KOTAMOBAGU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mengajak masyarakat meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, amanah, kepedulian, persaudaraan, keadilan, kepemimpinan, dan tanggung jawab dinilai tetap relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kotamobagu, Jumat (11/9/2026). Kegiatan itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PCNU Kota Kotamobagu H. Nasrun Koto, S.H., M.H., para tokoh agama, serta jajaran PMII, GP Ansor dan Banser.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., membacakan sambutan Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M. Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada PCNU Kota Kotamobagu yang dinilai konsisten mengambil bagian dalam kehidupan keagamaan, sosial kemasyarakatan, dan pembangunan daerah.
“Kami berharap PCNU Kota Kotamobagu terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, rukun dan berakhlak mulia,” demikian pesan Wali Kota. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan masyarakat agar tetap berpegang pada nilai agama, persaudaraan, toleransi, dan semangat kebangsaan. Kolaborasi pemerintah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat juga dinilai penting dalam menjaga keharmonisan serta keamanan dan ketertiban daerah.
Wali Kota mengingatkan bahwa Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memahami dan mengamalkan keteladanan Rasulullah SAW. Akhlak, keadilan, persaudaraan, serta tanggung jawab yang dicontohkan Rasulullah dinilai relevan dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan. Jabatan dan kekuasaan, menurutnya, merupakan amanah yang harus dijalankan secara adil, bijaksana, dan penuh tanggung jawab.
Di tengah berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi, derasnya arus informasi, perkembangan teknologi, persoalan lingkungan hingga bencana alam, masyarakat diajak memperkuat kepedulian dan ketahanan sosial. Keberagaman Kota Kotamobagu juga diharapkan menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. “Untuk itu, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan semakin memperkuat ukhuwah, silaturahmi, toleransi dan sikap saling menghormati di tengah masyarakat,” demikian pesan Wali Kota. Ia mengajak seluruh elemen daerah bersama-sama membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kuat dalam persaudaraan, kepedulian, akhlak, dan keimanan, sejalan dengan komitmen mewujudkan Kotamobagu Bersahabat — Berkemajuan, Sejahtera, Berbudaya dan Inovatif.






