Menu

Mode Gelap
Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin Penjabat Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu Bagikan Telur Susu Bicuit Di Desa Kolobolon

Entertainment · 10 May 2024 13:17 WIB ·

Kawasan Perdagangan Mega Mas Primadona Pariwisata Di Kota Manado 


 Kawasan Mega Mas, telah tersohor dan menjadi buah bibir orang Indonesia dan di Asia Perbesar

Kawasan Mega Mas, telah tersohor dan menjadi buah bibir orang Indonesia dan di Asia

Manado,Sulutnews.com – Kawasan Perdagangan Mega Mas Boulevard Manado merupakan salah satu kawasan primadona sektor jasa, pariwisata serta bisnis yang bertumbuh sumbur di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, hingga kini telah menjadi buah bibir nasional.

Di kawasan ini ada operasional 18 jaringan kantor bank nasional beserta mesin ATM-nya, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, kafe-kafean, toko ritel, sarana hiburan seperti tempat karaoke, serta pusat aneka ragam kuliner. Ada juga fasilitas olahraga darat maupun laut yang diperuntukan keluarga, turis lokal maupun turis mancanegara..

Asisten I Bidang Pemerintah Dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Manado, Julises Deffie Oehlers, memastikan sampai dengan sekarang Mega Mas Boulevard Manado telah memberi kontribusi besar dalam perolehan PAD.

“Iya, telah menjadi kawasan bisnis dengan perolehan PAD terbesar,” kata Julises Oehlers kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, terkait kehadiran pusat perdagangan terbesar di Manado tersebut.

Pada tahun Anggaran 2024/2025 Pemkot Manado mencatat pertumbuhan investasi besar maupun kecil meningkat cukup baik. Dampak positifnya adalah perolehan pajak daerah lebih meningkat. Disebutnya, PAD dari kawasan ini terbesar sepanjang 15 tahun belakangan.

“Memang soal sosialisasi sejalan dengan keinginan Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw dan Ricard Sualang agar semua kegiatan yang merangsang pertumbuhan investasi harus terus dibuka terutama untuk perijinan,” katanya seraya menambahkan, untuk jenis dan jumlah industrial dalam catatan pula. Sehingga nanti mudah menata dan dalam rangka pembinaan hingga pada level UMKM, tambah Julises Deffie Oehlers.

Tentang kehadiran lahan hijau (lahan seluas 16 persen) di pesisir pantai Mega Mas, sejak awal fungsinya tetap sama, ujarnya. Lahan itu menjadi sebagaimana Surat perjanjian investasi pada era 90-an dikelola pemerintah.

Yang mana investor harus berbagi keuntungan di lahan yang dinamakan 16 persen.

Lahan ini sudah digunakan Pemkot Manado untuk agenda kegiatan kedinas seperti pertemuan-pertemuan di Gedung Youte Centre dan di lahan terbuka,” tambahnya.

Ia menambahkan pula bahwa, berbagai macam cara dilakukan untuk membina  para nelayan yang melaut di lokasi Mega Mas. Kami sudah beri himbauan, hendaklah nelayan melakukan kegiatan dalam rangka memberikan dampak peningkatan ekonomi warga sekitarnya,” tambah dia.

Kawasan Megamas Manado, merupakan salah satu kawasan bisnis yang sedang berkembang di kota Manado. Kawasan reklamasi seluas 36 Hektar ini terletak di ruas Jln. Piere Tendean (Boulevard) Manado terkini disebut oleh orang-orang sebagai telur emas di Asia Pasifik.” (Yayuk)

Artikel ini telah dibaca 1,057 kali

Baca Lainnya

16 Puskesmas di Kota Manado Kedepan Akan Melayani Pasien 24 Jam

19 June 2024 - 22:25 WIB

Itwasum Polri Gelar Audit Kinerja di Polda Sulut dan Satker

19 June 2024 - 22:17 WIB

Danrem 131/Santiago Pimpin Upacara Bendera Tujuh Belasan Bacakan Amanat Pangdam XIII/Merdeka

19 June 2024 - 15:55 WIB

Kasdam XIII/Merdeka Pimpin Upacara Bendera Tujuh Belasan di Makodam

19 June 2024 - 15:46 WIB

PPDB Tahun 2024 SMP Negeri 2 Kota Bitung dan SMP Negeri 1 Manado Akan Terima 500 Siswa

19 June 2024 - 07:27 WIB

Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Turnip Bersama Prajurit, PNS serta Masyarakat Laksanakan Sholat Ied di Lapangan Makorem

17 June 2024 - 18:04 WIB

Trending di Manado