Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 11 Agu 2026 15:26 WITA ·

BRI Finance Perkuat Kualitas Pembiayaan, NPF Turun Menjadi 1,82% hingga Juli 2026


BRI Finance Perkuat Kualitas Pembiayaan, NPF Turun Menjadi 1,82% hingga Juli 2026 Perbesar

Jakarta, 11 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kualitas portofolio pembiayaan di tengah dinamika industri multifinance dan perkembangan profil risiko nasabah. Hingga Juli 2026, BRI Finance mencatatkan penurunan tingkat non-performing financing (NPF) sebesar 29 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 1,82%.

Perbaikan tersebut mencerminkan konsistensi BRI Finance dalam menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan manajemen risiko yang terukur dan disiplin di setiap tahapan pembiayaan. Pendekatan tersebut dilakukan mulai dari proses underwriting, pemantauan kualitas portofolio, hingga pengelolaan collection.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa menjaga kualitas aset menjadi bagian penting dalam memastikan pertumbuhan bisnis pembiayaan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

“Kami terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas portofolio. Penguatan manajemen risiko dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan karakteristik dan profil risiko dari masing-masing segmen pembiayaan, sehingga setiap keputusan pembiayaan dapat dilakukan secara prudent dan terukur,” ujar Dhani.

Sisi Perseroan memandang karakteristik setiap segmen pembiayaan memiliki profil risiko yang berbeda. Karena itu, pendekatan pengelolaan risiko tidak dapat dilakukan secara seragam, melainkan perlu disesuaikan dengan karakteristik portofolio dan perkembangan profil nasabah.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan, BRI Finance secara berkelanjutan melakukan penguatan pada proses underwriting dan pemantauan portofolio. Perusahaan juga mengoptimalkan strategi collection serta memperkuat penerapan early warning system (EWS) untuk membantu mengidentifikasi potensi risiko sejak tahap awal.

“Kami melihat pengelolaan risiko sebagai proses yang berkelanjutan. Dengan pemantauan portofolio yang lebih granular, penguatan early warning system, serta strategi collection yang tepat, kami dapat merespons potensi risiko secara lebih cepat sekaligus menjaga kualitas aset perusahaan,” tambah Dhani.

Langkah ke depan, BRI Finance akan terus menerapkan prinsip prudent financing dengan mengedepankan kualitas dalam setiap penyaluran pembiayaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun portofolio yang sehat sekaligus menjaga ketahanan bisnis di tengah perubahan kondisi ekonomi dan dinamika industri pembiayaan.

Dengan penguatan manajemen risiko yang dilakukan secara konsisten, BRI Finance optimistis dapat mempertahankan kualitas portofolio sekaligus melanjutkan pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi nasabah maupun pemangku kepentingan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono Luncurkan Seri “Catatan Sang Petambak Udang”, Bagikan Pengalaman Lapangan Lewat Tiga E-Book Gratis

11 Agustus 2026 - 16:28 WITA

BINUS @Semarang Kukuhkan Angkatan Pertama, Siap Hadirkan Talenta Digital bagi Indonesia

11 Agustus 2026 - 14:57 WITA

Bitcoin Anjlok 17,9%, Transaksi Kripto RI Justru Tembus Rp28,58 Triliun

11 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif pada Semester I 2026

11 Agustus 2026 - 13:19 WITA

Bukan Sekadar Menjawab Pelanggan: 5 Perubahan yang Dihadirkan Generative AI dalam Contact Center Modern

11 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Nyaris Kehilangan Rp200 Juta, Satu Keputusan Ini Mengubah Segalanya!

11 Agustus 2026 - 11:28 WITA

Trending di Bisnis