Sulutnews.com Bengkulu Selatan – realisasi dana desa di desa Pajar bulan kecamatan seginim dinilai tidak efektif dan efisien, melihat realisasi anggarannya khususnya pada anggaran yang di kucurkan ke perpustakaan desa baik itu intensif petugas perpustakaan serta pengadaan buku yang setiap tahunnya dilakukan penganggaran.
Sesuai penelusuran media ini dilapangan terkait kondisi perpustakaan desa Pajar bulan kecamatan seginim di ketahui bahwa perpustakaan tersebut dinilai tidak berfungsi dan bermanfaat terhadap masyarakat desa Pajar bulan, namun setiap tahunnya anggaran dana desa aktif di kucurkan untuk perpustakaan tersebut baik itu untuk intensif petugas perpustakaan ataupun pengadaan bukunya.
Disaat pemerintah mulai dari pusat hingga ke daerah sedang berupaya memaksimalkan anggaran hingga melakukan efisiensi anggaran agar dapat merealisasikan anggaran dengan seefektif mungkin dan bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah desa Pajar bulan di nilai tidak mendukung upaya tersebut. Hal itu tampak dari realisasi anggaran yang di lakukan pada perpustakaan desa yang dinilai tidak efektif akibat perpustakaan itu hanyalah pajangan semata yang tetap menelan anggaran dana desa setiap tahunnya untuk intensif petugas sebesar 650rb rupiah belum juga pembelian buku.
Intensif yang di anggarkan untuk petugas perpustakaan sebesar 650rb per bulannya dinilai hanyalah pemborosan anggaran, karena perpustakaan desa Pajar bulan sesuai informasi yang di peroleh tidak diminati masyarakat, dan tidak pernah terlihat aktivitas disana hal itu di tunjukkan dengan tidak adanya kegiatan di perpustakaan tersebut begitu juga dengan petugas perpustakaan hampir tidak pernah terpantau ada dilokasi perpustakaan meskipun insentif terus berjalan.
Untuk di ketahui petugas perpustakaan desa Pajar bulan kecamatan seginim di pegang oleh Lindasti yang juga selaku istri kepala desa Pajar bulan, hampir tidak pernah terlihat menjalankan tugas menunggu dan membuka perpustakaan tersebut. padahal yang bersangkutan mendapatkan insentif dari desa senilai 650rb per bulannya menggunakan anggaran dana desa Pajar bulan.
Kepala desa Pajar bulan kecamatan seginim saat di konfirmasi menyatakan terserahlah karena saya kurang sehat saat ini, dengan adanya kejadian ini diharapkan pihak terkait dapat dengan serius lakukan audit pada anggaran dana desa di desa Pajar bulan, hal ini dianggap penting melihat beberapa realisasinya dianggap janggal.
Beberapa kejanggalan realisasi dana desa di desa Pajar bulan kecamatan seginim yang berpotensi rugikan keuangan desa Pajar bulan di antaranya adanya dugaan laporan pertanggung jawaban yang di manipulasi oleh pemerintah desa Pada pembayaran sewa mobil BUMDES untuk pengangkutan sampah yang diduga mencantumkan nama anak kepala desa seolah pemilik kendaraan pengangkut sampah tersebut.
Pahrozi selaku penggiat menilai kepala desa Pajar bulan lakukan tindakan yang merugikan keuangan desa dengan memanfaatkan istri dan anaknya sendiri yakni pada penerima intensif petugas perpustakaan yang di pegang oleh istrinya dan dugaan seolah pemilik mobil pengangkut sampah seolah anaknya sendiri.
Lebih lanjut Pahrozi berharap dengan pihak terkait agar kejadian ini jangan sampai terjadi secara berkelanjutan yang dapat berdampak pada kerugian keuangan desa Pajar bulan, agar kiranya sesegera mungkin melakukan audit atas realisasi dana desanya demi menyelamatkan keuangan desa Pajar bulan. (JN)





