Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 11 Agu 2025 22:00 WITA ·

Empat Iblis Pencabut Nyawa Prada Lucky Terkurung dan Diam di Balik Jeruji Sel Militer


Empat Iblis Pencabut Nyawa Prada Lucky Terkurung dan Diam di Balik Jeruji Sel Militer Perbesar

NTT,Sulutnews.com – Di sebuah asrama militer di pelosok NTT, empat prajurit muda kini menjalani hari-hari mereka dalam penyesalan yang mendalam. Pratu Petris, Pratu Ahmad, Pratu Emiliano, dan Pratu Aprianto—keempatnya pernah punya mimpi yang sama: membela negara, membawa nama baik keluarga, dan mengenakan seragam hijau dengan bangga. Namun, mimpi itu kini hancur berkeping-keping, digantikan oleh jeruji besi dan bayangan kelam masa lalu.

Di balik disiplin ketat dan aturan besi, mereka menyimpan luka-luka lama. Masa kecil yang keras, senior-senior yang dulu juga pernah memukul mereka, tradisi “pendidikan lapangan” yang katanya demi membentuk mental—semuanya membentuk hati yang kaku dan dingin. Mereka mengira kekerasan adalah bahasa yang wajar di barak, sebuah siklus yang tak berujung.

Hingga suatu malam, rasa jengkel, ego, dan gengsi bertemu, merenggut akal sehat mereka. Prada Lucky, prajurit baru yang masih polos, menjadi sasaran. Satu pukulan diberikan, lalu yang lain ikut. Tawa sinis bercampur dengan amarah—tak ada yang menghentikan, tak ada yang berpikir kalau nyawa taruhannya. Malam itu, empat prajurit muda berubah menjadi iblis pencabut nyawa.

Di detik itu, keempatnya tidak melihat Lucky sebagai adik seperjuangan, tapi hanya “target hukuman” yang harus merasakan apa yang dulu mereka alami. Mereka lupa, bahwa luka lama bukan alasan untuk melukai orang lain. Mereka lupa, bahwa di balik seragam yang sama, ada hati yang sama-sama rapuh.

Beberapa jam kemudian, tubuh Lucky terkulai lemah. Nafasnya terputus-putus. Saat ambulans datang, tatapan mata Lucky begitu kosong—seakan berkata, “Kenapa, Kak?” Pertanyaan yang akan terus menghantui mereka seumur hidup.

Hari-hari setelahnya, bukan lagi senjata yang mereka genggam, melainkan borgol. Di ruang tahanan militer, malam menjadi panjang, sunyi, dan penuh penyesalan. Mimpi buruk tentang wajah Lucky terus menghantui mereka. Tangan yang dulu memukul, kini hanya bisa menutup wajah, menangisi perbuatan sendiri.

Mereka mulai menyadari: tidak ada pangkat, tidak ada alasan, tidak ada dendam yang pantas dibayar dengan nyawa seorang saudara. Namun penyesalan datang terlambat. Prada Lucky sudah pergi, dan empat orang ini harus menghabiskan sisa hidup mereka dengan beban terberat: menjadi penyebab runtuhnya mimpi seorang prajurit muda, dan menghancurkan kepercayaan keluarga, bangsa, dan Tuhan. Kini, mereka terkurung dan diam di balik jeruji sel militer, menanggung akibat dari perbuatan keji mereka.

Tragedi ini adalah tamparan keras bagi lingkungan militer, menyoroti dampak mengerikan dari kekerasan dan tradisi yang salah dalam proses pendidikan. Kisah ini adalah pengingat yang kuat akan pentingnya empati, pengendalian diri, dan konsekuensi dari tindakan yang dilakukan tanpa berpikir panjang. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran berharga agar tidak ada lagi Prada Lucky lainnya yang menjadi korban.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,020 kali

Baca Lainnya

Pangdam XIII/Merdeka Terima Audiensi Apdesi Merah Putih Sulut, Pererat Silaturahmi dan Bangun Sinergi Pembangunan

19 Agustus 2026 - 23:19 WITA

Tingkatkan Disiplin dan Kepatuhan, Pomdam XIII/Merdeka Gelar Operasi Gaktib Razia Kendaraan Prajurit

11 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Prajurit Berprestasi, Pangdam XIII/Merdeka: Juara II Hari Ini, Juara I Berikutnya!

10 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Kasdam XIII/Merdeka Hadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Hadapi Dampak El Nino di Sulut

4 Agustus 2026 - 23:44 WITA

Kibarkan Merah Putih Raksasa 14×21 Meter, Kodam XIII/Merdeka Nyatakan Semangat Juang 81 Tahun Indonesia

1 Agustus 2026 - 23:40 WITA

Pangdam XIII/Merdeka Sapa Prajurit Dan Keluarga Di Gorontalo, Tekankan Pentingnya Kekuatan Keluarga

1 Agustus 2026 - 23:30 WITA

Trending di Gorontalo