Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 24 Agu 2026 13:04 WITA ·

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dukung Resiliensi Pelabuhan ASEAN


PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dukung Resiliensi Pelabuhan ASEAN Perbesar

Partisipasi PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam CEO Forum ASEAN Ports and Logistics 2026

Jakarta, 23 Agustus 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi ekosistem kepelabuhanan dengan berpartisipasi sebagai pembicara pada CEO Forum dalam ajang 24th ASEAN Ports and Logistics 2026 yang diselenggarakan pada 7–9 Juli 2026 di Sofitel Kuala Lumpur Damansara, Malaysia.

ASEAN Ports and Logistics merupakan konferensi dan pameran internasional yang diselenggarakan oleh Port Klang Authority sebagai wadah kolaborasi bagi para pemangku kepentingan sektor pelabuhan, logistik, pelayaran, terminal, dan rantai pasok di kawasan Asia Tenggara. Tahun ini, forum tersebut dihadiri lebih dari 300 senior executives, menghadirkan 35 pembicara kelas dunia, serta diikuti oleh 50 exhibitor dari berbagai negara ASEAN.

Pada sesi CEO Forum, Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva Faruq Hidayat membawakan paparan bertajuk “Strengthening Maritime Connectivity through Port Transformation: Adapting to Current Uncertainties, Addressing Current Disruptions in Cargo Movements and Forecasting the Future of Global Trade Routes and its Implications for ASEAN Ports”.

Transformasi Pelabuhan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global

Dalam paparannya, Faruq menguraikan bahwa sektor maritim saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perubahan jalur pelayaran internasional, volatilitas energi, hingga perubahan kebijakan perdagangan yang berdampak langsung terhadap rantai pasok dunia. Kondisi tersebut menjadikan ketidakpastian sebagai tantangan yang harus diantisipasi melalui peningkatan daya saing dan resiliensi pelabuhan.

Uncertainty saat ini bukan lagi sebuah kondisi yang bersifat sementara atau terjadi pada periode tertentu, melainkan telah menjadi bagian dari dinamika bisnis global yang berlangsung secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pelabuhan harus membangun resiliensi agar tetap tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat dua strategi yang perlu dijalankan untuk memperkuat ketahanan bisnis pelabuhan. Pertama, meningkatkan port performance melalui digitalisasi layanan, pemanfaatan teknologi, standarisasi operasional, serta integrasi data guna meningkatkan efisiensi pelayanan dan produktivitas pelabuhan. Kedua, mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan pendukung (port-hinterland integration) sehingga tercipta ekosistem industri yang mampu menghasilkan arus barang secara berkelanjutan, memperkuat konektivitas rantai pasok, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional.

Faruq memaparkan pentingnya digitalisasi sebagai salah satu bentuk adopsi teknologi dalam membangun ekosistem pelabuhan yang terintegrasi mulai dari layanan marine, pelabuhan itu sendiri, hingga layanan pendukung Pelabuhan seperti WMS, YOS, TMS, dll). Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan port performance. Kemudian, Pengembangan ini dilaksanakan dalam rangka pengembangan Maritime Ecosystem Platform untuk mendukung program Pemerintah Indonesia untuk menciptakan One Maritime Data.

Selain hal tersebut, saat ini sedang dilakukan pengembangan integrasi antara pelabuhan dengan kawasan pendukungnya, antara lain integrasi Pelabuhan Kuala Tanjung dengan Kawasan Pendukungnya, pengembangan Ekosistem Kalibaru beserta jalan akses dan kawasan pendukungnya, Pelabuhan Kijing dengan Kijing Port Supporting Area, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, serta Tanjung Emas Export Processing Zone (TEPZ) di Semarang.

Keikutsertaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam forum internasional ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam mentransformasikan pelabuhan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri dan logistik nasional. Forum ini juga membuka peluang kolaborasi dengan investor, operator pelabuhan, pelaku logistik, regulator, serta mitra bisnis dari berbagai negara ASEAN guna memperkuat konektivitas maritim regional.

Melalui partisipasi aktif pada ASEAN Ports and Logistics 2026, PT Pelindo Sinergi Lokaseva menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi Pelindo dalam membangun ekosistem pelabuhan yang terintegrasi, berdaya saing global, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan kawasan.

PT Pelindo Sinergi Lokaseva senantiasa membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, investor, serta pelaku industri untuk bersama-sama membangun ekosistem pelabuhan dan kawasan yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan guna memperkuat konektivitas maritim Indonesia dan ASEAN.

-selesai-

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Melayani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

24 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US$10,2 Miliar untuk AI

24 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Grand Indonesia – PURANA 17 “Renjana Perca” Ditutup Anggun dengan Peluncuran PURANA KIDS SS27: Hadirkan Perpaduan Motif Purana x Afganial dan Regal Bloom

24 Agustus 2026 - 14:13 WITA

OSL Indonesia Rayakan Grand Launch di Bali, Hadirkan Semangat Baru untuk Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

24 Agustus 2026 - 13:21 WITA

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, dan NS Trade Siapkan Program Permodalan bagi 200 Trader Berpengalaman

24 Agustus 2026 - 11:58 WITA

Bittime Merawat Komunitas Melalui Kampanye #FindBeagle di Coinfest Asia 2026

24 Agustus 2026 - 11:50 WITA

Trending di Bisnis