Manado, Sulutnews.com – Dinas Koperasi/Usaha Kecil dan Menengah UKM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus melakukan pelatihan dan bimbingan teknis kepada Dinas Koperasi/UKM di 15 Kabupaten dan Kota agar kedepan Koperasi bisa eksis dan bangkit lagi diera persaingan ketat.
Hal tersebut dikatakan Kepala UPTD Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi dan UKM Dinas Koperasi/ UKM Sulut Drs Jahja P. Gultom, MAP kepada Sulutnews.com Rabu (8/3) disela sela acara Pelatihan dan Bintek dikantornya.

Foto – Kepala Seksi Pelatihan UPTD Balai Pendidikan dan Pelatihan Dinas Koperasi/ UKM Sulut Ir Constantijn Simbala.
Pelatihan selama empat hari diikuti sebagian Kepala Dinas Koperasi/UKM se-Sulut dan staf. Menurut Gultom tujuan pelatihan agar semua Dinas Koperasi/UKM di 15 Kabupaten dan Kota bisa menerapkan materi yang didapat selama pelatihan didaerah masing masing agar Koperasi -Koperasi yang ada bisa eksis lagi terutama manajemen dan pengelolaan Koperasi bisa lebih baik lagi kedepan diera persaingan.
“Jadi tujuan pelatihan dan bintek ini sangat baik dan akan bermanfaat kedepan” kata Gultom yang didampingi Ir Constantijm Simbala Kepala Seksi Pelatihan. Menurut Gultom Koperasi itu sejak lama itu sangat baik. Namun belakangan ada yang tidak aktif karena manajemen dan sumber daya manusia yang kualitasnya kurang. Palatihan ini penting kita lakukan terus menerus.
Menurut Gultom Dibawah pimpinan Kadis Koperasi/UKM Sulut Ir Ronald Sorongan M.Si saat ini, Dinas Koperasi dan UKM Sulut terus lakukan pelatihan dan berharap banyak Koperasi bisa maju dan bersaing dengan usaha lain. Koperasi yang tidak aktif lagi terntunya dengan adanya pelatihan bisa ada pembenahan kedepan. Yang penting kita serius dan kerja keras untuk memajukan koperasi.
Ir Constantijn Simbala menambahkan materi yang diberikan itu terkait manajemen dan cara mengelolah koperasi dan materi materi tentang peran koperasi termasuk usaha koperasi seperti simpan pinjam dan teknik tektik pengelolaan yang baik. Menurutnya tujuan adanya Koperasi itu sebenarnya baik untuk kesejahtraan angota dan masyarakat namun terkesan saat ini menurun bahkan sudah tidak aktif. Masalah ini kita harus atasi dengan buat pelatihan pelatihan” Kami optimis dengan adanya pelatihan Koperasi akan maju dan bangkit lagi kedepan” katanya.
Banyak Tidak Aktif Lagi
Sementara itu Drs Frangky Wowor Kepala Dinas Koperasi/UKM dan Dinas Perindag Kabupaten Minahasa Tengara yang ikut pelatihan kepada Sukutnews.com mengatakan di Kabupaten Minahasa Tengara dari 324 jumlah Koperasi tingal 167 Koperasi yang aktif. Ini masalah yang kami hadapi saat ini. Banyak koperasi tidak aktif karena manajemen yang lemah sehinga banyak tidak ada kegiatan lagi. Yang aktif juga umumnya tingal simpan pinjam untuk jenis usaha koperasi serba ada atau jualan kebutuhan angota dan masyarakat tidak sedikit. Wowor mengatakan sebenarnya kami akan tutup dan cabut usahanya namun sesuai aturan harus Kementrian Koperasi/ UKM yang cabut.” Jadi kami terus bina dan berikan masukan untuk perbaikan manajemen” kata Wowor. Dengan pelatihan saat ini menurut Wowor sangat baik dan materi yang didapat kita bisa terapkan dilapangan nanti. Koperasi itu baik tingal bagaimana kita perbaiki manajemennya. Sumber daya manusia harus kita perbaiki terutama kualitas. Ia juga mengakui banyak Koperasi tidak lakukan Rapat Angota Tahunan (RAT) yang merupakan forum tertingi dalam mempertangungjawabkan usaha Koperasi setiap tahun.
Sementara di Kota Manado sekitar 700 Koperasi yang ada namun hanya 50 persen yang aktif lagi. Dengan pelatihan saat ini diharapkan ada perbaikan yang kami bisa lakukan kedepan
“Memang berat persaingan koperasi saat ini dalam membuka usaha. Tapi itu semua bisa maju kalau kita benahi yang kurang dan lakukan terobosan” kata Kadis Koperasi/UKM Kota Manado Drs Mamahit.
Untuk Kota Manado memang Koperasi banyak saingan usaha. Yang menonjol ada simpan pinjam. “Kita berharap tetap eksis koperasi kedepan demi kesejahteraan angota dan masyarakat. ” kata Mamahit.(Fanny)







