BRI terus mengedukasi nasabahnya agar meningkatkan kewaspadaan dan terhindar dari segala jenis bentuk modus penipuan/kejahatan perbankan. Sebagai bentuk upaya memerangi social engineering (soceng), BRI rutin memberikan tips serta langkah antisipatif menghadapinya.
Ini menjadi bagian dari tujuan BRI yang terus berupaya, tak hanya men-deliver economic value, tetapi juga social value kepada masyarakat. Menurutnya, BRI akan terus membangun pola komunikasi yang efektif, terbuka, dan relevan serta menyebarkannya di berbagai kanal komunikasi.
Komunikasi yang baik, menurutnya adalah harus berani dan terukur. Terdapat tiga hal yang menjadi pilar dalam berkomunikasi ke publik. Pertama, harus ada ‘aturan yang jelas’ yang mendasari sebuah isu komunikasi dan memastikan bahwa ‘tidak melanggar peraturan’. Kedua, menampilkan data dan fakta yang akurat, tidak sekedar narasi normatif yang tidak menjawab masalah. Ketiga, membangun narasi yang jujur dan memberikan manfaat dan berguna untuk masyarakat.(*)







