivan Arilito, Presiden Direktur OSL Indonesia.” />
President Director OSL Indonesia, Ivan Arilito menyampaikan bahwa peluncuran kantor ini bukan sekadar mengenai kehadiran fisik, tetapi merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk semakin dekat dengan ekosistem Indonesia. Dalam hal ini, kantor OSL dapat menjadi wadah untuk mendengarkan tanggapan dan saran, sekaligus berinteraksi secara langsung dengan ekosistem OSL Indonesia.
“Sebagai platform crypto exchange dengan standar global yang hadir ke Indonesia, kami berkomitmen untuk memberikan layanan sesuai kebutuhan investor Indonesia. Selain hadir dengan kantor fisik, kami juga menghadirkan program Voice of Customer (VoC) bagi pengguna dan komunitas OSL Indonesia. Ini merupakan rangkaian komitmen jangka panjang kami di pasar aset digital Indonesia,” jelas Ivan.
Lebih lanjut, Voice of Customer (VOC) menjadi wadah bagi pengguna untuk menyampaikan masukan, kritik, dan saran yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan produk. OSL Indonesia juga menghadirkan Market Buzz, yang menyajikan berita, informasi pasar secara real-time, guna membantu pengguna memahami perkembangan pasar dan mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.
Ke depan, OSL Indonesia akan berfokus pada pengembangan platform berbasis kebutuhan pengguna, manajemen risiko, dan proses operasional yang berdasar pada perkembangan regulasi yang berlaku di Indonesia.
“Pertumbuhan industri aset digital perlu dibangun di atas kepercayaan, kepatuhan, edukasi, dan inovasi. Kami optimistis terhadap potensi pasar Indonesia dan akan terus mengambil pendekatan jangka panjang sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia,” tambah Ivan.
Untuk menjawab kebutuhan pengguna yang beragam, OSL Indonesia mengembangkan layanan seperti Quick Buy/Sell untuk kebutuhan transaksi spot, Auto Invest melalui strategi DCA bagi investor jangka panjang, serta OSL Elite untuk pengguna dengan kebutuhan transaksi dan layanan yang lebih besar.
Dengan menggabungkan pengalaman global, kehadiran lokal, kepatuhan, dan pendekatan berbasis pengguna, OSL Indonesia berkomitmen untuk terus tumbuh bersama ekosistem dan berkontribusi pada perkembangan aset digital Indonesia yang semakin matang dan bertanggung jawab.
Melalui pendekatan tersebut, OSL Indonesia ingin membangun platform yang tidak hanya membawa pengalaman dan standar global ke Indonesia, tetapi juga terus berkembang berdasarkan kebutuhan pengguna lokal. Namun, perlu dipahami bahwa perdagangan dan investasi aset digital memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga, risiko kehilangan modal, likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi.
Oleh karena itu, pengguna perlu memahami karakteristik dan risiko aset digital, melakukan riset secara mandiri, serta mempertimbangkan profil risiko dan kondisi masing-masing sebelum mengambil keputusan.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES




