Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sangihe · 31 Okt 2023 19:34 WITA ·

Marak Kapal Ikan Dari Luar Sangihe, Bupati Akan Lakukan Langkah Tegas


Marak Kapal Ikan Dari Luar Sangihe, Bupati Akan Lakukan Langkah Tegas Perbesar

Tahuna, Sulutnew.com – Wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe 94 persen adalah laut dan masyarakat mayoritas adalah nelayan. Namun wilayah laut Sangihe malahan di kuasai oleh kapal tangkap dari luar Sangihe.

Terpantau kapal penangkap ikan tuna sering memasuki wilayah perairan Sangihe di kecamatan Kendahe dan wilayah perbatasan Kecamatan Nusa Tabukan dan Marore.

Hal itu pun dikeluhkan oleh masyarakat nelayan Sangihe, dimana mereka kalah fasilitas dengan kapal dari luar Sangihe. Satu kapal ikan dengan membawa perahu pakura berkisar sepuluh sampai lima belas unit. Dari informasi di peroleh media ini, rata-rata kapal ikan tersebut dalam sehari bisa menangkap puluhan ekor tuna.

Menyikapi hal itu, Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe Rinny Silangen Tamuntuan (RST) akan melakukan koordinasi dengan pihak PSDKP Tahuna dan Lanal Tahuna untuk mencarikan solusi, sehingga masyarakat nelayan lokal tidak di rugikan akibat maraknya kapal dari luar Sangihe menangkap ikan di perairan Sangihe.

Lagi pula kata Bupati, kekayaan laut Sangihe seharusnya mendapatkan keuntungan bagi Sangihe bukan untuk daerah lain, “Nantinya kami akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar perairan Sangihe ini diutamakan bagi kesejahteraan masyarakat nelayan Sangihe, memang di wilayah laut Indonesia siapa saja bisa melakukan penangkapan ikan namun kita memiliki wilayah otonomi daerah jadi jangan sampai nelayan luar daerah malahan mendapatkan keuntungan sedangkan nelayan kita menderita kerugian” terang Bupati.

Saat ini, baik di wilayah Kecamatan Marore maupun Kendahe, apabila ada kapal ikan dari luar Sangihe, masyarakat langsung melakukan pengusiran, sebagai bentuk protes mereka atas kehadiran kapal ikan tersebut. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,135 kali

Baca Lainnya

Siap-siap 12 Hari Internet dan Jaringan Telekomunikasi Terganggu

23 Juli 2026 - 19:11 WITA

Bupati Sangihe Buka Bimtek Pembelajaran Mendalam, Perkuat Peningkatan Mutu Pendidikan

22 Juli 2026 - 23:59 WITA

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Sangihe, Warga Diminta Mengungsi ke Lokasi Aman

22 Juli 2026 - 21:52 WITA

Kominfo Sangihe Imbau Admin Grup Facebook Tolak Postingan dari Akun Palsu dan Anonim

22 Juli 2026 - 10:20 WITA

Kominfo Sangihe Petakan 43 Titik Blank Spot dan Low Signal, Masyarakat Diajak Aktif Laporkan Kondisi Jaringan

21 Juli 2026 - 08:23 WITA

Indonesia–Mindanao Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Dukung Pembukaan Kembali Rute Davao–Manado

20 Juli 2026 - 23:23 WITA

Trending di Internasional