Menu

Mode Gelap
Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek! Merah Putih Shooting Competition Digelar, Gubernur Optimistis Perbakin Bengkulu Raih Emas PON

Jakarta · 14 Apr 2023 00:02 WITA ·

Heboh! Seorang Perempuan Mengamuk Di Raker Komisi 3 Dengan Kapolri


Foto. Tampak Petugas Pamdal DPR langsung mengamankan perempuan tersebut ke luar ruangan dan dibawa ke lantai dasar.
Perbesar

Foto. Tampak Petugas Pamdal DPR langsung mengamankan perempuan tersebut ke luar ruangan dan dibawa ke lantai dasar.

JAKARTA|SULUTNEWS.COM– SEORANG ibu sempat mengamuk di balkon ruang rapat Komisi Tiga DPR saat rapat dengan Kapolri tengah berlangsung, pada Rabu (12/4/2023) kemarin.

Kejadian tersebut terjadi saat Kapolri Listyo Sigit Prabowo hendak menjawab pertanyaan dari para anggota Komisi III DPR.

Teriakan histeris ibu yang belakangan diketahui bernama Drajat, melakukan interupsi dari balkon ruang rapat ketika Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa sedang berbicara.

Ternyata perempuan berhijab hijau itu menumpahkan kekecewaannya atas penanganan kasus investasi bodong Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI).

Dia mengaku telah merugi hingga miliaran rupiah. Serta telah mengklaim dirinya telah melapor ke Polres Kediri dan Polda Jawa Timur.’’ Namun sudah dua tahun kasusnya belum tuntas.

Setelah berteriak dan mengganggu persidangan, perempuan memakai kerudung hijau dan pakaian putih ini, langsung ditarik oleh Petugas Pamdal DPR ke luar ruangan dan dibawa ke lantai dasar.

“Minta tolong Pak Kapolri, laporan polisi kami sudah dua tahun Pak telah ada ribuan orang Pak. Ini investasi bodong korbannya ribuan Pak tetapi apa, Jalan di tempat. Astagfirullah,” kata perempuan itu.

Ia membeberkan, kasus ini memakan ribuan orang bahkan angka kerugian korban mencapai Rp500 miliar.

“Sudah dua tahun di Polres Kediri, Polres Madiun tidak ada penyelesaian. Jangan memaparkan yang manis-manis saja. Kami masyarakat yang membayar kalian. Mana keadilan,”ujarnya.

Merespons hal tersebut Kapolri memberi ruang untuk bertemu perempuan tersebut setelah sidang DPR. “Biar saja, nanti ketemu saya tidak masalah,” ucap Kapolri.

Menindaklanjuti laporan perkara yang belum tuntas itu.” Saat di Wawancarai Wartawan, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan pihaknya akan memanggil perempuan yang mengamuk tersebut.

Dia mengatakan pihaknya telah menampung laporan perkara soal investasi bodong melalui koperasi itu.

“Nanti kita akan temukan dengan tim sudah menangani kasus koperasi yang sudah berjalan. Kalau memang ada link ke sana kami akan segera tindaklanjuti,” ujar Komjen Pol Agus Andrianto.

Dia menambahkan korban perkara itu berasal dari beberapa provinsi seperti Jawa Barat hingga Jawa Timur.

(**/arp)

Artikel ini telah dibaca 535 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Usman Husin: Aspirasi Masyarakat Desa Lekik Rote Ndao Terjawab – Bantuan Alat Tanam Padi Sudah Digunakan

23 Januari 2026 - 22:32 WITA

Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat ‘Retret’ Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara

23 Januari 2026 - 18:34 WITA

PWI Pusat Gelar Natal Bersama Wartawan Secara Hybrid

22 Januari 2026 - 16:10 WITA

Ketum AMKI, Tundra Meliala : Putusan MK dan Masa Depan Perlindungan Pers

21 Januari 2026 - 23:36 WITA

Pendaftaran SIPSS Polri 2026 Berakhir Besok, Jangan Lewatkan Jalur Emas Jadi Perwira

21 Januari 2026 - 23:22 WITA

PWI Pusat Gelar Natal Bersama Wartawan Kristiani

21 Januari 2026 - 16:12 WITA

Trending di Jakarta
error: Content is protected !!