Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bali · 14 Jan 2026 18:24 WITA ·

Gara-gara Wartawan Konfirmasi Kelompok Tani Tidak Dapat Pupuk,Jodian Suki Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Rote Ndao Arogan Gebuking Media


Gara-gara Wartawan Konfirmasi Kelompok Tani Tidak Dapat Pupuk,Jodian Suki Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Rote Ndao Arogan Gebuking Media Perbesar

NTT, Rote Ndao, Selasa (13 Januari 2026) – Jodian Suki, yang baru saja dilantik sebagai Kepala Bidang Prasarana di Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao oleh Bupati Paulus Henuk, menjadi sorotan publik setelah menunjukkan sikap yang dinilai arogan dan bahkan mengancam wartawan saat dikonfirmasi terkait pemberian pupuk subsidi bagi Kelompok Tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin.

Perwakilan kelompok tani Welem Resie dan Not Adu mengeluhkan bahwa nama mereka yang berhak menerima pupuk subsidi telah dihapus atau dicoret oleh ketua kelompok tani KEKODALE. Ketika media melakukan konfirmasi pada hari Selasa (13/1), Jodian Suki menyatakan bahwa penyuluh telah ditugaskan oleh Kementerian Pertanian dan mengimbau semua petani atau kelompok tani yang ingin membeli pupuk subsidi untuk mencari penyuluh di Desa Lalukoen, khususnya untuk wilayah Kecamatan Rote Barat Daya. Pernyataan ini disertai kata-kata yang dianggap mengancam terhadap wartawan.

Saat ditanya mengenai keterbatasan masyarakat yang tidak memiliki kendaraan untuk melakukan perjalanan ke Desa Lalukoen dan tidak dapat melaporkan keluhan atau mengurus administrasi terkait pupuk subsidi, Jodian Suki memberikan tanggapan dengan nada geram. “Kalau butuh ya harus pergi cari penyuluh di Desa Lalukoen, bukan penyuluh yang mencari dan mendata masyarakat petani. Jadi walaupun jaraknya jauh, masyarakat harus pergi cari penyuluh,” tegasnya. Bahkan, ia menambahkan ancaman, “Kalau masyarakat butuh ya harus dari desa Oelasin jalan kaki pigi cari penyuluh di Desa Lalukoen kecamatan Rote Barat Daya untuk lapor keluhan mereka. Dsn Jika Pak Tulis Beta (saya) akan Gebuking Lu (kamu).”

Pernyataan tersebut menuai kritik luas, mengingat penyuluh pertanian menerima gaji dari pemerintah yang bersumber dari pajak masyarakat. Seharusnya pihak penyuluh bersama kepala desa mendatangi dan mendata petani untuk memastikan persyaratan penerima bantuan terpenuhi dengan baik, bukan sebaliknya.

Hingga hari Rabu (14 Januari 2026), redaksi belum menerima klarifikasi resmi terkait nada ancaman terhadap wartawan yang diucapkan Jodian Suki: “Pak Tulis saya. Saya Gebuking pak.”

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,568 kali

Baca Lainnya

Pusat Studi Kepolisian Polda Sulut Gelar FGD Implementasi Penerapan UU KUHP dan KUHAP Baru

30 April 2026 - 07:35 WITA

Asisten II Pemprov Sulut Jemmy Ringkuangan : Ekonomi Sulut Tangguh dan Ekspansif, Inflasi Tetap Jadi Perhatian Utama Dan Kemiskinan Turun

29 April 2026 - 23:05 WITA

AMKI Pusat Bentuk LBH, Perluas Akses Bantuan Hukum untuk Media dan Kreator Konten

29 April 2026 - 23:04 WITA

Hj. Salmawati Istri Gubernur Aceh Raih AMKI Kartini Award 2026: Terima Kasih Atas Dukungan Suami dan Keluarga

29 April 2026 - 22:28 WITA

Pelantikan PJS Kades Desa Jeranglah Tinggi Kecamatan Manna

29 April 2026 - 19:43 WITA

AMKI Kartini Award 2026 Menobatkan 11 Perempuan Inspiratif, Dorong Kepemimpinan di Era Digital

29 April 2026 - 18:44 WITA

Trending di Jakarta