Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu Selatan · 10 Sep 2024 17:05 WITA ·

Lapas Curup Olah Lahan Tidur Jadi Sarana Asimilasi dan Edukasi WBP


Lapas Curup Olah Lahan Tidur Jadi Sarana Asimilasi dan Edukasi WBP Perbesar

Rejanglebong,Sulutnews.com –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup olah lahan untuk dijadikan sarana asimilasi dan edukasi bagi WBP. Hal ini merupakan salah satu upaya Lapas Curup untuk meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

“Meski terbatas, kami punya lahan yang masih memungkinkan untuk dimanfaatkan, sangat disayangkan kalau tidak dikelola dengan baik. Kami berupaya membuat Sarana Asimilasi dan Edukasi yang produktif, ingin mengembangkan lagi melalui lahan yang tadinya tidur dan jadi lahan produktif, yaitu sentra buah-buahan,” terang Kepala Lapas Curup melalui Kasubsi Bimker & Pengelolaan Hasil Kerja, Sumpeno, Selasa (10/9).

Sumpeno mengatakan kegiatan ini melibatkan Warga Binaan. “Keterlibatan Warga Binaan dalam persiapan lahan ini tidak hanya memberikan mereka keterampilan, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai seperti kerja keras, disiplin, dan kerja tim. Saya rasa proses ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk bisa meningkatkan rasa percaya diri dan membangun motivasi positif untuk masa depan,” ucapnya.


Berbekal tanah yang bagus dan subur, dengan bermodal cangkul dan semangat gotong royong bersama Warga Binaan, ia yakin lahan ini bisa menjadi tambahan sarana asimilasi dan edukasi yang nantinya ditanami dan panen beragam buah-buahan serta memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar Lapas. “Warga Binaan belajar untuk menghargai alam dan memanfaatkannya secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam hal produksi pangan,” tambah Sumpeno.

Ia pun menyampaikan program pembinaan kemandirian yang diselenggarakan Lapas Curup bertujuan meningkatkan produktivitas Warga Binaan agar setelah menjalani masa pidana dan kembali ke masyarakat, mereka mempunyai keterampilan yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. “Program pembinaan kemandirian tidak hanya bertujuan mengembangkan keterampilan Warga Binaan, tetapi juga upaya untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang dapat membantu mereka mengubah hidup menjadi lebih baik setelah masa pidananya berakhir,” pungkas Sumpeno.(Dinaro)

#Kumhampasti
#KakanwilkemenkumhamBengkulu
#Santosa
#LapasKelasIIACurup
#RonaldoDevinciTalesa

Artikel ini telah dibaca 1,018 kali

Baca Lainnya

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan Bersama Pemerintah Terkait Penyusunan Anggaran Perubahan Tahun 2026

26 Agustus 2026 - 17:07 WITA

Pemerintah Desa Banding Kecamatan Seginim Berhasil Memediasi Warga Yang Bersengketa

26 Agustus 2026 - 16:48 WITA

Siswa SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan Raih Juara 1 Bintang Selatan Turnamen Basketball Tahun 2026 Kabupaten B/S

26 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Ketua BPD Desa Ganjuh Kecamatan Pino  Berpotensi PAW Diduga Langgar Permendagri No 110 Tahun 2016 

24 Agustus 2026 - 16:03 WITA

Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi TK Uswatun Hasanah Disambut Baik Oleh Masyarakat 

24 Agustus 2026 - 10:56 WITA

Ketua BPD Desa Ganjuh Dinilai Tidak Mengindahkan Permendagri No 110 Tahun 2016 

23 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Trending di Bengkulu Selatan