Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Sitaro · 18 Jan 2026 23:23 WITA ·

Bupati Chyntia Inggrid Kalangi : Prajurit Kodam XIII/Merdeka Tutup Aksi Kemanusiaan Penanggulangan Bencana Alam di Sitaro dengan Hasil Memuaskan


Bupati Chyntia Inggrid Kalangi : Prajurit Kodam XIII/Merdeka Tutup Aksi Kemanusiaan Penanggulangan Bencana Alam di Sitaro dengan Hasil Memuaskan Perbesar

Siau, Sulutnews.com — Rangkaian penanggulangan bencana alam hidrometeorologi di wilayah Kepulauan Sitaro resmi berakhir. Prajurit Kodam XIII/Merdeka menutup seluruh aksi kemanusiaan yang telah dilaksanakan dengan hasil yang dinilai memuaskan, ditandai dengan apel penutupan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Sabtu (18/1/2026).

Apel penutupan tersebut dipimpin oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Inggrid Kalangi, S.Km., dan dilaksanakan di Terminal Ulu Siau, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WITA dan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur TNI, serta berbagai instansi terkait.

Dalam amanatnya, Bupati Kepulauan Sitaro menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya masa tanggap darurat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kepulauan Sitaro, khususnya Pulau Siau. Ia mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang telah bekerja tanpa lelah dalam membantu masyarakat terdampak.

Selama masa tanggap darurat, Prajurit Kodam XIII/Merdeka bersama unsur terkait melaksanakan berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari evakuasi warga, pembersihan material banjir dan longsor, perbaikan fasilitas umum, pendistribusian bantuan logistik, hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi penggerak utama percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Semangat gotong royong dan kebersamaan antara aparat dan warga menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana di wilayah Kepulauan Sitaro.

Dengan ditutupnya status tanggap darurat ini, seluruh pihak diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta terus melanjutkan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi guna memulihkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat secara berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 1,072 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

RDP DPRD dan Pemda Sitaro, ART: Pala Siau Berkualitas Terbaik di Dunia Harus Dijaga

23 Mei 2026 - 12:01 WITA

DPRD Tegas Tolak Kehadiran Alfamart dan Indomaret di Sitaro

23 Mei 2026 - 09:09 WITA

DPRD Sitaro Tetapkan Alfrets Ronald Takarendehang Sebagai Plt Ketua DPRD

21 Mei 2026 - 13:59 WITA

Barcelona Satu Angkut 24 Karung Pala, Irwan : Jangan Jadikan Siau Tempat “Cuci Pala”

21 Mei 2026 - 05:46 WITA

Pala dari Luar Masuk Siau, Nama Besar Pala Siau Dipertaruhkan

21 Mei 2026 - 04:50 WITA

Program Khusus MBG Siau Timur Selatan, Soni Maringka: 21 Relawan Dapat Beras Rutin

11 Mei 2026 - 13:59 WITA

Trending di Sitaro