Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 18 Jun 2026 16:39 WITA ·

Efisiensi Operasional BRI Finance Menguat di Tengah Tingginya Cost of Fund


Efisiensi Operasional BRI Finance Menguat di Tengah Tingginya Cost of Fund Perbesar

Jakarta, 17 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat efisiensi operasional di tengah tantangan industri pembiayaan yang masih dibayangi tingginya biaya dana serta kompetisi pasar yang semakin ketat. Hingga Mei 2026, perseroan berhasil mencatatkan perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 511 basis poin (bps) secara year-on-year (YoY).

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Perbaikan rasio BOPO ini menunjukkan bahwa langkah-langkah efisiensi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil positif. Kami terus mendorong optimalisasi proses bisnis, pengendalian biaya operasional secara disiplin, serta peningkatan kualitas pendapatan untuk menjaga kinerja perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan.” 

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus utama BRI Finance dalam meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses layanan pembiayaan kepada nasabah. Di tengah dinamika industri multifinance yang terus berkembang, perusahaan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan investasi strategis jangka panjang.

BRI Finance menilai tantangan industri pada tahun 2026 masih cukup kompleks, terutama dipengaruhi oleh tingginya cost of fund, kebutuhan investasi teknologi untuk mendukung transformasi digital, serta persaingan yang semakin agresif di sektor pembiayaan.

Meski demikian, perusahaan tetap optimistis dengan terus memperkuat berbagai program efisiensi berbasis digitalisasi, penyederhanaan proses kerja, serta penguatan manajemen biaya yang adaptif terhadap kondisi pasar.

Secara industri, tren efisiensi juga mulai terlihat pada sektor multifinance nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio BOPO industri pembiayaan per April 2026 tercatat sebesar 79,21%, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 80,25%.

“Kami meyakini bahwa penguatan efisiensi operasional menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga daya saing perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa mendatang,” tutup Dhani.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 963 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS

24 Juli 2026 - 16:40 WITA

Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor

24 Juli 2026 - 16:11 WITA

ORIJIN JAPANESE DINING Hadirkan Japanese Sunday Brunch dengan Cita Rasa Autentik Jepang

24 Juli 2026 - 16:04 WITA

Diakui Lembaga Independen di Dalam dan Luar Negeri, Prudential Syariah Raih Tiga Penghargaan sebagai Pemimpin Asuransi Jiwa Syariah Indonesia

24 Juli 2026 - 15:32 WITA

GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK

24 Juli 2026 - 14:59 WITA

Manfaat Implementasi Tanda Tangan Elektronik bagi Organisasi dan Perusahaan

24 Juli 2026 - 13:24 WITA

Trending di Bisnis