Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 9 Nov 2025 12:13 WITA ·

Kios UMKM Ramaikan Stasiun Cipeundeuy, Gerakkan Ekonomi Lokal di Tengah Pegunungan


Kios UMKM Ramaikan Stasiun Cipeundeuy, Gerakkan Ekonomi Lokal di Tengah Pegunungan Perbesar

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan ruang publik di lingkungan stasiun. Kini, Stasiun Cipeundeuy di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi salah satu contoh nyata dukungan tersebut dengan hadirnya area kios UMKM dan foodcourt lokal yang resmi beroperasi sejak 1 November 2025.

Terletak di Kecamatan Malangbong pada ketinggian +772 mdpl, Stasiun Cipeundeuy dikenal sebagai stasiun pemberhentian wajib bagi seluruh kereta api lintas Bandung–Banjar untuk pemeriksaan sistem pengereman. Waktu henti sekitar 10 menit, kini tidak hanya dimanfaatkan untuk pemeriksaan teknis, tetapi juga memberi peluang ekonomi bagi warga sekitar.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa pembukaan kios UMKM di Stasiun Cipeundeuy menjadi wujud sinergi antara pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.

“Selain berfungsi vital untuk keselamatan perjalanan, Cipeundeuy kini menjadi ruang ekonomi baru bagi warga sekitar. Para penumpang dapat menikmati kuliner lokal sambil menunggu proses pemeriksaan kereta,” ujar Anne.

Beragam produk khas Garut seperti dodol, keripik, dan kopi pegunungan kini tersedia di area kios UMKM yang tertata rapi di sisi timur stasiun. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen KAI dalam menjalankan prinsip Sustainability for a World Class Operator melalui pemberdayaan sosial dan dukungan terhadap usaha kecil di sekitar jalur kereta api.

Salah satu pelaku UMKM, Ibu Eneng (40 tahun), yang menjual kopi dan makanan ringan di area kios baru, mengaku kehadiran fasilitas tersebut membawa angin segar bagi ekonomi warga.

“Dulu kami hanya bisa berjualan di luar pagar stasiun dan kadang sepi. Sekarang setelah difasilitasi KAI, penumpang banyak yang mampir beli kopi atau oleh-oleh. Rasanya seperti ikut jadi bagian dari perjalanan mereka,” tutur Eneng sambil tersenyum.

Rata-rata lebih dari 2.000 penumpang per bulan singgah di Stasiun Cipeundeuy, yang disinggahi oleh lebih dari 30 perjalanan KA penumpang dan barang, termasuk KA Lodaya, KA Turangga, KA Argo Wilis, dan KA Serayu. Keberadaan kios UMKM ini diharapkan mampu meningkatkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkaya pengalaman perjalanan pelanggan.

“Cipeundeuy adalah contoh bagaimana stasiun kecil bisa memberi dampak besar, berfungsi untuk menjaga keselamatan perjalanan KA, dan juga memberikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” tutup Anne.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 956 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tuntaskan 4 Proyek ECRL Malaysia, PLN NPC Perkuat Rekam Jejak EPC Global

28 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Cara Belajar Cyber Security Mudah dari Nol

28 Agustus 2026 - 13:55 WITA

Presiden Prabowo Didampingi Kapolri dan Kapolda NTT Kunjungi Pengungsian Nagekeo, Cek Dapur Lapangan dan Penyediaan Air Bersih

28 Agustus 2026 - 13:16 WITA

Semarak HUT ke-81 RI, Adapundi Turut Meriahkan Panjat Pinang Kalimalang 2026

28 Agustus 2026 - 13:13 WITA

Saat Harga Online Jadi Pilihan, Diskon Tambahan Hadir di Grand Qin dan Qin Hotel Syariah

28 Agustus 2026 - 12:43 WITA

Tak Sekadar Menggunakan AI, Telkom AI Connect Bandung Ajak Peserta Petakan Pemanfaatan AI melalui AI Compass

28 Agustus 2026 - 12:36 WITA

Trending di Bisnis