Manado,Sulutnews.com – Terminal Malalayang merupakan Terminal Tipe A yang menjadi salah satu fasilitas utama transportasi darat yang berada di Kota Manado.
Terminal ini melayani Bus ukuran besar dengan 50 jok penumpang yang hendak berangkat ke berbagai daerah tujuan. Ada berbagai jenis angkutan yaitu Angkutan Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Dalam Profinsi (AKDP) dan Angkutan Kota (ANGKOT).
Kepala Terminal (Kater) Malalayang Abraham Takumansang,SH,MSi mengatakan jumlah kendaraan yang keluar dan masuk terminal ada 9 unit big bus masing-masing 6 unit AKAP dan 3 Unit lagi bus ukuran sedang yang melayani penumpang ke pedesaan, sedangkan sisanya Mikrolet.
“Kami melayani 6 unit Big Bus AKAP untuk penumpang yang melakukan perjalanan antar kota di Profinsi yang berbeda, 3 Unit Bus lagi untuk AKDP pedesaan seperti ke lokasi Motoling, dan juga Angkot,” kata Bram Takumansang,SH kepada media, Jumat (11/4) di Manado.
Keter Bram Takumansang menambahkan pada saat mudik dan balik mudik Idul Fitri 2025 Terminal Malalayang melayani Bus hingga malam hari dan menjaga agar penumpang dan pengunjung mendapat pelayanan dengan baik.
Kepada media ia menjelaskan juga bahwa sejak tahun 2024 yang lalu Terminal Malalayang telah mengalami pengembangan fisik bangunan berdesain modern dan berlantai dua. Terminal ini, tambahnya, berada di bawah pengelolaan Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Dinas Perhubungan Profinsi Sulawesi Utara.
Tentu saja dengan kehadirab bangunan baru terminal Malalayang akan terus meningkatkan kualitas layanan kepada penumpang dan pengunjung.
“Disamping itu kami juga melakukan penataan beberapa rumah makan di dalam terminal, kami sediakan ruang di lantai dua yang lebih rapi dan bagus,” tambahnya.(*/Merson)







