Manado, Sulutnews.com – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( FISIP) Unsrat Manado Dr Ferry Liando M.Si mengatakan, salah satu kekuatan dan menjadi modal kuat tata kelolah pemerintahan atau ” Good Givernance” adalah harmonisasi elit elit politik penyelengara pemerintahan.
Sebab menurut Pengamat Politik Pemerintahan Dr Ferry Liando tanpa harmonisasi maka keseimbangan akan lenyap dan cita cita politik akan sulit terwujud.” Jadi harmonisasi elit elit politik pemerintahan terutama juga Kepala Daerah yang baru harus ada ” kata Liando yang meraih Doktor dari Universitas Pajajaran Bandung kepada wartawan Sulutnews.com Kamis (21/2) di Manado.
Liando dimintai tangapan terkait dilantiknya Kepala Daerah di Sulut periode 2025-2030 baik Gubernur dan Wakil serta 14 Bupati, dan Wakil serta Walikota dan Wakil pada Kamis 20 Februari 2025 di Istana Jakarta oleh Presiden Prabowo Subiyanto.
Jarang Terjadi
Menurut Liando dari pengamatannya di Indonesia pasangan Kepala Daerah yang mampu menjaga harmonisasi dalam dua periode kepemimpinan pemerintahan amatlah jarang terjadi. Apa lagi menurut Liando masa pemerintahan hinga memasuki hinga tahun ke-9 . Sebagian besar dari data yang ada kata Dosen Kepemiluan itu pasangan kepala daerah dan wakilnya dilanda konflik berkepanjangan.
Di Sulut saja kata Liando hampir semua kabupaten dan kota kepala daerah dan pasannya wakil kepala daerah terjadi konflik satu sama lain. Bahkan menurut Liando ada pasangan kepala daerah di Sulut terlibat konflik pada saat baru saja dilantik. Ini terjadi kata Liando tanpa menyebut pasangan kepala daerah yang terjadi konflik.
Mati Koordinasi
Liando mengatakan konflik itu terjadi karena pasangan kepala daerah berdebat soal kewenangan, dan tarik menarik soal promosi jabatan birokrasi dan saling mengkapling proyek proyek fisik pemerintah. ” Ini fakta sering terjadi konflik pasangan kepala daerah” kata Liando.
Dr Ferry Liando menambahkan, banyak sisi negatif bila kepala daerah dan wakilnya berseteru. Pasti kalau itu terjadi mereka kehilangan keteladanan bagi rakyat yang mereka pimpin, birokrasi menjadi terpecah akibat adanya dua “matahari”. Saling curiga satu sama lain serta matinya koordinasi dan pola kerja penyelengaraan pemerintahsn.” Jadi kita harus harmonis dan akur hinga selesai memimpin daerah selama lima tahun kedepan” kata Liando.
Saat ini saja ada beberapa pasangan kepala daerah dari Partai Politik yang berbeda antara Kepala daerah dan Wakilnya. Ini harus harmonis.
ODSK Harmonis
Liando mengatakan setiap periode kepemimpinan kepala daerah dan wakilnya di Sulut memiliki karataristik dan kelebihan masing masing. Seperti dimasa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakilnya Steven Kandouw ( ODSK) selama 9 tahun banyak hal positif yang bisa dipetik paling tidak oleh oleh kepala daerah dan wakilnya hasil Pilkada 27 November 2024 lalu yang baru dilantik Presiden Prabowo Kamis 20 Februari 2025 di Istana Jakarta yakni Gubernur dan Wakil serta 14 Bupati, Wakil dan Walikota serta Wakil.
Menurut Liando apa yang dilakukan ODSK selama 9 tahun setidaknya menjadi legacy atau warisan bagi pasangan kepala daerah dan wakilnya. Pasangan kepala daerah perlu mempelajari apa kiat kiat sehingan pasangan ODSK bisa bertahan harmonis hinga akhir kepemimpinan selama 9 tahun.(Fanny)







