Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Religi · 15 Okt 2026 23:47 WITA ·

GMIM Pererat Kerja Sama Persaudaraan dengan Uniting Church Australia


Foto : Gereja mitra Uniting Church in Australia (UCA). saat bertemu Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Perbesar

Foto : Gereja mitra Uniting Church in Australia (UCA). saat bertemu Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM

Tomohon,Sulutnews.com — Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) berkomitmen mempererat hubungan persaudaraan dan kerja sama dengan Gereja mitra Uniting Church in Australia (UCA). Hal ini ditegaskan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th., dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan UCA Neutral Bay, Sydney, yang berlangsung di Kantor Sinode GMIM, Tomohon, Kamis (15/10/2026).

Turut hadir Pdt. Alexander Pittaway dari UCA Neutral Bay serta Maudie Rindorindo-Gusti, Ketua Majelis Gereja Kristen Indonesia (GKI) UCA Neutral Bay. Pendamping pertemuan meliputi sejumlah Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Bendahara BPMS GMIM, serta Pengurus Yayasan Bridge of Hope Ir. Miki Juanita Wenur, MAP., Ria Siagian, dan Pdt. Dr.Feybe Lumanauw, MPc.

Mengaktifkan Kembali Komunitas GMIM di Melbourne

Pdt. Wenas menjelaskan bahwa hubungan persaudaraan antara GMIM dan UCA telah terjalin lama dan akan terus diperkuat melalui berbagai program bersama. Langkah nyata yang sedang dipersiapkan adalah pengaktifan kembali komunitas GMIM di Melbourne, Australia.

“Kami sedang mempersiapkan pendeta dan vikaris yang akan ditugaskan di sana. Mari kita doakan agar pelayanan ini dapat berjalan lancar dan baik,” ujarnya.

Kerja sama dengan UCA Neutral Bay akan ditindaklanjuti melalui diskusi dan berbagi pengalaman pelayanan secara daring, seminar, serta kunjungan timbal balik antar-gereja.

Pelayanan Bersama untuk Jemaat di Luar Negeri

Pdt. Alexander Pittaway menyambut baik langkah ini dan menyampaikan apresiasi yang tinggi.

“Hubungan oikumene dengan GMIM adalah bukti keterbukaan gereja untuk saling menopang dalam pelayanan maupun kegiatan kemanusiaan. Jemaat yang kami layani di sini banyak berasal dari GMIM — itulah mengapa ikatan ini harus terus dipererat agar mereka dapat terlayani secara maksimal,” tuturnya.

Menjaga Ikatan dengan Tanah Leluhur

Maudie Rindorindo-Gusti menambahkan bahwa dalam pelayanan GKI UCA Neutral Bay, budaya dan kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia — termasuk Minahasa — kerap ditampilkan dalam ibadah untuk menjaga ikatan emosional jemaat dengan tanah air.

“Tata ibadah bernuansa kedaerahan menciptakan suasana yang penuh persaudaraan. Torang samua basudara — kita semua bersaudara,” ungkapnya.(Merson)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas X Tahun 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

13 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Menjaga Kesucian Pelayanan: Risiko Reputasi sebagai Ujian Terbesar Organisasi Keagamaan

12 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Inovasi YSK-VM di Kema Tuai Dua Jiwa Dibaptis

10 Oktober 2026 - 23:57 WITA

Induction Service Rigel Club GMAHK Yerusalem Malendeng: Pembukaan Kelas Kemajuan, Peneguhan Komitmen Menjadi Terang Dunia

10 Oktober 2026 - 20:33 WITA

Rektor Dr Sandra Korua : UKIT Tomohon Jalin Kerja Sama dengan 15 Perguruan Tinggi, Perkuat Kualitas Tambah Dosen S2 dan S3

9 Oktober 2026 - 22:27 WITA

Sambut Natal Penuh Sukacita, Pemkot Manado Matangkan “Christmas Harmoni 2026” Bertema The Season of Giving

6 Oktober 2026 - 23:14 WITA

Trending di Manado