KOtamobagu, SulutNEWS — Di masa yang tak menentu ini, ketika kebutuhan bahan bakar minyak dirasakan semakin sulit didapatkan, satu hal yang patut kita banggakan: SPBU Kotobangon tetap berdiri dengan dedikasi yang luar biasa. Meski antrian kendaraan terlihat
panjang dan warga harus bersabar menunggu, semangat pelayanan petugas tak pernah luntur. Mereka hadir bukan sekadar menjual bensin, tetapi melayani kebutuhan masyarakat dengan sepenuh hati, sekuat tenaga, dan sesuai jatah yang diberikan Pertamina.
Saat ini masyarakat memang menghadapi tantangan yang cukup berat. Pertalite maupun Pertamax terasa semakin sulit dicari. Di beberapa tempat, harga eceran di luar SPBU bahkan melonjak hingga Rp18.000 per liter — sungguh beban yang terasa berat bagi kita semua. Wajar jika masyarakat berharap kepada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi agar segera turun tangan menstabilkan pasokan, sehingga harga kembali wajar dan masyarakat bisa bernapas lega.
Namun di tengah situasi yang sulit inilah, keindahan pelayanan SPBU Kotobangon sungguh terasa. Mereka adalah bukti bahwa pelayanan yang tulus tetap dapat diberikan meski dalam kondisi terbatas.
Buyung Pontoh pun menyampaikan apresiasinya dengan tulus:
“Saya sungguh mengapresiasi pelayanan SPBU Kotobangon. Di saat tempat lain tutup atau mengurangi jam operasional, SPBU Kotobangon tetap konsisten hadir melayani kami. Kendati pasokan terbatas, mereka tetap berusaha sebaik mungkin mendistribusikannya secara adil kepada masyarakat. Ini adalah pelayanan yang sangat memuaskan dan patut menjadi teladan. Terima kasih kepada seluruh jajaran dan petugas SPBU Kotobangon — kalian pahlawan yang tak terlihat, namun sangat berarti bagi kami.” Tegas Pontoh (Ewin).






