Menu

Mode Gelap
Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek! Merah Putih Shooting Competition Digelar, Gubernur Optimistis Perbakin Bengkulu Raih Emas PON STOP PRESS Wartawan Sulutnews.com “ILPI TARMAWAN”

Hukrim · 21 Jan 2023 14:40 WIB ·

Ocktap Riady Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Terhadap 5 Wartawan di Surabaya


Ocktap Riady Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Terhadap 5 Wartawan di Surabaya Perbesar

SURABAYA,SULUTNEWS.COM– Lima orang Wartawan Surabaya diduga jadi korban pengeroyokan belasan orang berpaian preman. Lima orang wartawan ini, diduga dikeroyok saat meliput penyegelan di Diskotik Ibiza Jalan Simpang Dukuh pukul 14.00 WIB, Jumat (20/1/2023).

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari melalui Ketua Bidang Advokasi/Pembelaan Wartawan, Ocktap Riady, mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap lima wartawan yang sedang meliput penyegelan diskotik di kota Surabaya. Menurut Ocktap, polisi harus segera menangkap para pelakunya.

“Harus diusut dan ditangkap pelakunya dan aktor dibelakang kejadian ini. Bisa jadi preman tersebut disuruh seseorang dan harus diusut tuntas,” ujar Ocktap.

Menurut Ocktap tindakan para preman yang menghalangi kerja wartawan itu sudah melanggar pasal 18 UU Pers No 40 Tahun 1999.

“Menghalangi kerja wartawan bisa dikenakan pidana 2 tahun dan denda Rp 500 juta,” tegas Ocktap.

Lebih lanjut, Ocktap juga meminta teman teman wartawan untuk terus mengawal laporan polisi yang dilakukan agar bisa terus dilanjutkan pengusutan kasus tersebut. Dia juga meminta masyarakat menghargai kerja wartawan sehingga tidak melakukan intimidasi atau kekerasan.

Lima orang wartawan itu adalah Firman
dari Inews, Anggadia dari beritajatim.com, Rofik dari LensaIndonesia, Ali Fotografer Inews dan  Didik Fotografer Antara.

Salah satu korban, Rofik mengatakan kejadian itu bermula saat ada seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya meminta Rofik untuk naik ke lantai lima. Perempuan itu berbicara dengan nada tinggi.

“Diminta naik dipanggil Wahyu, gak tau siapa Wahyu, dia ngomong dengan nada tinggi dan merendahkan,” ujar dia.

Karena tidak merasa ada hubungan dengan seorang bernama Wahyu, Rofiq menolak. Ia hanya ingin mewawancarai dinas terkait, soal penyegelan diskotik.

Ketika berada di Loby gedung, ia dihampiri oleh beberapa orang yang tidak dikenal. Rofik mengenai dari mereka adalah anggota Pemuda Pancasila.

“Salah satu pernah ada yang menelepon saya kalau dia itu orang PP, pernah bertemu dengan saya, tiga orang turun, lima orang turun sampai beberapa orang,” kata dia

Karena tidak mau meladeni mereka, Rofik pergi ke sebuah warung. Tiba-tiba perempuan yang meminta Rofik naik ke lantai lima, datang kembali dan bicara dengan nada tinggi serta memutar balikkan fakta.

“Orang-orang yang dari loby tadi datang, ada lebih dari sepuluh orang, setelah sempat berargumentasi, ada yang mengaku suaminya perempuan itu, lalu, belasan pria berbaju preman itu pun memukul saya,” katanya.

Rofik mengalami pemukulan di bagian kepala sebelah telinga, rahang, bahu, sikut dan rusuk berkali kali. Bahkan dirinya juga sempat dipukul kursi.

“Yang sakit itu di kuping,” ucapnya.

Aksi pengeroyokan ini sempat didokumentasikan Fotografer Antara, Didik yang juga ada di TKP. Namun, para pelaku menghalangi Didik.

“Mas Didik sempat dipukul helem,” kata dia.

Beberapa saat kemudian, wartawan lain, Angga, Firman dan Ali pun datang untuk membantu melerai aksi tersebut. Namun, mereka turut menjadi korban pemukulan.

“Mereka melerai, tapi saya lihat ada yang kena pukul,” tuturnya.

Mereka pun meminta lima wartawan ini untuk pergi. Sayangnya, mereka menahan dua motor dari lima jurnalis ini.

Atas kejadian ini, lima wartawa ini pun melaporkan ke SPKT Polrestabes Surabaya. “Kalau diperlukan visum saya akan visum,” pungkasnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana membenarkan kabar pelaporan tersebut. Mereka telah didampingi oleh Resmob.

“Nah ini kan tadi mereka menginformasikan, sedang laporan di Polrestabes saya minta didampingi Resmob,” kata dia. (**/arp)

Artikel ini telah dibaca 193 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tulenan – Mambu Juara Hari Bridge Nasional ke 72 Kerjasama GABMO dan Dispora

14 Desember 2025 - 20:00 WIB

Delapan Club dan Perkumpulan Gabungan Bridge Manado Dikukuhkan

14 Desember 2025 - 17:50 WIB

Terkait Pelemparan Motor, Orang Tua Korban Meminta Kapolsek Rote Barat Daya Tangkap Pelaku Yang Identitasnya Sudah Diketahui

14 Desember 2025 - 16:09 WIB

Hari Bridge Nasional ke 72, GABMO Gelar Christmas Bridge Celebration

14 Desember 2025 - 02:18 WIB

Diduga Kepala Desa Oelasin Tidak Bertanggung Jawab, Anak-Anak Dusun Aisele Lempar Batu ke Pengendara Motor dan Tunjukkan Niat Membunuh

13 Desember 2025 - 23:33 WIB

Korupsi KUR Bank Plat Merah di Asahan, Eks Kepala Unit dan Mantri Ditetapkan Jadi Tersangka Rugikan Negara Rp2,4 Miliar

9 Desember 2025 - 23:34 WIB

Trending di Asahan