Tahuna, Sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat merespons ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan di wilayah pesisir. Dipimpin langsung Bupati Michael Thungari, jajaran Pemkab Sangihe melakukan kunjungan kerja ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Manado untuk mendorong percepatan penanganan, Selasa (05/05/2026).
Kunjungan tersebut diterima oleh Kepala Seksi Pelaksanaan, Allanos Kawengian, bersama Plh. Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, Anneke Marlina Tewal, didampingi pejabat dan staf terkait.

Dalam pertemuan itu, Bupati Thungari menyerahkan proposal pembangunan Tanggul Pantai Nagha 1 di Kecamatan Tamako sebagai langkah konkret melindungi kawasan pesisir yang terdampak abrasi.
“Kondisi abrasi di Nagha 1 sudah sangat mengkhawatirkan. Dalam waktu kurang dari satu tahun, daratan terkikis hingga puluhan meter. Ini bukan lagi ancaman jangka panjang, tapi kondisi darurat yang harus segera ditangani,” ujar Thungari.
Ia menegaskan, pembangunan tanggul pantai merupakan kebutuhan mendesak demi melindungi permukiman warga dari ancaman banjir rob dan gelombang ekstrem.

“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui BWS Sulawesi I. Ini menyangkut keselamatan warga serta keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir,” tambahnya.
Data yang disampaikan Pemkab Sangihe menunjukkan abrasi di wilayah Nagha 1 telah mencapai 15–20 meter dalam kurun waktu delapan bulan. Selain itu, kawasan tersebut juga kerap diterjang banjir rob dan gelombang tinggi yang berpotensi merusak permukiman warga.
Melalui koordinasi ini, Pemkab Sangihe berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah strategis dan konkret. Penanganan yang cepat dinilai penting untuk menjaga garis pantai serta meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Andy Gansalangi)







