Manado,Sulutnews.com — Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti Aula Mapolda Sulawesi Utara pada Senin (10/8/2026), saat Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Harry Langie, secara resmi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) untuk dua posisi strategis: Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) dan Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kabid TIK).
Rotasi ini bukan sekadar pergantian kursi, melainkan bagian dari strategi besar Polda Sulut untuk menyegarkan organisasi sekaligus memperkuat lini depan pemberantasan narkoba di wilayah Timur Indonesia. Upacara yang berlangsung tertib ini turut dihadiri oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para Pejabat Utama (PJU), personel perwakilan, serta pengurus Bhayangkari yang memberikan dukungan penuh terhadap prosesi mutasi tersebut.

Komposisi Baru di Dua Garda Terdepan
Dalam amanatnya, Kapolda mengumumkan dua perubahan penting:
- Kombes Pol Yandrie Philips Makaminan, yang selama ini dikenal sebagai “Otak Teknologi” Polda Sulut di kursi Kabid TIK, resmi dipercaya mengemban tugas baru yang lebih berat sebagai Dirresnarkoba Polda Sulut. Ia menggantikan Kombes Pol Arie Fadlani yang mendapat promosi strategis sebagai Dirresnarkoba Polda DIY.
- Mengisi kekosongan posisi Kabid TIK, hadir sosok Kombes Pol Djoko Ananto, yang sebelumnya menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Itwasda Polda Sumatera Barat. Keahliannya di bidang audit dan pengawasan diharapkan mampu membawa tata kelola teknologi informasi kepolisian di Sulut menjadi lebih modern dan akuntabel.
Target “Zero Narkoba” dari Kapolda: Bukan Sekadar Wacana
Di balik prosesi seremonial, perhatian publik tertuju pada pernyataan tegas Irjen Pol Roycke Harry Langie. Kapolda tidak hanya berbicara tentang rutinitas mutasi, tetapi juga menyampaikan visi besarnya untuk masa depan Sulawesi Utara.
“Saya punya cita-cita besar, menjadikan Sulawesi Utara ini benar-benar bersih dari narkoba. Ini bukan target di atas kertas. Saya akan memastikan program lingkungan bebas narkoba ini menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat—bukan hanya di tingkat kelurahan, tetapi hingga ke masing-masing lingkungan pemukiman, sekolah-sekolah, tempat hiburan, hingga kampus-kampus universitas,” tegas Kapolda dengan nada optimis.

Kompetensi di Atas Segalanya
Menjawab pertanyaan publik mengenai perpindahan Kombes Pol Yandrie dari ranah teknologi ke ranah penegakan hukum narkoba, Kapolda menjelaskan bahwa keputusan ini telah melalui pertimbangan matang.
“Pak Yandrie memiliki rekam jejak yang cemerlang dan kompetensi mumpuni. Di era digital seperti sekarang, pemberantasan narkoba tidak lepas dari peran teknologi dan intelijen. Saya yakin latar belakang beliau di bidang TIK akan menjadi nilai tambah untuk membongkar jaringan narkoba modern yang semakin canggih,” ujar Irjen Pol Roycke.
Dengan rotasi ini, Polda Sulut berharap terjadi sinergi baru antara Direktorat Narkoba dan Bidang TIK, serta seluruh jajaran, untuk terus meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara.(*/Merson)





