Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bitung · 17 Jul 2026 14:04 WITA ·

Ellen Honandar Sondakh Ajak Warga Olah Sampah Rumah Tangga Menjadi Bernilai Ekonomi


Ellen Honandar Sondakh Ajak Warga Olah Sampah Rumah Tangga Menjadi Bernilai Ekonomi Perbesar

Bitung, Sulutnews.com– TP PKK Kota Bitung bekerja sama dengan DLH Kota Bitung melanjutkan program pelatihan pembuatan kompos sampah rumah tangga.

Program ini sebelumnya telah tuntas dilaksanakan oleh TP PKK Kota Bitung di 44 Kelurahan yang ada.

Setelah sehari sebelumnya menyasar seluruh kelurahan di Kecamatan Lembeh Selatan, kini program berlanjut di 11 kelurahan Kecamatan Lembeh Utara, Kamis (16/7/2026).

Saat menyambangi Kantor Sekretariat PKK Kecamatan Lembeh Utara, Ketua TP PKK Kota Bitung, Ellen Honandar Sondakh disambut antusias masyarakat, pengurus TP-PKK Kecamatan, serta TP-PKK seluruh kelurahan.

Sambutan  antusias ini menjadi bukti kesadaran masyarakat pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Selain  memberi arahan, Ellen turun langsung mempraktikkan cara mencampur bahan kompos menggunakan sekop, sekaligus memperagakan teknik pemberian kompos di sekitar tanaman.

Di kesempatan itu, Ia juga menyerahkan secara simbolis bibit tomat, terong, bayam, seledri dan rica kepada Ketua TP-PKK Kecamatan Lembeh Utara dan para Ketua TP-PKK Kelurahan sebagai bagian dari gerakan ketahanan pangan keluarga.

” Kemarin kami melaksanakan pelatihan di 34 kelurahan Kecamatan Lembeh Selatan, dan hari ini dilanjutkan di 11 kelurahan Kecamatan Lembeh Utara.

Secara keseluruhan program ini telah menjangkau 44 kelurahan di Kota Bitung,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, persoalan sampah bukan lagi hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Untuk itu ia mengajak, perubahan harus dimulai dari rumah, dengan memilah dan mengelola sampah.

Ia mengingatkan, tanpa perubahan perilaku masyarakat, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan terus terbebani.

“Kalau kita tidak mulai mengurangi sampah dari rumah tangga, kapasitas TPA akan semakin penuh. Karena itu, kami ingin menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam solusi pengelolaan sampah,” katanya.

Program ini, Ellen menjelaskan  dua alternatif dalam penanganan sampah, yakni sampah organik seperti sisa makanan, daun, buah-buahan dan limbah dapur dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi volume sampah.

Sementara sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kemasan bekas memiliki nilai ekonomi jika dipilah dan disalurkan ke bank sampah.

“Jangan melihat sampah sebagai beban. Sampah yang dipilah dengan benar bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” tandasnya.

Di akhir kegiatan, ia juga mengingatkan agar program ini dapat berjalan baik dan tentunya berdampak pada lingkungan termasuk peningkatan ekonomi rumah tangga.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 921 kali

Baca Lainnya

2 Kasus Curanmor Terungkap, Tim URC dan Pantera Polres Bitung Amankan Tiga Pelaku 

29 Agustus 2026 - 17:29 WITA

Penanganan Karhutla Pemkot Bitung Siagakan Posko Pemadam Kebakaran 

28 Agustus 2026 - 23:28 WITA

Imigrasi Bitung Perkenalkan Portal MIDO, Informasi Layanan Kini Lebih Mudah Diakses

27 Agustus 2026 - 17:46 WITA

KPU Sosialisasi Pemilu Berintegritas, Kajari Bitung Hadir Sebagai Nara Sumber

27 Agustus 2026 - 17:22 WITA

KPU Bitung

Kanwil Kemenkum Sulut dan HNSI Bitung Teken PKS Pembentukan Posbatas

26 Agustus 2026 - 23:59 WITA

PWI Sulut Siap Kawal Program Pembangunan YSK

26 Agustus 2026 - 23:11 WITA

Trending di Bitung