Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sitaro · 18 Jan 2026 23:23 WITA ·

Bupati Chyntia Inggrid Kalangi : Prajurit Kodam XIII/Merdeka Tutup Aksi Kemanusiaan Penanggulangan Bencana Alam di Sitaro dengan Hasil Memuaskan


Bupati Chyntia Inggrid Kalangi : Prajurit Kodam XIII/Merdeka Tutup Aksi Kemanusiaan Penanggulangan Bencana Alam di Sitaro dengan Hasil Memuaskan Perbesar

Siau, Sulutnews.com — Rangkaian penanggulangan bencana alam hidrometeorologi di wilayah Kepulauan Sitaro resmi berakhir. Prajurit Kodam XIII/Merdeka menutup seluruh aksi kemanusiaan yang telah dilaksanakan dengan hasil yang dinilai memuaskan, ditandai dengan apel penutupan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Sabtu (18/1/2026).

Apel penutupan tersebut dipimpin oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Inggrid Kalangi, S.Km., dan dilaksanakan di Terminal Ulu Siau, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WITA dan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur TNI, serta berbagai instansi terkait.

Dalam amanatnya, Bupati Kepulauan Sitaro menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya masa tanggap darurat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kepulauan Sitaro, khususnya Pulau Siau. Ia mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang telah bekerja tanpa lelah dalam membantu masyarakat terdampak.

Selama masa tanggap darurat, Prajurit Kodam XIII/Merdeka bersama unsur terkait melaksanakan berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari evakuasi warga, pembersihan material banjir dan longsor, perbaikan fasilitas umum, pendistribusian bantuan logistik, hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi penggerak utama percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Semangat gotong royong dan kebersamaan antara aparat dan warga menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana di wilayah Kepulauan Sitaro.

Dengan ditutupnya status tanggap darurat ini, seluruh pihak diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta terus melanjutkan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi guna memulihkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat secara berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 1,072 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bersama Masyarakat Sitaro Vionita Kuerah Berkomitmen Mengawal Setiap Aspirasi

4 Agustus 2026 - 07:13 WITA

DPRD Sitaro Soroti Penurunan Anggaran APBD 2027, Banggar Segera Bahas KUA-PPAS

31 Juli 2026 - 13:01 WITA

Pendapatan Daerah Sitaro 2027 Diproyeksi Turun, Pemkab Prioritaskan Program Strategis

31 Juli 2026 - 12:49 WITA

Tanam 1.100 Mangrove di Kapeta, Pemkab Sitaro Perkuat Perlindungan Pesisir

30 Juli 2026 - 21:03 WITA

Resmi Dilantik, Eddy Salindeho Nahkodai Birokrasi Pemkab Sitaro sebagai Pj Sekda

30 Juli 2026 - 19:03 WITA

Eddy S. Salindeho dlantik dan diambil sumpah sebagai penjabat sekda oleh plt. bupati sitaro, heronimus makainas pada Kamis, 30/07/2026 di auditorium pemda sitaro

Heronimus Makainas Dorong Jalur Manado–Ondong Siau Jadi Prioritas, Antisipasi Gangguan Telekomunikasi di Wilayah Kepulauan

29 Juli 2026 - 21:21 WITA

Trending di Sitaro