Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 26 Nov 2025 15:30 WITA ·

ICTIM 2025 Sukses Digelar: Menghubungkan Inovasi, Teknologi, dan Transformasi Bisnis


ICTIM 2025 Sukses Digelar: Menghubungkan Inovasi, Teknologi, dan Transformasi Bisnis Perbesar

Integrating Innovation and Technology for Sustainable Business and Societal Impact

Tangerang, 22 November 2025 – BINUS Online kembali menunjukkan perannya sebagai pusat kolaborasi akademik internasional melalui penyelenggaraan International Conference on Technology, Innovation, and Management (ICTIM) 2025 yang berlangsung pada 22-23 November 2025. Mengusung format hybrid dari kampus BINUS @Alam Sutera, acara ini mengangkat tema Integrating Innovation and Technology for Sustainable Business and Societal Impact, acara ini berhasil mempertemukan ratusan peserta dari dalam dan luar negeri yang terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa pascasarjana, praktisi industri, hingga pengambil kebijakan. Selama dua hari penuh, ICTIM 2025 menjadi ruang diskusi strategis bagi mereka yang ingin memahami perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta praktik manajemen modern yang tengah membentuk arah masa depan berbagai sektor. 

Salah satu bagian yang paling dinantikan dari ICTIM 2025 adalah sesi keynote yang menghadirkan tiga pembicara terkemuka dengan latar belakang dan keahlian yang beragam. Prof. Peter John Wanner dari Tohoku University, Jepang, membuka rangkaian keynote dengan pemaparan mengenai faktor resiliensi dan perkembangan pariwisata di Higashi-Matsushima sebelum dan sesudah bencana tsunami 2011. Dengan pengalaman riset jangka panjang di kawasan tersebut, Prof. Wanner memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana masyarakat dan industri pariwisata membangun kembali kekuatan ekonomi dan sosial mereka melalui kolaborasi, inovasi, dan manajemen risiko yang adaptif. Perspektifnya memberi inspirasi mengenai pentingnya ketahanan daerah dalam menghadapi disrupsi berskala besar.

Keynote kedua disampaikan oleh Profesor Ts. Dr. Koo Ah-Choo dari Multimedia University, Malaysia, yang mengangkat topik mengenai pengembangan talenta digital di era transformasi kecerdasan buatan. Dalam paparannya, Prof. Koo menekankan bagaimana perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah harus bergandengan tangan dalam membangun ekosistem talenta yang siap menghadapi percepatan teknologi. Ia menyoroti urgensi literasi AI, pentingnya penelitian multidisiplin, serta peluang bagi negara-negara di Asia untuk menjadi pusat inovasi digital global melalui pemanfaatan sumber daya manusia yang unggul. Presentasinya mendapatkan banyak perhatian karena relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini yang semakin didorong oleh otomasi dan teknologi data.

Prof. Dr. Anita Maharani dari BINUS Business School menutup rangkaian keynote dengan pembahasan mendalam mengenai human capital management di era disrupsi digital. Beliau menyoroti bagaimana organisasi masa kini harus bertransformasi dalam mengelola talenta, mulai dari strategi rekrutmen, pengembangan kompetensi, hingga penciptaan budaya kerja yang adaptif dan selaras dengan perkembangan teknologi. Dengan keahliannya di bidang manajemen sumber daya manusia, Prof. Anita memberikan gambaran praktis tentang bagaimana perusahaan dan institusi pendidikan dapat membangun kapabilitas SDM yang mampu bersaing dan tetap relevan dalam era kompetitif yang terus berubah.

Di luar sesi keynote, ICTIM 2025 juga menjadi wadah bagi puluhan peneliti untuk mempresentasikan temuan terbaru mereka dalam enam track utama: Digital Business and Innovation, Transformation and Entrepreneurship, Sustainability Business & Finance, Computer Science and Artificial Intelligence, Industrial Engineering and Smart Manufacturing, serta Information Systems and Digital Governance. Setiap track menghadirkan diskusi menarik yang menggambarkan beragam tantangan dan peluang yang dihadapi dunia industri maupun institusi pendidikan dalam menghadapi perubahan teknologi global. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga paparan mengenai implementasi nyata di lapangan, menjadikan konferensi ini relevan bagi berbagai kalangan.

Secara keseluruhan, ICTIM 2025 bukan hanya menjadi ajang berbagi penelitian terbaru, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring internasional yang mendorong kolaborasi riset jangka panjang. Dengan berakhirnya konferensi tahun ini, BINUS Online berhasil mempertegas posisinya sebagai institusi yang aktif mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi global. Para peserta pulang membawa pengalaman akademik yang kaya, wawasan baru, serta peluang kolaborasi yang menjanjikan untuk masa depan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 933 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Melayani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

24 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US$10,2 Miliar untuk AI

24 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Grand Indonesia – PURANA 17 “Renjana Perca” Ditutup Anggun dengan Peluncuran PURANA KIDS SS27: Hadirkan Perpaduan Motif Purana x Afganial dan Regal Bloom

24 Agustus 2026 - 14:13 WITA

OSL Indonesia Rayakan Grand Launch di Bali, Hadirkan Semangat Baru untuk Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

24 Agustus 2026 - 13:21 WITA

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dukung Resiliensi Pelabuhan ASEAN

24 Agustus 2026 - 13:04 WITA

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, dan NS Trade Siapkan Program Permodalan bagi 200 Trader Berpengalaman

24 Agustus 2026 - 11:58 WITA

Trending di Bisnis