Menu

Mode Gelap
Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek! Merah Putih Shooting Competition Digelar, Gubernur Optimistis Perbakin Bengkulu Raih Emas PON STOP PRESS Wartawan Sulutnews.com “ILPI TARMAWAN”

Manado · 21 Des 2024 19:22 WIB ·

Mencari Formula Menuju Eksekusi Tugas di Pemilu 2029, Bawaslu RI Gelar Rakor Evaluasi Organisasi di Sulut


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MANADO,Sulutnews.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar giat bertajuk Rapat Evaluasi Organisasi Pengawas Pemilu bersama Stakeholder di Manado.Giat yang berlangsung mulai 20 – 22  Desember 2024,dibuka pelaksanaanya oleh Anggota Bawaslu RI, Dr Herwin JH Malonda MPd MH. Saat menyampaikan sambutan, Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu RI ini mengatakan, kegiatan rakor ini dilaksanakan guna mendapatkan masukan dan saran sebagai bentuk evaluasi atas pelaksanaan tugas Bawaslu pada Pemilu 2024 agar terjadi perbaikan pada pelaksanaan tugas kedepan.

“Pilpres dan Pilek serta Pilkada serentak 2024 sudah usai, sekarang tinggal bagaimana melakukan evaluasi dengan memberikan masukan, kritikan, dan saran untuk dilakukan oleh Bawaslu dalam kaitan tugas pengawasan ,” kata Herwin Sabtu (21/12/2024).

Juga mantan Ketua Bawaslu Sulut ini menjelaskan sejarah terbentuknya Bawaslu. Dimana Pengawasan demokrasi di Indonesia tidak lepas dari sumbangsih Bawaslu yang dulu dikenal Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu.”Awal berdirinya Bawaslu dilatarbelakangi adanya krisis kepercayaan kepada pelaksanaan pemilu, dan krisis kepercayaan inilah yang mulai dikooptasi kekuatan rezim penguasa sejak 1971 dan muncul protes-protes dari masyarakat karena diduga banyaknya manipulasi yang dilakukan oleh petugas pemilu saat itu,” ungkap Herwin.

Krisis kepercayaan terhadap pelaksanaan pemilu ini berlanjut hingga Pemilu 1977 dengan adanya kecurangan dan pelanggaran yang lebih masif.

Kritik datang dari politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PDI meminta kepada pemerintah untuk meningkatkan kualitas pemilu pada 1982 dengan memperbaiki UU.

Barulah pada 1982, pengawas pemilu dibentuk dengan nama Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu.(Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,118 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jepang Butuh 3.000 Tenaga Kerja Trampil Lulusan SMK dari Sulut, Kadis Dikda Femmy Suluh Sekolah Harus Tingkatkan Kualitas

9 Desember 2025 - 23:29 WIB

Mampu Meningkatkan Prestasi Olahraga Kota Manado, Richard Sualang Paling Layak Ketua KONI Manado

9 Desember 2025 - 08:16 WIB

Fraksi PDIP DPRD Sulut Dukung Pansus Pajak dan Retribusi Daerah

9 Desember 2025 - 07:37 WIB

Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias: Dihari Natal Damai Itu Harus Dari Diri Sendiri, Kualitas Terus Kita Tingkatkan

8 Desember 2025 - 18:27 WIB

Masyarakat Mulai Serbu Pusat Perbelanjaan Untuk Belanja Keperluan Natal dan Tahun Baru

7 Desember 2025 - 23:28 WIB

Komisi P/KB Sinode GMIM Gelar Ibadah Natal Bersama Jemaat Torsina Tumumpa

7 Desember 2025 - 12:13 WIB

Trending di Manado