Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

News · 18 Feb 2026 10:17 WITA ·

KSOP Kupang Membantah Tuduhan Korupsi, Sebut Penetapan Tender TA 2026 Dilakukan di Luar Kewenangan


KSOP Kupang Membantah Tuduhan Korupsi, Sebut Penetapan Tender TA 2026 Dilakukan di Luar Kewenangan Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Kupang.NTT.sulutnews.com – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, Simon Baon, secara tegas membantah dugaan praktik korupsi dan penyuapan yang dilontarkan terkait proses tender Subsidi Angkutan Laut Tahun Anggaran (TA) 2026. Langkah penegasan ini dilakukan sebagai tanggapan atas informasi yang menyebutkan nilai anggaran proyek mencapai sekitar Rp20 miliar.

Dalam paparannya, Simon Baon menjelaskan bahwa angka anggaran yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan. Nilai yang sebenarnya untuk dua paket penyelenggaraan layanan angkutan laut perintis adalah sekitar Rp19,9 miliar, dengan jangka waktu pelaksanaan selama enam bulan. Layanan ini, katanya, merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat sehingga harus dapat beroperasi sejak awal tahun.

Secara rinci, Simon menggambarkan proses administrasi yang seharusnya menjadi dasar pelaksanaan tender TA 2026. Sistem informasi pelelangan untuk tahun anggaran tersebut belum dapat dibuka karena pihak KSOP masih dalam tahap menunggu penerbitan Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), yang baru resmi dikeluarkan pada bulan Desember 2025. Selain itu, Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk tahun 2026 baru diterbitkan pada tanggal 15 Desember 2025. Kondisi ini membuat keputusan penetapan pemenang tender yang dilakukan oleh PPK tahun 2025 berinisial IGSM menjadi tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Prosedur pelelangan memiliki kaidah yang jelas, di mana kegiatan ini hanya dapat dilakukan setelah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) memberikan kewenangan secara tertulis kepada PPK,” ujar Simon Baon dengan tegas. Ia menambahkan bahwa berdasarkan Surat Keputusan yang berlaku, PPK lama hanya memiliki wewenang untuk menjalankan kontrak-kontrak yang masuk dalam tahapan TA 2025. Sehingga, setiap tindakan yang berkaitan dengan kegiatan TA 2026 yang dilakukan oleh mereka merupakan bentuk pelanggaran karena berada di luar batas kewenangan yang diberikan.

Artikel ini telah dibaca 1,126 kali

Baca Lainnya

Bupati Paulus Henuk Sodorkan Sejumlah Proposal, Jalan Utama Jantung Kabupaten yang Terlantar Akhirnya Jadi Perhatian

30 Mei 2026 - 22:31 WITA

Stevano Rizki Adranacus: Kepedulian Anggota DPR RI, Menyalurkan Harapan Lewat Beasiswa bagi Ratusan Anak SLB Lobalain

30 Mei 2026 - 17:54 WITA

Bapa Dandim 1627 , Utusan Kasih Tuhan di Tengah Masyarakat Rote Ndao

29 Mei 2026 - 17:18 WITA

Letkol Kav Kurnia Santiadi: Pemimpin yang Nyata, Mengabdi Tanpa Batas Jabatan

29 Mei 2026 - 16:21 WITA

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Bupati Paulus Henuk Opini WTP Hasil Kerja Bersama Seluruh Unsur Pemerintah

27 Mei 2026 - 09:15 WITA

Trending di Internasional