Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Manado · 13 Okt 2025 23:21 WITA ·

Kepsek SMK Negeri 1 Manado Telly Ticoalu Bantah Siswinya Jadi Korban Keracunan MBG


Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Manado Telly Ticoalu,S.Pd,M.Si. Perbesar

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Manado Telly Ticoalu,S.Pd,M.Si.

Manado,Sulutnews.com – Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Manado Telly Ticoalu,S.Pd,M.Si membantah kabar bahwa satu orang muridnya jadi korban keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Bulan September 2025 lalu.

“Kabar tersebut tidak benar” ujar Telly Ticoalu,S.Pd,M.Si secara singkat kepada sejumlah media massa di Manado, awal minggu pagi.

Kabar bahwa muridnya menjadi korban keracunan makanan program MBG dan telah viral di berbagai media online sebenarnya isu yang sengaja disebarkan orang yang tidak bertanggungjawab.

“Yang benar itu murid saya memang sedang sakit saat menerima paket makanan Program MBG. Sesudah konsumsi dia menjadi lemas. Namun oleh dokter di Ruang Unit Kesehatan Sekolah, dia ternyata menderita sakit mag” tambahnya.

Pihaknya berharap sekolah tetap tenang sebab dalam kondisi saat ini mengkonsumsi makanan Program MBG adalah yang terbaik demi meningkatkan kualitas kesehatan dan stamina murid dan terkait dukungan sekolah.

Ia tak membantah kabar bahwa sebenarnya paket makanan yang diserahkan petugas MBG dari Dapur Badan Gizi Daerah (BGD) ke sekolahnya diterima sebelum jam istirahat, dan ada paket diantar saat jam istirahat.

“Jadi biasanya murid harus menunggu waktu agak lama atau sekitar sejam kemudian baru mengkonsumsi karena jumlah mereka banyak harus mengantri. Sedangkan sebenarnya kalau boleh mereka bisa langsung konsumsi” tambahnya.

Disaat yang sama Cloudya Lapian,S.Pd seorang guru yang mengajar di SMK Negeri 3 Manado ikut bicara tentang kabar muridnya di kelas 10 itu keracunan. “Saya tahu itu tidak benar. Murid saya di kelas 10 itu sebenarnya sedang sakit,” bantahnya.

Ia berharap di kedepannya para orangtua memastikan putra dan putrinya dalam kondisi sehat saat datang untuk belajar dan bersekolah.

“Hal ini penting untuk memastikan mereka sehat. Saat ini kita sangat hati-hati menjaga murid selama mereka berada di sekolah, apalagi disaat menerima paket makanan Program MBG.”

Program MBG, tambahnya sangat besar manfaatnya. Jika sebelum ada Program MBG, jumlah murid yang jatuh sakit cukup banyak, tetapi sekarang sudah berkurang mereka yang konsumsi Paket MBG tidak sakit-sakitan lagi.

“Mereka yang mengeluh sakit biasanya kita rawat di ruang UKS. Umumnya karena sakit mag,” kata Lapian.

Sedangkan setelah ada Program MBG, tambahnya sudah tidak ada lagi murid yang dirawat di ruang UKS milik SMK Negeri 3 Manado. Kecuali itu kabar yang beredar seorang keracunan Program MBG memang sempat mempukul sekolah. Setelah diklarifikasi kepsek, bahwa kabar tak sedap itu kini sudah redah, katanya. (*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,110 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kadis Dikda Sulut Femmy Suluh: Penamatan Siswa SMA, SMK dan SLB 2026 Harus Sederhana Tanpa Ada Pungutan Dana

7 Mei 2026 - 13:11 WITA

Unsrat Manado Kembali Mengukuhkan Sepuluh Profesor Baru

7 Mei 2026 - 11:17 WITA

13 Mahasiswa UNSRAT Bertolak Ke Jakarta Terima Beasiswa Lembaga Penjamin Simpanan

7 Mei 2026 - 07:33 WITA

Roger Mamesah : Pilhut Adalah Pesta Demokrasi, Mari Kita Laksanakan Dengan Menjaga Kamtibmas

7 Mei 2026 - 07:16 WITA

Vebyan Sofiana Nappoe, S.Pd: Jadikan Tempat Bekerja Sebagai Rumah Kedua, Tempat Belajar Tanpa Henti

6 Mei 2026 - 22:37 WITA

3 Anggota DPRD Sulut Terima Mahasiswa Demo di Kantor DPRD Sulut.Ini Yang Menjadi Aspirasi

6 Mei 2026 - 17:20 WITA

Trending di Manado