Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bali · 14 Jan 2026 18:24 WITA ·

Gara-gara Wartawan Konfirmasi Kelompok Tani Tidak Dapat Pupuk,Jodian Suki Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Rote Ndao Arogan Gebuking Media


Gara-gara Wartawan Konfirmasi Kelompok Tani Tidak Dapat Pupuk,Jodian Suki Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Rote Ndao Arogan Gebuking Media Perbesar

NTT, Rote Ndao, Selasa (13 Januari 2026) – Jodian Suki, yang baru saja dilantik sebagai Kepala Bidang Prasarana di Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao oleh Bupati Paulus Henuk, menjadi sorotan publik setelah menunjukkan sikap yang dinilai arogan dan bahkan mengancam wartawan saat dikonfirmasi terkait pemberian pupuk subsidi bagi Kelompok Tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin.

Perwakilan kelompok tani Welem Resie dan Not Adu mengeluhkan bahwa nama mereka yang berhak menerima pupuk subsidi telah dihapus atau dicoret oleh ketua kelompok tani KEKODALE. Ketika media melakukan konfirmasi pada hari Selasa (13/1), Jodian Suki menyatakan bahwa penyuluh telah ditugaskan oleh Kementerian Pertanian dan mengimbau semua petani atau kelompok tani yang ingin membeli pupuk subsidi untuk mencari penyuluh di Desa Lalukoen, khususnya untuk wilayah Kecamatan Rote Barat Daya. Pernyataan ini disertai kata-kata yang dianggap mengancam terhadap wartawan.

Saat ditanya mengenai keterbatasan masyarakat yang tidak memiliki kendaraan untuk melakukan perjalanan ke Desa Lalukoen dan tidak dapat melaporkan keluhan atau mengurus administrasi terkait pupuk subsidi, Jodian Suki memberikan tanggapan dengan nada geram. “Kalau butuh ya harus pergi cari penyuluh di Desa Lalukoen, bukan penyuluh yang mencari dan mendata masyarakat petani. Jadi walaupun jaraknya jauh, masyarakat harus pergi cari penyuluh,” tegasnya. Bahkan, ia menambahkan ancaman, “Kalau masyarakat butuh ya harus dari desa Oelasin jalan kaki pigi cari penyuluh di Desa Lalukoen kecamatan Rote Barat Daya untuk lapor keluhan mereka. Dsn Jika Pak Tulis Beta (saya) akan Gebuking Lu (kamu).”

Pernyataan tersebut menuai kritik luas, mengingat penyuluh pertanian menerima gaji dari pemerintah yang bersumber dari pajak masyarakat. Seharusnya pihak penyuluh bersama kepala desa mendatangi dan mendata petani untuk memastikan persyaratan penerima bantuan terpenuhi dengan baik, bukan sebaliknya.

Hingga hari Rabu (14 Januari 2026), redaksi belum menerima klarifikasi resmi terkait nada ancaman terhadap wartawan yang diucapkan Jodian Suki: “Pak Tulis saya. Saya Gebuking pak.”

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,568 kali

Baca Lainnya

Diduga Fakum! Insentif Petugas Perpustakaan Pemerintah Desa Pajar Bulan Dinilai Tidak Efisien

11 Juli 2026 - 10:08 WITA

Diduga Kepala Desa Pajar Bulan Lakukan Manipulasi Pelaporan Serta Korupsi Dana BUMDES

11 Juli 2026 - 09:13 WITA

Bupati Bengkulu Selatan Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolres Bengkulu Selatan

10 Juli 2026 - 19:11 WITA

Berdalih Verifikasi APBDes Pihak Kecamatan Air Nipis Diduga Pungli Diharapkan APH Turun

10 Juli 2026 - 10:58 WITA

KEPASTIAN HUKUM ATAS TANAH 170,55 HEKTAR DENGAN SURAT PERNYATAAN BERSAMA UNTUK TUTUP SENGKETA PULUHAN TAHUN

9 Juli 2026 - 21:40 WITA

DLHK Kabupaten Bengkulu Selatan Segera Akan Berkoordinasi Dengan Pihak BPKAD Terkait Aset Yang Tidak Layak Pakai

9 Juli 2026 - 15:20 WITA

Trending di Bengkulu Selatan