Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 11 Feb 2026 14:11 WITA ·

Berhasil Jangkau 40.000 Peserta Skrining Demensia Gratis, Prodia Tambah Target 20.000 Peserta di 2026


Berhasil Jangkau 40.000 Peserta Skrining Demensia Gratis,  Prodia Tambah Target 20.000 Peserta di 2026 Perbesar

Jakarta, 9 Februari 2026 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) kembali menyelenggarakan Program Skrining Demensia Gratis pada tahun 2026, sebagai respons atas tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat pada pelaksanaan program ini di tahun 2024–2025 yang berhasil menjangkau 40.000 peserta di seluruh Indonesia. Program ini ditujukan bagi masyarakat usia lanjut dan menargetkan 20.000 peserta di berbagai wilayah Indonesia. Melalui keberlanjutan inisiatif ini, Prodia menegaskan komitmennya dalam mendorong deteksi dini gangguan kognitif, sekaligus mengimplementasikan pilar keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya aspek sosial melalui Promoting Healthcare Services for All, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3, Good Health and Well-Being.

Demensia merupakan kondisi penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat, kemampuan berpikir, dan pemahaman bahasa, yang dapat memengaruhi kemandirian serta kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi krusial untuk mendukung langkah pencegahan yang lebih optimal dan penanganan yang tepat sejak awal. Berdasarkan data Alzheimer’s Disease International, sekitar 55 juta orang di dunia saat ini hidup dengan demensia dan jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun 2050. Di Indonesia sendiri, jumlah pengidap demensia diperkirakan telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran dan akses terhadap deteksi dini demensia di masyarakat.

Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati menyampaikan “Keberhasilan Program Skrining Demensia ini tidak terlepas dari tingginya keinginan dan antusiasme masyarakat sejak pertama kali program ini kami laksanakan. Hal ini menandakan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut, terhadap risiko demensia serta kesadaran akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut,” ujar Indriyanti.

Pada 2026, Prodia kembali menyelenggarakan Program Skrining Demensia Gratis bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas di cabang Klinik Prodia. Skrining dilakukan secara bertahap, diawali dengan Kuesioner AD-8 INA dan dilanjutkan dengan pemeriksaan MOCA-INA oleh dokter Prodia bagi peserta dengan skor ≥2. Peserta yang terindikasi mengalami penurunan fungsi kognitif akan diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter spesialis saraf atau internis geriatri di Prodia Senior Health Centre yang tersedia di Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Sepanjang 2025, program ini menjangkau hampir 30.000 peserta atau mencapai lebih dari 140% dari jumlah peserta yang ditargetkan yaitu sebanyak 20.000 orang. Hal ini mengalami peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang menjangkau sekitar 10.000 peserta. Capaian ini diperkuat melalui berbagai kegiatan edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini demensia.

Dalam kesempatan yang sama, AVP Business Prodia, Indri Marya Wulandari, menambahkan bahwa melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh layanan pemeriksaan, tetapi juga edukasi lanjutan serta rujukan untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai kebutuhan. “Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan otak dan mengambil langkah preventif guna menurunkan risiko demensia,” ujarnya.

Prodia terus memperkuat berbagai program keberlanjutan yang berorientasi pada peningkatan literasi kesehatan dan pemerataan akses layanan medis bagi masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan layanan kesehatan berbasis personalized medicine, termasuk melalui Prodia Senior Health Centre, yang mengedepankan pendekatan perawatan terpadu sesuai kebutuhan masing-masing individu. Melalui keberlanjutan dan perluasan cakupan inisiatif tersebut, Prodia berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih proaktif menjaga fungsi kognitif otak, memanfaatkan deteksi dini, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan demi menurunkan risiko demensia dan mendukung kualitas hidup yang lebih optimal.

#Prodia #SkriningDemensia #KesehatanOtak #DeteksiDini

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 958 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check

16 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur

16 Agustus 2026 - 15:25 WITA

AI Ubah Lanskap Pemasaran Digital Indonesia, Tigo AI Tawarkan Model Terintegrasi untuk Brand hingga UMKM

16 Agustus 2026 - 14:16 WITA

Tigo Resmi Meluncurkan Layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”, Produksi AI Short Drama Memasuki Era Skala Besar

16 Agustus 2026 - 13:51 WITA

Bantaran Sungai Gajahwong Jadi Panggung Cita-Cita: LP-190 Gelar WOW-DAY 2 dan Dorong Potensi Impactful Tourism di Ledhok Timoho

16 Agustus 2026 - 13:21 WITA

Participatory AI Advertising Dorong Model Baru Ekonomi Periklanan: Dari Membeli Traffic Menuju Memberikan Reward atas Kreasi

16 Agustus 2026 - 12:26 WITA

Trending di Bisnis