Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 12 Feb 2026 20:07 WITA ·

Membangun Kekayaan Melalui Literasi Aset Kripto, Belajar dari Konsistensi Strategi Global dan Keunggulan Bitcoin


Membangun Kekayaan Melalui Literasi Aset Kripto, Belajar dari Konsistensi Strategi Global dan Keunggulan Bitcoin Perbesar

Jakarta, 12 Februari 2026 – Akhir-akhir ini Michael Saylor, sebagai tokoh sentral di balik transformasi perusahaan Strategy, telah memposisikan dirinya sebagai salah satu pendukung Bitcoin paling vokal di dunia melalui strategi akumulasi yang sangat konsisten. Hingga awal tahun 2026, perusahaan yang dipimpinnya telah memiliki lebih dari 714.644 BTC.

Sebuah jumlah yang luar biasa dan menempatkan mereka sebagai salah satu pemegang korporasi terbesar secara global. Saylor menegaskan bahwa fluktuasi harga jangka pendek tidak akan mengubah rencana jangka panjangnya untuk terus membeli Bitcoin setiap kuartal.

Ia memandang Bitcoin sebagai cadangan nilai utama yang jauh lebih unggul dibandingkan uang tunai. Strategi ini dirancang untuk memberikan ketenangan bagi investor di tengah dinamika pasar, membuktikan bahwa keyakinan yang kuat pada fundamental aset dapat melampaui kebisingan berita harian.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Robert Kiyosaki, penulis buku finansial legendaris Rich Dad Poor Dad, baru-baru ini juga menegaskan dukungannya terhadap Bitcoin dengan membandingkannya secara langsung terhadap emas. 

Beliau berpendapat bahwa meskipun emas tetap menjadi aset yang berharga, pasokannya masih bisa bertambah melalui penemuan tambang baru maupun kemajuan teknologi pengeboran. Sebaliknya, Bitcoin diatur oleh kode matematika yang sangat ketat sehingga membatasi jumlah totalnya hanya pada angka 21 juta koin, menciptakan tingkat kelangkaan absolut yang tidak dimiliki oleh logam mulia tradisional. 

Kelangkaan yang telah dirancang secara digital inilah yang membuat Kiyosaki memandang Bitcoin memiliki keunggulan struktural yang lebih cerdas untuk meningkatkan kekayaan di masa depan.

Namun, bagi para investor di Indonesia, perpaduan strategi positif dari dari Michael Saylor dan pandangan Robert Kiyosaki ini juga dapat memberikan harapan baru bahwa peluang keuntungan jangka panjang masih terbuka sangat lebar bagi mereka yang mampu bersikap tenang dan tidak terbawa arus kepanikan sesaat. 

Bittime, platform pertukaran aset kripto yang telah memperoleh izin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang bagi setiap penggunanya agar investasi tidak sekadar menjadi ajang spekulasi, melainkan sebuah keputusan yang diambil berdasarkan pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko dan fundamental aset. 

Dengan memperkuat wawasan sebelum bertransaksi, investor diharapkan dapat membedakan antara fluktuasi harga sementara dan nilai jangka panjang sebuah teknologi sehingga tidak mudah goyah oleh berita-berita yang kurang akurat.

Kesabaran dan pemahaman yang baik akan menjadi kunci utama dalam meraih potensi maksimal dari perkembangan aset kripto yang terus bertransformasi menuju standar keuangan masa depan yang lebih inklusif dan modern.

Tentu, perlu dipahami, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui tingkat toleransi risiko, serta strategi dan metode investasi yang sesuai bagi masing-masing sebelum memulai perdagangan atau investasi aset kripto.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 946 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bantaran Sungai Gajahwong Jadi Panggung Cita-Cita: LP-190 Gelar WOW-DAY 2 dan Dorong Potensi Impactful Tourism di Ledhok Timoho

16 Agustus 2026 - 13:21 WITA

Participatory AI Advertising Dorong Model Baru Ekonomi Periklanan: Dari Membeli Traffic Menuju Memberikan Reward atas Kreasi

16 Agustus 2026 - 12:26 WITA

Bitcoin Tertekan di US$63.000, FLOQ Ungkap Peluang Rebound hingga Akhir 2026

16 Agustus 2026 - 10:18 WITA

Dupoin Futures Gandeng WeWork Dorong Pekerja Swasta Kenali Peluang Side Income Melalui Futures Trading

16 Agustus 2026 - 09:00 WITA

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

15 Agustus 2026 - 22:15 WITA

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

15 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Trending di Bisnis